Artikel mengenai: rock
Musik »
PERJALANAN salah satu band indie Malang ini bisa dikatakan cukup unik. Berawal di tahun 2003 nama dan personel sempat berubah menjadi Carramel Band karena pertimbangan nama yang lebih komersil dan tidak berbau band festival yang lebih nge rock. Namun di akhir 2007 Carramel pun bubar dan empat personelnya kembali mengibarkan nama TAXI dengan konsep lebih matang dan serius.
Diawal 2003, tiga personel lama TAXI bergabung dengan tiga orang baru dan membentuk band Carramel. Genre Pop Rock yang ringan dan enak di telinga membuat carramel cepat dilirik sebuah manajement musik yang …
Musik »
Genre musik popular selalu berganti setiap tahun. Salah satu kunci band yang ingin cepat terkenal adalah dengan memainkan musik sesuai dengan mainstream. Saat ini aliran pop melayu merajai setiap chart musik.
Popularitas pada akhirnya akan mencapai titik jenuh, band-band yang sekedar menikuti trend tanpa memiliki idealisme tentu akan dengan sendirinya meredup, istilah populernya berlaku hokum alam, yang lemah akan kalah.
Prisnsip itulah yang kemudian dipegang teguh oleh Venom Band. Memilih aliran musik rock, band yang digawangi Dimas (vocal), Rully (gitar), Rendy (bass), Brilli ( drum) dan Meru (keyboard) mencoba unjuk gigi ditengah …
Musik »
Satu lagi band baru yang ikut mewarnai dunia musik indie Malang, Pickwolf. Band berpersonel lima orang ini terbentuk di pertengahan 2007 lalu. Walaupun tergolong berusia muda, kemauan Pickwolf tergolong luar biasa untuk terus berkembang dan menjadi band besar berkualitas.
Terbentuk dari kebosanan di band awal masing-masing, Pickwolf akhirnya bergabung dan memilih genre Rock-Metal. Namun warnanya berbeda dan unik dari band lain yang ada di Malang.
Awang vokalis Pickwolf mengatakan, lima personel yang ada sekarang, Angga dan Christian (gitar), Wira (bass) dan Atenk (drum) awalnya memiliki band masing-masing dengan aliran yang berbeda.
Musik »
Di antara riuhnya band-band baru dengan gaya Indie yang bermekaran di Malang, atau fanatisme band anak negeri yang mengisi berbagai acara di Stasiun Televisi Swasta, The Return Of The Blizzard (ROB) mencoba eksis kembali dengan membawakan lagu Rock di tahun 1970-an. ROB tampil full dengan membawakan lagu aransemen dari Genesis, grup musik asal Inggris yang dianggap sebagai pemula aliran Psychedelic Art Rock.
ROB terbentuk sekitar empat tahun yang lalu dengan sembilan personel yang usianya tidak lagi muda. Formasi saat ini Didik The Darkness (gitar), dr. Piet Blizzard (keyboard 1), Totok …
Musik »
The Morning After (TMA), band bergenre Alternative Rock yang besar lewat sebuah jalur Indie Festival ini sudah tidak asing bagi penggemar musik lokal di Malang. Beranggotakan empat personel, band bergenre Alternative Rock ini telah eksis sejak tahun 2002 lalu. Dalam bermusik, The Morning After tidak terlalu pusing dengan idealisme genre musik ataupun cara pemasaran yang ditempuh. Bagaimanapun bentuk genre musik mereka nanti, TMA hanya ingin warna mereka tetap ada dalam musik yang dimainkan.
Cikal bakal TMA menurut Akhmad Sya’ban Nasution, basis TMA terbentuk saat dirinya dan Bambang Iswanto vokalis TMA …
Musik »
Gelaran rutin Rock on The Street di depan Stasiun Kota Malang tiap Sabtu malam semakin seru saja. Terlebih pada Sabtu (6/6) lalu, band yang unjuk gigi adalah band-band yang sudah punya massa. Sebut saja Plat N, Toxic Toast dan Begundal.
“Band-band yang tampil cukup popular dan sudah punya massa, jadi wajar kalau banyak penggemar mereka berjubel malam ini (kemarin,red),” ungkap Wahyudho, SH, Pelaksana Acara dari Sunrise Production
Musik »
Komunitas Metal-Punk Indie Malang bolehlah berbangga memiliki Screaming Factor sebagai salah satu band indie yang tergolong “purba” dan tetap bernafas hingga saat ini. Screaming Factor awalnya didirikan sekitar tahun 1997 terus mewarnai band indie Malang dan komunitas serupa di beberapa kota besar di Indonesia, gaungnya pun hingga ke negeri Jiran Malaysia.
12 tahun berkarya, tentunya SF tidak lepas dari berbagai masalah klasik akibat gonta-ganti personel. Hanya saja, berbeda dengan beberapa band lain, dengan personel yang berbeda-beda SF tetap lurus dengan genre musik yang dipilih, Hardcore-Metal.
Musik »
Rock on The Street terus memanaskan malam minggu Kota Malang. Itu dibuktikan dengan penampilan enerjik enam grup band beraliran rock di depan stasiun Kota Baru. Yaitu The Wolf, Madurasta, Sniker and The Chiken Fighter, Pulgar, Bragade 07, dan Better Man, mampu membuat para penonton menjerit histeris.
Wajar jika penonton memberikan pujian, dan teriakan memukau. Karena penampilan seluruh personel band betul-betul apik. Kolaborasi antara vokal, guitar, bass, keyboard, dan drum, dipadu dengan sound sistem bertenaga 20 ribu volt, memberikan suara indah yang menghentak jantung Kota Malang yang terang benderang.
Musik »
Kehadiran band asal Bali Suicidal Sinatra menutup rangkaian X-Mild Noize Scream Up 2009 yang digelar di lapangan depan Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) Sabtu malam lalu. Penampilan grup band yang beraliran rockabilly nu skool itu menjadi penghilang dahaga sekaligus membius para maniak musik rock di Malang raya.
Band yang digawangi oleh tiga personel, Leo Sinatra (gitar dan vokal), Kappe Sinatra (stand up bass, vokal latar) dan Ajie Sinatra (drum) menggebrak para pecinta musik rock dengan lagu-lagu mereka yang beraliran rockabilly nu skool.
Musik »
Terbentuknya Suster Clinic sekitar 2006 lalu tidak ubahnya seperti pergantian musim di sepanjang tahun. Band yang kini berpersonel empat orang, Desta (vokal), Meylia (drum), Marya (bass) dan Monic (gitar) merupakan komposisi baru diawal 2007. Bukan saja formasi, format dan gaya bermain musik pun terus mengalami perubahan dari awal hingga saat ini.
Desta sang vokalis mengaku, dahulu musik dari Suster Clinic lebih ke arah Power Pop, genre Pop dengan musik yang upbeat dan rancak. Liriknya pun mengalun sangat ceria mengikuti cerita keseharian cewek seusia mahasiswa seperti mereka. Dari lirik tentang kegemaran belanja …







