Home » Archive

Artikel mengenai: PKL

Kota Malang »

[8 Mei 2012 | No Comment | ]
Pendaftar Melimpah, Stan ‘Malang Tempo Doeloe’ Terbatas

Perhelatan Festival Malang Kembali (FKM) VII atau yang lebih akrab disebut Malang Tempo Doeloe (MTD) baru akan digelar pada 24-27 Mei mendatang. Namun panitia saat ini sudah kewalahan pesanan stan di MTD.
Hingga saat ini, jumlah pemesan stan mencapai 800 orang. Padahal jumlah stan yang disediakan panitia hanya 400 stan. “Animonya setiap tahun selalu meningkat. Ini me nunjukkan bahwa MTD tela h menjadi idola bagi para pe laku ekonomi untuk me ngais rezeki,” ujar Kadis Kebu da yaan dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wah yuni, kepada Radar, kemarin (6/5).
Berkaca …

Kabupaten Malang, Kota Malang, Sorotan »

[2 Mei 2012 | No Comment | ]
Mengurai Sumber Macet dari Terminal Bayangan

Terminal bayangan merupakan salah satu penyebab keruwetan lalu lintas di Malang Raya. Hanya saja, selama ini pemerintah daerah (pemda) di Malang Raya sepertinya “takut” untuk melakukan penertiban. Padahal, jika pemerintah tegas, masyarakat pasti banyak yang mendukung.
RUWETNYA arus lalu lintas akibat terminal bayangan tak hanya terjadi di Kota Malang. Di Kabupaten Malang, beberapa jalur utama dirusuhi dengan terminal bayangan. Di Kecamatan Singosari misalnya, ada dua titik terminal bayangan. Yakni di depan Pusat Studi Kendedes dan depan Pasar Singosari.
Alasan sopir angkota mangkal di terminal bayangan di …

Kota Malang, Sorotan »

[22 Nop 2009 | No Comment | ]
Pasar Batu Akik di Jalan Majapahit Tetap Eksis Puluhan Tahun

KOTA Malang memang memiliki segudang fenomena. Seiring perkembangan zaman, kota yang dikenal Malang Kota Bunga ini kini menjadi kota mall dan pertokoan buah banyak berdirinya mall dan pertokoan baru. Walhasil, pemerintah kota pun menciptakan slogan Malang sebagai kota wisata belanja.
Memasuki area pasar modern, bukan lantas Kotane Arema ini kehilangan sentuhan tradisional.

Kota Batu »

[11 Agu 2009 | No Comment | ]
Rencana Relokasi PKL Alun-Alun Dan Pembangunan Pasar Wisata Belum Ada Kepastian

Pembangunan pasar wisata di sisi Utara Alun-alun Kota Batu hingga sekarang belum menunjukkan kejelasan. Padahal gagasan untuk melakukan relokasi terhadap para pedagang kaki lima (PKL) sudah muncul sejak tiga tahun lalu.
Malahan dalam kurun waktu tiga tahun itu selalu dimunculkan gagasan melakukan relokasi, namun nyatanya tak pernah relokasi. Kini, ide untuk melakukan pembangunan pasar wisata sebagai tempat yang baru bagi PKL itu muncul kembali.
Menurut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Perekonomian Pemkot Batu, Mariyadi relokasi PKL itu segera dilaksanakan, ketika tempat yang baru sudah tersedia.

Kota Batu »

[10 Agu 2009 | No Comment | ]
Pemugaran Alun-alun Batu Baru Bisa Direalisasikan 2010

Rencana memugar Alun-alun Kota oleh Pemkot Batu urung terealisasi tahun ini. Pemkot hanya menargetkan menyelesaikan konsep perencanaan pembangunan Taman Kota di areal alun-alun itu. Pembangunan tahap awal baru bisa dilaksanakan pada 2010.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) kota Batu, Susetya Herawan mengatakan, untuk perencanaan ini dianggarkan Rp 436 juta dari total anggaran untuk pembangunan Taman Kota dengan konsep modern yang disediakan sebesar Rp 11,4 miliar.

Kabupaten Malang »

[29 Jul 2009 | No Comment | ]
Penataan PKL Di Stadion Kanjuruhan Tunggu Investor

Rencana pengelola Stadion Kanjuruhan di Kepanjen untuk menata para Pedagang Kaki Lima (PKL) terpaksa harus menunggu investor. Dari empat investor yang dikirimi proposal, baru satu investor yang merespon program apik tersebut. Investor itu, sanggup mengucurkan dana untuk penyediaan tenda bagi PKL.
Setidaknya ada empat investor yang dimintai kerjasama penataan PKL di stadion Kanjuruhan. Antara lain, PR Gudang Baru, PT Ekamas Fortuna, PR Adi Bungsu dan PT Indosat. Namun, baru PR Gudang Baru yang menyatakan kesiapannya membuat tenda bagi PKL.

Kota Malang »

[24 Jul 2009 | No Comment | ]
Pedagang Buku Velodrome Akhirnya Bisa Tempati Kios

Tuntutan pedagang buku Velodrome akhirnya terpenuhi. Mereka kini sudah mendapatkan kepastian menempati kios buku Velodrome walaupun kunci bedak belum dipegang oleh masing-masing pedagang. Keputusan ini setelah Dinas Pasar akhirnya mendapatkan lampu hijau dari Bank BRI Martadinata sebagai mitra yang akan memberikan pinjaman kepada sekitar 36 pedagang buku Velodrome. Dinas Pasar lantas pun merencanakan akan meresmikan bedak buku Velodrome pada akhir Juli nanti.
Drs. J. Hartono Kadis Pasar Kota Malang membeberkan, telah terjadi persetujuan terkait pengajuan pinjaman dana dari para pedagang buku Velodrome dari Bank BRI.

Kota Malang »

[21 Jul 2009 | One Comment | ]
Pemborong Minta Jaminan Sebagai Syarat Penyerahan Los PKL Buku Velodrome

Ganjalan dana yang menghambat penyerahan los PKL buku Vellodrome hingga kemarin belum menemukan titik terang. Bahkan, pemborong mengajukan satu syarat pada Dinas Pasar Pemkot Malang jika los-los itu ingin diserahkan kepada pedagang. Syarat tersebut adalah jaminan tertulis dari pemkot tentang tanggungan PKL yang belum tuntas.
Agung Mustofa, pemborong los PKL mengatakan, pengajuan syarat tersebut karena pihaknya tidak ingin rugi. Apalagi, dari 71 pedagang, baru sekitar 16 orang yang melunasi biaya pembangunan senilai Rp 7,5 juta per orang.

Kota Malang »

[18 Jul 2009 | No Comment | ]
Nasibnya Tak Menentu, Pedagang Buku Velodrome Datangi Dinas Pasar

Setelah nasibnya terkatung-katung, sekitar 30 pedagang buku Velodrome kemarin meluruk Kantor Dinas Pasar. Kedatangan mereka meminta kejelasan tentang kapan mulai diperbolehkan untuk menempati kios di Velodrome. Belasan perwakilan pedagang lantas diperbolehkan masuk ke dalam kantor untuk berdiskusi dengan sejumlah staf dinas pasar. Sebab Kepala Dinas Pasar J Hartono tidak berada di tempat.
Slamet Riyadi Kabid Pendataan dan Pemungutan yang mewakili Kadis Pasar J. Hartono kepada pedagang mengatakan, pihaknya akan segera memfasilitasi penyediaan kredit dari Bank di Malang terhadap para pedagang buku.

Kabupaten Malang »

[6 Jul 2009 | No Comment | ]
Gunakan Fasum, PKL Lawang-Singosari Ditertibkan

Satpol PP Kabupaten Malang melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Lawang dan Singosari yang kerap menjadi keluhan. Hanya saja, penataan yang dilakukan kemarin siang itu, focus pada PKL yang memanfaatkan fasilitas umum (Fasum) seperti trotoar dan badan jalan.
Selain melakukan penertiban aparat Satpol PP juga memberikan penyuluhan. Termasuk, pengetahuan mengenai ancaman sanksi kepada PKL yang mokong, yakni kurungan badan selama 6 bulan dan denda Rp 6 Juta.