Home » Archive

Artikel mengenai: kesehatan

Berita, Kota Malang, Sorotan »

[4 Jul 2012 | No Comment | ]
43 Ribu Pasien Ditolak RSSA

Ini kabar buruk bagi para pasien jamkesda asal Kabupaten Malang dan Kota Malang. Sebab, mereka tidak bisa lagi berobat ke RSSA dengan fasilitas jamkesda. Pasalnya, anggaran sharing dari provinsi dan daerah telah habis. Bahkan, untuk pasien jamkes da dari kabupaten telah dihentikan oleh RSSA terhitung mulai kemarin. Sedangkan untuk pasien jamkesda Kota Malang, dinkes rencananya akan menghentikan layanan ke RSSA mulai 15 Juli mendatang. Untuk pasien jamkesda ka bupaten, kebijakan ini di keluarkan RSSA karena anggaran sharing dari provinsi untuk Kabupaten Malang sebesar …

Malang Raya, Sorotan »

[17 Apr 2012 | No Comment | ]
Sugeng, Petugas IRD RSUD dr Soetomo yang Khusus Menggerinda Anggota Tubuh

Pekerjaan Sugeng terbilang istimewa. Di RSUD dr Soetomo, dia satu-satunya pria yang bertugas membebaskan anggota tubuh, baik tangan maupun kaki, yang tak sengaja masuk ke dalam mesin. Atau, mengeluarkan besi yang melingkupi anggota tubuh pasien. Berikut suka duka Sugeng melakoni pekerjaan khusus yang sudah digelutinya selama 15 tahun tersebut.
Tinggi dan kurus. Itulah perawakan Sugeng. Meski demikian, pria 52 tahun itu cukup andal mengoperasikan mesin gerinda, yang menjadi ’’senjata’’ utamanya selama bertugas di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD dr Soetomo. Bisa dikatakan, Sugeng adalah …

Kota Malang, Sorotan »

[9 Apr 2012 | No Comment | ]
Gaya Hidup Orang Malang Rawan Diabetes

Tren masyarakat Malang yang suka gaya hidup santai (sedentary lifestyle) rawan memicu terjadinya penyakit diabetes melitus. Pasalnya, pola hidup santai membuat gerakan tubuh menjadi minim dan bisa menyebabkan obesitas (kegemukan). ”Orang zaman sekarang kalau melakukan berbagai pekerjaan itu kan dengan mudah dan santai. Misalnya, menyalakan televisi tidak perlu berjalan.
Cukup pakai remote. Begitu juga membuka dan menutup pagar atau menyalakan AC. Tinggal pencet remote,” ungkap dr Dicky Kurniawan SpPD, dokter spesialis penyakit dalam dari Dinas Kesehatan Kota Malang, saat ditemui di Puskesmas Cisadea
Pengunjung …

Jatim »

[19 Feb 2012 | No Comment | ]
RSSA Dikirimi Pasien Suspect Flu Burung

Kasus flu burung kembali menghantui warga. Kemarin, RSSA Malang mendapat rujukan pasien suspect flu burung. Pasien yang di ketahui bernama Ponimah, 52, warga Kelurahan Tamanan, Pasuruan, itu datang ke RSSA sekitar pukul 16.00. Ponimah diketahui dua minggu mengalami gejala batuk dan flu yang tak kunjung sembuh.
Bahkan, selama dua minggu ini enam ayam miliknya mati mendadak. Menurut Karju, 52, suami Ponimah yang ditemui Radar di IRD RSSA kemarin, istrinya terserang batuk dan flu sejak dua minggu kemarin. Saat itu Ponimah baru saja menguburkan dua …

Kota Malang, Pendidikan »

[29 Des 2011 | No Comment | ]
Perawat Perlu tahu Cara Perobekan Vagina

Pengetahuan seputar perawatan luka pasca-melahirkan tak hanya mutlak dimiliki dokter. Perawat dan bidan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat juga harus memilikinya.
Direktur Poltekkes RS dr Soepraoen Letkol Ckm dr Nirawan Putranto mengatakan, selama ini bidan dan perawat masih berkutat dengan hal yang sifatnya teks books. Aplikasi di lapangan yang sifatnya mem butuhkan pengetahuan tambahan jarang diperoleh. Misalnya dalam hal membantu persalinan normal seorang ibu serta melakukan episiotomi atau memperlancar persalinan dengan melakukan perobekan vagina atau miss V.
“Padahal, dalam kasus tertentu bidan diperbolehkan daripaa akan terjadi perobekan spontan …

Kabupaten Malang »

[10 Okt 2009 | 2 Comments | ]
Penderita Tipes dan Influenza di Kabupaten Malang Meningkat

Jumlah penderita penyakit tipes di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam dua bulan terakhir ini mengalami peningkatan cukup tajam, yakni dari 1.161 pada Agustus menjadi 1.439 pada September 2009.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Mursyidah menjelaskan dalam dua bulan terakhir ini ada peningkatan jumlah penderita penyakit tipes sekitar 25 persen.
“Peningkatan jumlah penderita ini selain didorong oleh faktor cuaca akibat adanya pergantian musim, juga akibat pola kebersihan masyarakat kurang bagus, baik lingkungan maupun pribadi,” katanya, Kamis (8/10).

Kabupaten Malang »

[3 Okt 2009 | 3 Comments | ]
CJH Kabupaten Keluhkan Biaya Cek Kesehatan

Biaya cek kesehatan calon jamaah haji Kabupaten Malang dikeluhkan salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Pemerintah Kabupaten Malang dituding mematok biaya terlalu mahal dibanding daerah lainnya. Di Kabupaten Malang biaya cek kesehatan bervariasi antara Rp 241 ribu sampai Rp 262 ribu. Padahal di Kota Malang hanya Rp 190 ribu.
Pemilik KBIH Al Falah Singosari Ja’far Shodiq, mempertanyakan mahalnya biaya cek kesehatan CJH di Kabupaten Malang. Dia mengetahui adanya perbedaan harga tersebut karena KBIH Al Falah juga mengirim CJH melalui Kota Malang. Menurut Ja’far, seharusnya tidak ada perbedaan pemungutan biaya cek …

Kota Batu, Sorotan »

[10 Sep 2009 | No Comment | ]
Kurang Manjurnya Obat Puskesmas Paling Banyak Dikeluhkan

Cukup banyak warga Batu menganggap obat yang diberikan puskesmas di Kota Batu kurang manjur. Warga kota apel itu pun menganggap pelayanan kesehatan belum maksimal. Berdasarkan Indeks Pengaduan Masyarakat (IPM) Kota Batu tentang pelayanan kesehatan puskesmas, mencatat kurang manjurnya obat puskesmas paling banyak dikeluhkan.

Kota Batu »

[9 Sep 2009 | No Comment | ]
31 Kasus DBD Kota Batu, Satu Meninggal Dunia

Wabah demam berdarah dengue (DBD) di Kota Batu menelan korban jiwa. Muhammad Mustofa (20) Warga RT 03 RW 09 Kelurahan Temas Kota Batu menghembuskan nafas terakhir, Selasa (8/9).
Korban meninggal dunia ini baru pertamakali pada 2009 ini. Sejak Januari-Agustus 2009 tercatat 31 kasus DBD. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu belum menyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Kepala Dinkes Kota Batu, Wiwiek Suekeisih mengatakan bahwa kejadian ini belum bisa dikatakan sebagai KLB. Dinkes sendiri berjanji segera menurunkan tim untuk menggali informasi atas adanya korban jiwa akibat DBD.

Kabupaten Malang »

[3 Sep 2009 | No Comment | ]
11 Balita Gizi Buruk Meninggal dalam 8 Bulan

Dalam kurun waktu delapan bulan, 11 Balita gizi buruk meninggal dunia. Jumlah itu merupakan total dari 37 Balita dengan kondisi yang sama. Temuan Dinas Kesehatan Pemkab Malang menunjukkan, ada balita gizi buruk yang disertai penyakit atau gejala klinis tertentu.
Kepala Seksi Gizi Masyarakat Dinkes Pemkab Malang Riyanto SKM M,Kes mengatakan sampai saat ini masih ada 10 Balita gizi buruk yang disertai gejala klinis. Sehingga beberapa diantaranya menderita Marasmus (lima Balita), kwasiorkor (tiga Balita) sedangkan dua Balita lainnya tergolong akut karena menderita kombinasi marasmus dan kwashiorkor.