Home » Archive

Artikel mengenai: indie

Musik »

[23 Feb 2009 | No Comment | ]
Bondan Prakoso Tampil Aneh Tapi Menarik

Tampil di penghujung acara, Bondan Prakoso and Fade 2 Black, tidak terlihat loyo. Sebaliknya, bintang tamu, Marlboro Filter Rock Your Night, Sabtu (21/2) malam kemarin, terlihat atraktif.
Naik panggung mulai 22.15, grup band yang dibentuk Bondan Prakoso ini, membawakan lebih dari enam lagu, paduan musik rap dengan aliran hip hop, rock dan funk. Responnya, penonton yang memadati stadion luar Kanjuruhan Kepanjen, tempat acara musik itu digelar, langsung melakukan jump.

Musik »

[14 Jan 2009 | One Comment | ]
Punk Masih Hidup

Aliran musik Punk awalnya mulai lahir sekitar tahun 1970an. Kala itu Punk adalah genre yang lahir untuk memberikan perlawanan pada genre Rock yang sedang merajai tangga lagu dunia. Punk lantas lahir dengan semangat DIY (Do It Your Self) untuk menandingi konsep industrialisasi musik Rock yang telah besar. Munculnya konsep perdagangan Distro (distribution) beberapa tahun terakhir ternyata juga berimbas pada perkembangan komunitas pencinta musik Punk di Malang. Seperti Antiphaty dan Today is struggle, dua band aliran punk yang tetap eksis di dunia musik indie (independence) Malang.

Musik »

[14 Jan 2009 | No Comment | ]
Prihatin Punk Jalanan

Dandanan rambut Mohawk, Spike ataupun Crew Cut lekat dengan aliran Punk. Begitupun dengan asesoris seperti gelang paku, rantai atau sepatu lars dan jins belel yang terkesan kotor sering digunakan oleh para punkers.
Dandanan tersebut merupakan symbol pemberontakan dari pandangan hidup umum yang dianggap sebagai akibat dari industrialisasi. Sebagai simbol, Punk tidak harus berwajah sangar dan brutal seperti itu. Semboyan Punk adalah pilihan atau ideology dalam menjalani hidup, Punk Is In The Heart.

Berita, Kota Malang, Musik »

[9 Agu 2008 | 5 Comments | ]

Jumat sore kemarin Arema Voice menggelar pra launching album kelima yang digelar di Cinemax Café Sawojajar Malang. Acara yang dihadiri salah satu pendiri Arema, Lucky Acub Zaenal tersebut berlangsung cukup meriah.
Selain tasyakuran, dalam acara yang bertajuk “Dari Arek Malang untuk Aremania” Arema Voice juga memutar video klip beberapa lagu mereka termasuk yang terdapat dalam album terbaru.

Berita, Kota Malang, Musik »

[5 Agu 2008 | No Comment | ]

Dahsyat!! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan gelaran A Mild Live Soundrenalin 2008 Free Your Voice, di Lapangan Rampal. Puluhan musisi papan atas Indonesia menepati janjinya untuk menampilkan performa terbaik di hadapan sekitar 80 ribu musik mania yang memadati venue mulai Minggu pagi hingga Senin dini hari.
Tiga panggung disediakan sebagai tempat para musisi untuk menyuarakan kebebasannya. Dua panggung utama, A Mild Stage dan Simpati Stage, serta panggung Talent Stage untuk musisi indie.

Kota Malang »

[19 Jun 2008 | No Comment | ]

Pemutaran film tamu The Conductor dan workshop video klip oleh Agung Priambodo dalam rangkaian Mafvie Fest 2008 di Dome UMM Rabu (18/6) kemarin, dihadiri ratusan para pecinta film dari berbagai daerah.
Para mahasiswa itu memadati ruang basement Dome UMM, saat pemutaran film The Conductor, film dokumenter yang berdurasi 76 menit tersebut cukup membuat para pecinta film tertegun oleh olahan gambar yang diramu Andi Bachtiar Yusuf sang sutradara.

Kota Malang »

[18 Jun 2008 | 6 Comments | ]

Perkembangan film Indie di Malang kian hari kian meningkat. Sineas-sineas muda bergantian muncul ke permukaan. Hal tersebut menarik minat KINE Club (Kelompok Studi Sinematografi) UMM menggelar ajang Festival Film Indie.
Festival yang dikemas dengan tajuk MAFVIE (Malang Film Video Festival) itu didukung Malang Post. Penyelenggaraannya berlangsung selama tiga hari berturut-turur di Dome UMM. Mulai Senin (16/06) sampai Rabu (18/06).

Kota Malang, Musik »

[14 Apr 2008 | 3 Comments | ]

Mereka mengejar kenikmatan bebas berkarya. Mendobrak dominasi Jakarta, mendobrak kukuhnya jaringan distribusi musik yang dikuasai para juragan di Glodok.
Pasar Band Indie namanya. Muput, pol seharian, dari pagi hingga sore. Ada 124 grup band genjrang-genjreng bergiliran di 20 panggung. Ribuan penonton tumplek di hamparan panggung di jalanan. Menyanyi, berjoget, berteriak bersama. Tangan mengacung ke atas, rambut gondrong dikibaskan, badan diputar-putar liar. Semua riang, semua senang.