Artikel mengenai: HIPPAM
Kota Batu »
Sedikitnya 140 warga kelurahan Temas terpaksa berhenti bekerja sebagai tenaga kasar (kuli bangunan) di proyek air bawah tanah (ABT) Museum Satwa atau Jatim Park 2 yang ditutup oleh pihak pengelola. Imbasnya, warga yang berada di kelurahan itu terpecah menjadi 2 kubu. Ada kubu yang pro pembangunan dan yang kontra pembangunan ABT.
Kubu yang pro ABT, meminta warga yang diberhentikan sebagai tenaga kasar (kuli bangunan) di museum satwa kembali ditarik bekerja lagi. Sebagai kompensasinya, mereka siap memberikan pasokan air himpunan pengguna air minum (HIPAM) wargaTemas untuk kebutuhan air di museum.
Ketua RW …
Kota Malang »
Pelayanan PDAM di Kota Malang, belum sepenuhnya bisa memuaskan pelanggan. Terlebih-lebih, tarifnya yang terus naik. Tak heran kalau banyak warga yang memilih tetap menggunakan sumur atau justru HIPPAM.
Bagi sebagian warga, pelayanan PDAM, tak ubahnya nama itu sendiri. Perusahaan Daerah Air Minum, tapi airnya tidak bisa langsung diminum.
Terlebih dengan tarif yang terus naik dan relatif mahal, membuat sebagian besar warga Malang, harus kembali mengelus dada. Diantara himpitan beban hidup yang kian susah akibat keadaan ekonomi, tidak jarang mereka memilih untuk tidak menjadi pelanggan PDAM.
Kota Malang »
Tidak semua warga Kota Malang, dengan suka rela menjadi pelanggan PDAM. Ada juga yang terpaksa berlangganan, karena tidak ada pilihan lain.
Memilih PDAM sebagai pemasok air, bagi warga Kota Malang, memang suatu kebutuhan. Tapi di bagian lain, ada warga kota yang justru seperti makan buah simalakama. Betapa tidak, PDAM satu-satunya pemasok air, meski untuk mendapat pasokan air, tidak selancar saat mereka bayar rekening.
Kota Malang »
Rencana kenaikan tarif PDAM, ternyata belum banyak di ketahui warga. Kenaikan tarif sebesar 30 persen yang akan dilakukan per Pebruari nanti, dinilai terlalu berat oleh warga. Namun mereka juga pasrah dan tetap menggunakan PDAM jika tarif ternyata naik.
Seperti dikatakan Mujiati (47) ,warga Jalan Mergan Lori Gg 2 Sukun Malang. Ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai guru sebuah SMP Negeri ini mengaku belum mendengar rencana tersebut.
‘’Masak sih naik, jangan dinaikkan lagilah. Masak setiap tahun naik. Yang sekarang saja sudah mahal, bagaimana kalau naik lagi,’’ sebut ibu dua putra ini.







