Artikel mengenai: arema
Malang Raya »
Kabar yang menyebut Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid akan datang ke Malang, untuk membacakan langsung surat pencabutan sanksi bagi Aremania, tampaknya bakal menguap begitu saja.
Pasalnya, Nurdin Halid sendiri mengaku tidak pernah menyampaikan rencana tersebut. Bahkan Nurdin memilih berangkat ke Malaysia, untuk bertemu AFC. Informasi yang beredar, Nurdin ingin menyampaikan hasil raparnas yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, awal pekan kemarin.
‘’Saya tidak pernah menyampaikan kepada siapapun, bahwa saya akan ke Malang untuk menyerahkan SK pencabutan yang saya sampaikan ketika kelompok Aremania menemui saya,’’ tulis Nurdin melalui sms
Kabupaten Malang, Malang Raya, Utama »
Aremania se Malang Raya terus berupaya merapatkan barisan jelang Arema kembali tampil di laga Super Liga. Dukungan penuh siap kembali mereka suguhkan demi memompa semangat tanding Suroso dkk agar tim memenangkan laga. Aremania ingin berjuang bersama-sama para punggawa Arema demi mendongkrak performance tim.
Upaya itu salah satunya ditunjukkan Aremania dengan mengagendakan acara silahturahmi bersama antar korwil se Malang Raya. Kali ini, sebagai sang pionir kegiatan adalah Korwil Aremania Lereng Gunung Semeru Poncokusumo. Jika tidak ada halangan, kegiatan ini digeber tepat di depan halaman sekretariat korwil, Jalan Raya no 44 Karanganyar …
Malang Raya »
Dunia MC sudah digeluti Ovan Tobing atau yang akrab dipanggil OT sejak muda. Suaranya yang keras dan menggelegar merupakan ciri khasnya kala memulai karirnya menjadi MC sekitar 1980-an lalu. Karakter suaranya itulah yang kemudian dimanfaatkannya untuk meredam kerusuhan di acara-acara yang banyak mengundang massa.
Di usianya yang sudah setengah abad lebih, OT membiarkan rambutnya yang memutih tetap gondrong. Baginya, rambut gondrong sebahu merupakan trade mark-nya. Beberapa tahun yang lalu, dia sempat mencukur pendek rambutnya karena ingin merasakan sesuatu yang beda. Namun, dia malah mendapatkan protes dari teman-temannya.
Kota Malang, Musik »
Eksistensi tim sepakbola kebanggaan Kota Malang, Arema selama ini ternyata mendongkrak kecintaan Aremania untuk terus mendukungnya. Salah satu bentuk yang muncul adalah memberikan dukungan berupa yel-yel saat tim Arema berlaga di kandang ataupun laga away.
Tidak hanya itu, dua band asal Malang, Arema Voice dan d’Kross, memposisikan dirinya sebagai band sejati pendukung Arema Malang. Jejak langkah dua band besar ini, akhirnya diikuti beberapa personil band-band café untuk membentuk grup band baru. Namanya, Can A Rock. Grup band ini, akhir pekan lalu melaunching keberadaan band tersebut dan beberapa lagu barunya di Cinamex …
Malang Raya »
Sebelum jatuh sanksi Komisi Disiplin PSSI bahwa Aremania dilarang memakai kostum dalam pertandingan resmi selama dua tahun, laga Arema selalu diwarnai lautan biru. Ya, hamparan biru itu berasal dari merchandise Arema seperti kaus dan slayer. Siapa pioner lautan biru itu?
Liga Kansas 1998. Arema, tim kebanggaan kera-kera Ngalam, tengah bertanding menjamu tamunya di Stadion Gajayana. Beribu-ribu suporter Aremania datang ke Gajayana untuk memberikan dukungan terhadap Arema.
Salah satu di antara Aremania itu, ada sosok bernama Ivan Syahrul. Bukan sekali itu saja Ivan datang ke Gajayana guna men-support tim kesayangannya bertanding. Tiap Arema …
Berita, Indonesia, Kota Malang »
(foto: nurdiansah / malang post)Skuad Arema mengakhiri paceklik kemenangan menyusul selalu gagal di enam pertandingan Superliga. Sore kemarin, tuan rumah Singo Edan membungkam tamunya PSMS Medan dengan skor tipis 4-3 (1-2). Butuh kerja keras bagi Suroso dkk untuk dapat mengantarkan tim merealisasikan ambisinya meraup angka sempurna di match day ke 15. Pertandingan kedua tim itu berjalan menarik karena terjadi pesta gol.
Kemenangan tersebut sangat dramatis bagi skuad Arema. Pasalnya, PSMS yang tampil nothing to lose sejak kick off pertandingan malah mampu memberikan perlawanan sengit terhadap Arema. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini …
Berita, Indonesia, Kota Malang, Malang Raya »
Jika tidak ada perubahan, hari ini tiga punggawa Arema bakal disidang Komisi Disiplin (komdis). Meskipun demikian sudah ada bocoran bahwa Komdis PSSI tidak akan memberi ampun kepada mereka.
Diduga ada ‘tangan yang tak terlihat’ yang bermain di balik keputusan Komdis untuk menggembosi Arema. Caranya, dengan memberikan sanksi tambahan terhadap Emile Bertrand Mbamba.
Andai normal-normal saja. Mbamba sudah bisa tampil saat Arema dijamu Persela, Sabtu (29/9) malam nanti. Namun, bisa jadi dalam sidang hari ini, Komdis akan menambah hukuman Mbamba.
Berita, Indonesia, Kota Malang, Malang Raya »
Entah apa kesalahan Arema terhadap PSSI. Sepertinya, otoritas sepak bola nasional ini, tidak mau melihat skuad berjuluk Singo Edan berprestasi. Betapa tidak, meski banyak klub lain melakukan kesalahan, tapi hukuman yang diterima Arema lebih berat. Kerusuhan di Makassar yang diperbuat suporter PSM, hanya menghasilkan sanksi larangan satu tahun bagi suporter PSM.
Tapi ketika Aremania berbuat onar di Kediri, yang tidak berbeda jauh dengan di Makassar, Komisi Disiplin langsung memvonis tiga tahun larangan masuk stadion di Indonesia
Berita, Indonesia, Kota Malang, Malang Raya »
(foto:Nurdiansyah/Malangpost)Tak tersentuhnya wasit dan dua asistennya yang memimpin laga Arema versus PKT Bontang, Sabtu (13/9) lalu, menimbulkan tanda tanya besar. Padahal, kepemimpinan wasit Suprihatin plus Muchli dan Hakim Bahar, para asistennya, dinilai menjadi pemicu kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Karena Suprihatin, sering memberikan keputusan yang kontroversi.
Apalagi sanksi yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, hanya ditimpakan kepada Ekoyono Hartono dan Kurnia Meiga. Bahkan keduanya yang dianggap menyulut kerusuhan.
Berita, Indonesia, Kota Malang, Malang Raya »
Awan kelam tampaknya belum beranjak dari skuad Arema. Dalam sidang Komisi Disiplin PSSI kemarin di Sekretariat PSSI, dua punggawa Arema mendapat sanksi berat.
Manajer Arema, Ekoyono Hartono dilarang aktif dalam sepak bola nasional selama enam bulan, plus denda Rp 30 juta. Yang lebih berat lagi, kiper Kurnia Meiga, justru diskorsing selama satu tahun plus denda Rp 50 juta. Keduanya dianggap melanggar Kode Disiplin Pertandingan, pasal 53 ayat 1.






