Home » Archive

Artikel mengenai: agribisnis

Berita, Kota Batu, Kota Malang, Pendidikan »

[9 Agu 2008 | No Comment | ]

Ir Sudarto, Retno Suntari dan tiga putrinya berfoto seusai ujian doktor di Pasca UB kemarinPerubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi di dunia, berimbas pada berubahnya jenis tanah yang ada di Batu. Sehingga kalau dulu Apel bisa ditanam di daerah yang ketinggiannya 700 dpl, kini di Batu idealnya Apel bisa ditanam di daerah yang ketinggiannya 800 dpl.
Hal ini terungkap dalam disertasi ujian Doktor Ir Sudarto MS, kemarin. Dosen jurusan tanah ini melaksanakan ujian disertasi dengan mempertahankan tulisannya berjudul Kajian Sistem Informasi Pengelolaan Sumberdaya Lahan di Kota Batu.

Berita, Indonesia, Kota Malang, Pendidikan »

[9 Agu 2008 | One Comment | ]

Ketua STPP Dr Ir Harniati, M Sc mewisuda 129 mahasiswanya, kemarin.
Departemen Pertanian meluncurkan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) pada 2008 ini. Program itu dimaksudkan untuk penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan di pedesaan. Sekaligus mengurangi kesenjagan pembangunan antara wilayah pusat dan daerah, serta antar subsektor.
Hal tersebut tertuang dalam SK Menteri Pertanian RI, yang dibacakan Dirjen Tanaman Hortikultura, Dr Ir Ahmad Dimyati MS, dalam acara wisuda Sarjana Sains Terapan, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang tahun Akademik 2007-2008, kemarin.

Berita, Kota Batu, Malang Raya »

[9 Agu 2008 | No Comment | ]

Warga Kecamatan Junrejo manfaatkan musim kemarau dengan tanaman brokoli
Junrejo merupakan salah satu Kecamatan di Kota Batu. Secara umum semua desa dan kelurahan di Batu memiliki topografi pada dataran tinggi. Dengan kondisi topografi pegunungan itu menjadikan mayoritas penduduk menitikberatkan pada sektor pertanian.
Pada musim kemarau ini, banyak daerah yang mengalami kekeringan. Sulitnya air menyebabkan tanah tandus yang tidak bisa ditanami. Namun keadaan itu tidak terjadi di daerah Batu.

Berita, Indonesia, Kota Batu, Malang Raya »

[9 Agu 2008 | No Comment | ]

Harga bawang merah turun drastis dari Rp 12 ribu per kilogram menjadi Rp 6 ribu perkilogram. Meski tidak sampai merugi, petani tetap kecewa dengan hasil panen yang tidak sesuai harapan.
Ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) padi dan bawang merah Kota Batu, Junimoyo menilai hal itu akibat sikap petani yang latah menanam komoditas pertanian yang sedang mahal saat itu. Jika harga bawang merah tinggi, banyak petani menanam tanpa mempertimbangkan masa panennya.

Kota Malang, Pariwisata, Pendidikan »

[8 Agu 2008 | No Comment | ]

Kegiatan Outbond siswa-siswi SD di Kampus STPP, yang menjadi Agro Wisata Pendidikan.
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang mencanangkan Program Agro Wisata Pendidikan. Program tersebut merupakan bentuk pengabdian UPT Departemen Pertanian RI terhadap masyarakat. Dengan harapan, minat generasi muda di bidang pertanian bisa kembali bergairah.
“Agro Wisata Pendidikan ini bisa menjadi jembatan untuk second generation problem. Sehingga pemuda dengan intelektual yang matang mau mengembangkan sektor pertanian,” kata Ketua STPP Malang Dr Ir Harniati M.Sc

Kota Malang »

[21 Jul 2008 | No Comment | ]

Meski pasar sedang sepi, konsumen yang kebanyakan pecinta tanaman hias masih menggerakkan bisnis potensial iniPasar tanaman hias memang tidak seheboh sebelumnya, saat demam Anthurium melanda di seluruh pulau Indonesia. Meski demikian, bukan berarti bisnis tanaman hias mati suri. Pembuktian eksisnya bisnis tanaman hias berusaha ditunjukkan dalam Pameran Tren Tanaman Hias 2008 di Dieng Plaza.
Pameran yang dimulai kemarin hingga Minggu (27/7) mendatang menampilkan aneka tanaman tren terbaru. Diantaranya yang sedang populer ialah Sanseviera dan Aglaonema. Marketing Dieng Plaza, Fitri Rahayu mengatakan, pameran ini sengaja digelar di tengah sepinya pasar tanaman hias.

Kota Batu, Malang Raya, Pariwisata »

[6 Jul 2008 | No Comment | ]

Ketua TP PKK Kota Batu, Dewanti Rumpoko memetik jeruk keprok Batu 55 yang menjadi unggulan Kota Batu di Field Day Balitjestro 2008Keberadaan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) di Kota Batu belum maksimal dimanfaatkan Pemkot Batu. Padahal, banyak daerah di luar Kota Batu yang memanfaatkan keberadaan Balitjestro untuk pengembangan pertanian di daerahnya.
Hal itu diakui Kepala Balitjestro di Kota Batu, Ir. Arry Supriyanto. Menurutnya, banyak inovasi teknologi yang dihasilkan Balitjestro, tapi belum dapat dimanfaatkan petani buah-buah subtropika yang ada di Kota Batu.

Kota Batu, Malang Raya, Pariwisata »

[5 Jul 2008 | No Comment | ]

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko saat pembukaan Field Day Balitjestro 2008, di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Jalan Raya Tlekun, Junrejo, Batu, kemarin sore.Potensi agribisnis hortikultura, khususnya tanaman buah-buahan di masa mendatang masih tetap mempunyai peranan yang penting dalam menunjang tumbuhnya sektor perekonomian di Kota Batu. Hal ini diungkapkan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko di sela-sela sambutannya dalam pembukaan Field Day Balitjestro 2008, di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Jalan Raya Tlekun, Junrejo, Batu, kemarin sore.
“Tak hanya even seperti Field Day Balitjestro 2008 ini …

Kota Batu, Malang Raya »

[4 Jul 2008 | No Comment | ]

Kota Batu tidak hanya terkenal dengan buah apel. Sejak zaman Belanda sekitar tahun 1938-1950 Batu juga dikenal dengan buah jeruknya yang manis yang bercita rasa tinggi, jeruk keprok Punten. Tapi, akibat wabah penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) yang terjadi pada 1985, populasi Keprok Punten terus menurun, bahkan sekitar 1992 diberitakan hampir punah.
Pada Field Day yang digelar Balitjestro Kota Batu mulai hari ini, masyarakat dapat menikmati lagi kenikmatan jeruk keprok Punten yang kini berubah menjadi Keprok Batu 55. Bahkan, pengunjung Field Day dapat memetik langsung dari pohonnya yang …

Malang Raya »

[10 Mei 2008 | No Comment | ]

Kelompok Peternak Kambing Peranakan Ettawa (P.E) Suka Tani di Dusun Argo Suko Desa Argoyuwono Kecamatan Ampelgading mengangkat nama Kabupaten Malang ke kancah Nasional. Kelompok itu resmi mewakili Provinsi Jawa Timur pada lomba kelompok Tani Ternak tingkat Nasional bersama dua Kabupaten lain.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Endy Kusaeri mengatakan sebelum maju ke tingkat nasional, kelompok Suka Tani berhasil menjadi juara satu kelompok tani ternak tingkat Jawa Timur.