Obati Galau dengan Alquran
Fenomena kegalauan saat ini kerap melanda kaum muda muslim. Ironisnya, di saat sedang galau, kebanyakan mereka melampiaskan kegalauan itu lewat jejaring sosial seperti facebook, maupun twitter. Pada hal sesungguhnya, dalam ajaran Islam ketika hati dan jiwa sedang sedih, membaca dan meresapi Alquran adalah obatnya. Tiap ayat Alquran merupakan obat sebagai penawar problem yang menimbulkan ketidaknyamanan hati. â€Pelarian ke media sosial atas permasalahan yang dihadapi tidak menyelesaikan masalah,†kata Andi Tricahyono, dalam acara Café Ramadan di Perpustakaan Kota Malang kemarin.
Pria yang menjabat pengawas My Life (lembaga pembinaan remaja dan pemuda bidang agama Islam) ini menilai, pemuda muslim sudah mulai banyak yang lupa dengan Alquran. Ada semacam pergeseran kebiasaan di kalangan kaum muslim. Mereka sudah mulai enggan menjadikan Alquran sebagai pegangan dalam hidup. Sebaliknya yang terjadi, ketika menghadapi masalah justru berbagi dengan media sosial. Kaum muda sering melampiaskan permasalahan masa remaja mereka pada media sosial tersebut. Pada hal media sosial itu banyak umpatan, makian atau bahkan kesedihan dan penyesalan yang muncul. Dia mengatakan hal seperti itu tidak me nyelesaikan masalah, malah berpotensi menambah masalah karena juga berpotensi menjadi gosip.

Jamaah Masjid Agung Jamik Kota Malang sedang tadarus di halaman masjid.
Menurut Andi di hadapan sekitar 70-an audiens, kegalauan itu lanjut dia bisa ditenangkan jika mau membaca Alquran. Karena kitab suci umat Islam ini memiliki keutamaan sebagai obat hati dan peningkat kecerdasan. Dia memaparkan ke unggulan Alquran, di antaranya secara sastra memiliki nilai sastra yang sangat tinggi. Redaksionalnya juga indah, apalagi jika dilantunkan dengan suara yang bagus. Ayat Alquran juga terbukti ilmiah berdasar banyak penelitian. â€Jadi Alquran itu tidak perlu diragukan kesahihannya, apalagi untuk obat hati,†terang Andi.
Andi menyebut, metode yang bisa dipakai seseorang yang sedang galau hendaklah membuka Alquran secara acak. Seteah itu baca salah satu ayat di halaman tersebut dan cari terjemahan dari ayat itu.â€Insyaallah akan ada jawaban dari permasalahan itu, seperti yang saya lakukan selama ini, apalagi di bulan Ramadan yang penuh ampunan ini †ungkap alumnus Universitas Brawijaya ini.
Di bulan Ramadan ini, imbuh dia, membaca Alquran memiliki pahala yang luar biasa besar. Sehingga selain akan mendapat jawaban atas kegalauan hatinya, pem baca Alquran juga ada jaminan pahala. â€Memang untuk limpahan pahala ini abstrak, tapi yakinlah semua itu tidak lagi abstrak nanti di hadapan Allah,†tandas dia. (ziq/abm)
Sumber: Radar Malang
Keywords: islam, Perpustakaan Kota Malang, UB- Berita Lainnya :
- Satukan Bangsa Melalui Busana Adat
- Lupakan Persipura, Fokus pada Persela
- Pengaman Saat Pilwali Diperketat
- Pemanfaatan Air Wudhu untuk Tanaman
- Duta Bhawikarsu SMAN 3 Harus Jadi Teladan yang Baik
- Kemungkinan Rotasi Sangat Besar di Lini Tengah-Belakang
- Yohana Turut Meriahkan Pameran Wedding di MOG
















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar