Home » Kota Malang, Utama

Marsini, Warga Tunjungrejo yang Kedatangan Tamu Istimewa Mensos Salim Segaf Al Jufri

16 Juli 2012 No Comment

Tak banyak warga miskin yang bisa melihat secara langsung pejabat setingkat menteri. Namun, kemarin merupakan hari bahagia bagi Marsini, warga Tunjungrejo, Sukun. Sebab, dia mendapat tamu istimewa, yakni Mensos Salim Segaf Al Jusfri.

RUMAH Marsini yang berada di Jalan Gempol RT 09/09 Kelurahan Tanjung Rejo, Sukun sore kemarin sekitar pukul 14.30 terlihat ramai. Puluhan warga dan pegawai dari Kementerian Sosial RI serta awak media baik cetak maupun elektronik terlihat mondar-mandir di depan rumah berukuran sekitar 3 x 4 meter. Dinding rumahnya juga terbuat dari besek (anyaman bambu) yang dicat putih tampak dibiarkan kusam.

Maklum, kemarin Marsini mendapat tamu istimewa karena akan disambangi Mensos Salim Segaf Al Jufri dalam kunjungannya ke Malang dan sekaligus menutup rakernas PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) di Wisma Unio, Jl Jaksa Agung Suprapto.

Sekitar pukul 14.55, rombongan Mensos didampingi istrinya Zaenab Alwi Basri datang ke rumah Marsini. Melihat kedatangan Mensos itu, Marsini yang mengenakan jarit dan baju abu-abu serta kerudung warna biru terlihat sumringah sambil menyalami semua tamu yang masuk ke rumahnya. “Monggo-monggo (marimari),” ujar Marsini sambil tersenyum terus mengembang.

Mensos Salim Segaf Al Jufri (berbaju batik) memegang tangan Marsini.

Mensos Salim Segaf Al Jufri (berbaju batik) memegang tangan Marsini.

Setelah berbasa-basi sejenak, Salim langsung blusukan ke dalam rumah Marsini. Salim dan istrinya agak terkejut, karena melihat dapur Marsini terlihat berantakan. Apalagi tempat tidur hanya terlihat kasur kusam menyatu dengan dapur.

Selain itu, Marsini juga tidak punya MCK atau kamar mandi. “Kalau mandi dan buang air besar Bu Marsini ke sungai Pak Menteri. Tapi tak hanya Marsini, warga lainnya juga banyak yang belum memiliki MCK,” ucap Ketua RW 09 Najib Ahmad Marwan yang kebetulan ikut mendampingi Marsini.

Setelah mengamati seluruh sudut rumah Marsini, Zaenab terlihat menitikkan air mata sambil memeluk Marsini. Perempuan berjilbab merah itu mengusap air mata yang masih menetes. “Kasihan ibu ini (Marsini). Beliau layak dibantu,” kata Salim sambil matanya berkaca-kaca sambil menepuk pundak Marsini.

Tak berselang lama, seorang staf Kementerian Sosial langsung memberikan bantuan paket sembako yang dibungkus kertas warna coklat senilai Rp 250 ribu. Tak hanya itu, Salim juga menyerahkan bantuan uang tunai Rp 2 juta yang dibungkus amplop warna putih. Mendapat bantuan itu, wajah Marsini semakin berseri-seri dan mengumbar senyum sambil menatap Salim dan Zaenab. “Maturnuwun (terima kasih) Pak Menteri,” kata salah satu staf Mensos RI yang membisiki telinga kiri Marsini.

Maklum, di usianya yang sudah 70 tahun, pendengaran Marsini agak terganggu. Sehingga setiap kata yang diucapkan Marsini selama berkomunikasi dengan Salim harus dibimbing staf Mensos dan warga sekitar. Ucapan itu kemudian ditirukan Marsini. “Maturnuwun Pak Menteri,” ucap Marsini dengan nada lantang.

Tak hanya itu, Salim langsung meminta kepada Dirjen Rehabilitasi Sosial Hartono Laras untuk mendata berapa rumah yang tidak layak di sekitar rumah Marsini. “Kami minta perangkat RT/RW setempat langsung buat permohonan ke kami untuk diadakan bedah rumah Ibu Marsini,” kata Salim yang disambut anggukan Najib Ahmad Marwan. “Yang terpenting warga mau membantu membangun rumah Bu Marsini kan?” kata Salim yang dijawab setuju oleh warga yang hadir.

Saat rombongan mau pulang, Marsini juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Salim dan rombongan. Lucunya, tak hanya ucapan terima kasih. Akan tetapi, Marsini juga menambahkan ucapan Indonesia Merdeka. “Maturnuwun Pak Menteri, Indonesia Merdeka,” teriak perempuan yang sehariharinya menjadi pemulung ini. Bahkan ucapan itu diulang sampai tiga kali yang disambut tawa para warga dan pejabat yang hadir.

Mengapa Marsini disambangi menteri? Meski menjadi pemulung, perempuan yang hidup sebatang kara ini dikenal ringan tangan oleh warganya. Buktinya, setiap bangun pagi, Marsini tidak hanya membersihkan halam depan rumahnya. Akan tetapi, perempuan yang rambutnya sudah memutih ini juga suka membersihkan halaman tetangganya yang kebetulan jalan gang dengan ukuran sekitar 2,5 meter.

“Setiap hari dan dilakukan beberapa tahun, Ibu Marsini ini membersihkan halaman depan rumah tetangganya tanpa pamrih. Hal itu yang tidak dilaksanakan warga lainnya,” kata Najib. Selain itu, selama ini Marsini juga tinggal sebatang kara. Konsistensi dan kegigihan Marsini yang membuat Gito, salah satu warga yang kebetulan mengenal Salim mengusulkan agar diberi bantuan. Dan ternyata, usulan warga itu diterima Salim dan diberikan bantuan kemarin.

Setelah berkunjung ke Marsini, Salim kemudian meneruskan untuk mengunjungi Sulaiman, warga RT 03/96, Kelurahan Tanjung Rejo. Sulaiman dikunjungi Salim lantaran dia merupakan orang yang cacat sejak lahir lantaran tidak memiliki kaki. Sehingga untuk jalan, Sulaiman duduk sambil mengenakan kursi yang bawahnya diberi roda. Bahkan, Salim dan Zaenab menyempatkan mengobrol seputar kehidupan suami Nurhayati itu. “Saya hidup dengan usaha membuka toko peracangan kecil-kecilan Pak Menteri,” kata Sulaiman yang mengenakan baju putih dan kopiah warna putih.

Hanya 10 menit Salim bercengkrama dengan keluarga Sulaiman serta warga lainnya. Sedangkan dalam kunjungannya ke Malang, Salim menutup rakernas PMKRI serta memberikan bantuan sosial kepada kelompok usaha bersama (Kube) untuk Pemkot Malang senilai Rp 400 juta. Bantuan tersebut diterimakan kepada Sekkota Shofwan.

Untuk Kabupaten Malang diberi bantuan sebesar Rp 1,1 miliar untuk 55 Kube. Sehingga per kelompoknya mendapatkan bantuan Rp 20 juta. Bantuan diserahkan kepada Bupati Malang Rendra Kresna. “Semoga lewat program Kube ini pemberdayaan masyarakat miskin terus digalakkan. Harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan anggota yang tergabung di Kube tersebut,” Menteri asal PKS ini.

EKO AGUS PRASETYO
(*/ziz/radarmalang)

Keywords: , , , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar