Kecewa Komuter, Kota Usul Urunan Kereta Kolong
Gagalnya uji coba kereta komuter jurusan Lawang – Kepanjen juga memantik kekecewaan Pemkab Malang. Sebab, hal ini membuat layanan untuk warga kabupaten yang seharusnya bisa menikmati komuter jadi terganggu. Salah satu solusi yang kini diusulkan adalah membuat kereta kolong di Malang.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Kadishubkominfo) Kabupaten Malang Nazarudin Selian secara tegas mengatakan, komuter yang diujicobakan tersebut sangat tak layak. “Yang uji coba kemarin itu tidak layak,” tegas Nazar. Namun Nazar tak tahu alasan PT Inka mengirimkan komuter yang tidal layak.
Padahal ada 5 unit komuter yang disiapkan. Kesemuanya diduga masih baru. “Saya tidak tahu maksudnya apa. Mestinya komuter yang mampu saja yang diujicobakan,” tambah pria berusia 50 tahun itu.

Petugas membenahi kereta komuter yang mogok di Lawang pada Rabu (11/7). Rencananya, komuter ini akan tetap launching sebelum Ramadan.
Dalam waktu dekat ini, Nazar akan berkoordinasi dengan Dishub Kota Malang, Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim, PT Inka, PT KAI dan Kemenhub untuk mencari solusi. Jangan sampai setelah dioperasikan tiba-tiba mogok. Sebab, dampaknya bisa merugikan penumpang. “Kami akan minta solusi,” kata dia.
Kabid Perkeretaapian Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim Isa Anshori menambahkan, rapat koordinasi tersebut akan membahas masalah teknis dan non-teknis. Terkait pembahasan teknis, pihaknya akan mengevaluasi matinya mesin saat uji coba komuter pada Rabu (11/7) lalu. “Kalau masalah non-teknis, ya tenaga operasional komuter,” kata dia.
Disinggung mengenai ketidaklayakan komuter, Anshori tak berani memastikan. Menurutnya, kelayakan komuter tergantung penilaian PT Inka dan PT KAI. Sebab, komuter tersebut diproduksi PT Inka. “Saya tidak tahu. Tergantung PT Inka dan PT KAI,” kata dia.
Sebagaimana diketahui, uji coba komuter jurusan Lawang – Kepanjen pada Rabu (11/7) lalu gagal. Komuter yang membawa penumpang personel Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim, Dishub Kota Malang, Dishubkominfo Kabupaten Malang, Kemenhub, PT KAI dan PT INKA itu mogok dua kali, yakni di Stasiun Sengon, Pasuruan dan Stasiun Lawang, Kabupaten Malang. Akibatnya, komuter dikembalikan ke Surabaya.
Sedangkan Kadishub Kota Malang M. Yusuf mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong semua pihak agar di Kota Malang atau Kabupaten Malang bisa dibangun kereta kolong.
Sehingga komuter ini bisa beroperasi di wilayah Lawang- Kepanjen yang notabene rel kereta apinya tidak terlalu curam naik turunnya. Dengan demikian, tidak akan ada masalah yang signifikan ketika komuter dijalankan.
Memang, kata dia, butuh anggaran besar untuk bisa membangun kereta kolong yang dipergunakan untuk mengecek kondisi komuter saat digunakan. Akan tetapi, biaya tersebut bisa dipikul bersama dengan Dishub Kota Malang, Dishub Kabupaten Malang, Dishub Propinsi Jatim dan Departemen Perhubungan.
“Substasinya komuter ini harus dioperasionalkan untuk menekan kemacetan lalu lintas. Ini yang harus dikedepankan bersama,” tandas dia. (dan/gus/ziz/radarmalang)
Keywords: Dishub, INKA, KAI, Kemenhub, Komuter, Lawang– Kepanjen- Berita Lainnya :
- Kebutuhan Pokok Meroket, Disperindag Gelar Pasar Murah
- SBMPTN Lengkap dengan Metal Detector
- Polisi Tidur Tambah Bikin Celaka
- Geng Motor Bacok Empat Pemuda Sawojajar
- Arema Cronous Semakin Sulit Kejar Juara
- Warga Kabupaten, Ubah Kotoran Sapi Jadi Biogas dan Pupuk Organik
- Wisuda SMKN 1 Turen Ditaburi Prestasi Membanggakan
















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar