Tergolong Mampu, 12 Bidik Misi Dicoret UM
Tahun ini kecurangan yang dilakukan peserta SNM PTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) jalur undangan bidik misi masih terulang. Kemarin Universitas Negeri Malang (UM) mencoret 12 peserta bidik misi jalur undangan.
Alasannya, setelah dilakukan verifikasi data ke lapangan (home visit), antara data yang diberikan kepada panitia dan kenyataan tidak sama. Kecurigaan tim UM beberapa hari lalu (4/7) ternyata terbukti.
“Kami sudah mencoret 12 peserta penerima bidik misi. Sebab, setelah kami lakukan verifikasi data, ternyata mereka tergolong keluarga mampu. Justru, salah seorang di antara mereka ada yang anak pengusaha,” kata Prof Dr Hendyat Soetopo MPd, pembantu rektor (PR) I UM. Dia menyatakan, hasil tersebut diputuskan setelah pada awal Juli tim home visit UM melakukan verifikasi data ke lapangan.
Sementara itu, verifikasi data bidik misi jalur SNM PTN tulis dilakukan setelah peserta selesai melakukan daftar ulang pada akhir bulan ini. “Ada seratusan peserta yang kami gunakan sampel untuk verifikasi data bidik misi undangan. Jumlah ini yang berkas administrasinya mencurigakan (berbeda dengan data online saat mereka daftar),” jelas dia.
Hendyat juga mengatakan, kasus 12 peserta tersebut bisa dijadikan pembelajaran buat masyarakat agar menjunjung tinggi kejujuran. Sebab, kalau sejak awal sudah ada kebohongan, pasti akan tidak nyaman dalam mengikuti pembelajaran di kampus. “Jangan khawatir, pasti ketahuan kalau ada yang memanipulasi data. Tim kami sudah berpengalaman. Saya juga heran, mereka kok bisa dengan mudah mendapatkan SKTM (surat keterangan tidak mampu) dari kantor setempat,” imbuhnya.
Tujuan UM melakukan home visit bukan untuk menguak kejelekan seseorang. Tapi, melakukan tugas dari Ditjen Dikti Kemendiknas. “Kami ingin beasiswa ini diterima oleh yang benar-benar membutuhkan. Sebab, tahun ini UM ada tambahan kuota sebanyak 518 peserta,” kata Hendyat.
Terpisah, Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, PR I Universitas Brawijaya (UB), mengatakan bahwa UB juga akan melakukan home visit untuk verifikasi data peserta bidik misi setelah Lebaran nanti. Sebab, pihaknya masih menunggu daftar ulang peserta bidik misi jalur tes tulis SNMPTN. “Kami tidak ingin kerja dua kali. Karena itu, kami gabung. Tahun ini UB ada tambahan kuota sebanyak 975 peserta,” imbuhnya.
Sementara itu, Yahya, Kahumas Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang, menuturkan bahwa di UIN tidak ada program bidik misi yang mengikuti Dikti. “Bidik misi UIN ikut Kementerian Agama dan hanya jalur tes tulis. Jadi, tidak ada home visit,” terang dia. (im/lia/jpnn/c14/ib/jawapos)
Keywords: beasiswa, BIDIKMISI, miskin, SNMPTN, UB, UIN, UM















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar