Hindari Bentakan, MOS Siswa Baru Bertopi Bola
BAGI siswa, setiap tahun ajaran baru tidak akan pernah melewatkan masa pengenalan ling kungan sekolah. Tahun ini pengenalan lingkungan sekolah atau dulu dikenal MOS (masa orientasi sekolah) di SMAN lebih banyak diisi dengan materi tata krama. dan cara belajar.
Pemberian materi ini didasarkan pada tujuan awal MOS, yakni lebih pada pengembangan karakter siswa. Para dewan guru menjadi ujung tombak dari pemberian materi ini. Seperti terlihat pada pelaksanaan MOS di SMAN 3 dan SMAN 4, kemarin.
Di SMAN 3 Malang, Edy Effi Budiono, ketua panitia MOS mengatakan, pemberian materi tata krama dan cara belajar menjadi pengetahuan dasar yang kali pertama ditanamkan kepada siswa baru. Menurutnya, siswa baru perlu dikenalkan bagaimana tata krama kepada guru dan sesama siswa.

Seorang siswi SMAN 4 dengan atribut topi bola tampak gembira saat berkumpul di lapangan.
Tata krama, kata dia, berarti para siswa diharapkan saling menghargai dan menghormati guru, karyawan dan seluruh teman-temannya. Sedangkan untuk cara belajar diartikan agar siswa mampu memahami bagaimana cara belajar efektif di SMAN. Ketika para siswa mampu memahami dasardasar tentang cara belajar di SMAN, maka siswa akan lebih mudah menyerap pelajaran di sekolah. “Tata krama dan cara belajar, dua hal yang menjadi fokus hari pertama pengenalan sekolah,” terangnya.
Sedangkan penyelenggaraan pengenalan sekolah di SMAN 3 berlangsung meriah. Saat sesi demo eksktrakurikuler basket misalnya, beberapa siswa baru diajak untuk bertanding melawan anggota ekstra basket. Para siswa baru lain yang melihat teman satu angkatannya bertanding, sontak mendukung dengan teriakan-teriakan mereka. “Menyenangkan Mas” tutur seorang siswa baru SMAN 3 Malang.
Sedangkan di SMAN 4 Malang, selain tata krama dan cara belajar, juga diajarkan cara hidup sehat. Menurut Kasek SMAN 4 Tri Suharno, dalam kegiatan pengenalan sekolah dilarang menggunakan kekerasan fisik dan mental. Hal itu dikarenakan penyelenggaraannya harus sesuai dengan visi, yakni Imtaq (iman taqwa) dan Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi).
Bentakan bahkan kekerasan fisik, kata dia, tidak sesuai budaya bangsa sehingga tidak perlu dipraktikkan di SMAN 4. “Kami komitmen lebih pada penanaman nilai yang harus diketahui siswa baru sebelum memasuki sekolah, tidak perlu kekerasan,” tegasnya.
Sedangkan pelaksanaan di SMAN 4 kemarin, siswa baru yang masih memakai seragam SMP itu tampak membawa atribut berupa bola yang dipakai untuk topi. Mereka juga mengenakan dasi Pramuka sebagai atribut tambahan. “Untung atributnya masih dalam batas wajar. Ndak aneh-aneh,” ujar seorang siswa saat ngobrol bersama teman-temannya.
Sementara itu, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru sendiri secara resmi dilaksanakan selama tiga hari. Dimulai Senin kemarin (9/7) sampai terakhir pada Rabu (11/7). Namun beberapa sekolah ada yang menambah sampai Kamis untuk tambahan malam inaugurasi.
(ziq/ziz/radarmalang)
















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar