Home » Berita, Kota Malang, Pendidikan

173 Peserta Tes SMA Mandiri Gugur

4 Juli 2012 No Comment

Ratusan peserta tes potensi akademik jalur SMA mandiri di hari pertama kemarin dinyatakan gugur. Penyebabnya, mereka tidak hadir ketika ujian berlangsung. Sehingga, panitia memutuskan bahwa mereka tidak lulus. Kabar itu diungkapkan ketua MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) SMAN Kota Malang, Tri Suharno. ”Data yang masuk panitia, ada 173 peserta yang tidak datang ketika tes berlangsung,” ujarnya, kemarin.

Tri yang saat itu didampingi kasek SMAN 3 Malang, Mochammad Sulthon, mengungkapkan, peserta tersebut sudah dipastikan tidak lulus.Mantan kasek SMAN 3 ini menambahkan, total peserta yang hadir dalam TPA hari pertama sebanyak 1.727 siswa. Rinciannya, peserta yang mengikuti tes di SMAN Tugu (1,3,4) sebanyak 1.347 siswa dan 380 peserta mengikuti tes di SMAN 5 Malang. Praktis, dari 1.900 peserta yang terdaftar sebelumnya mengalami pengurangan 173 peserta karena tidak hadir.

Calon siswa mengerjakan soal untuk tes jalur mandiri yang berlangsung di SMAN 3 kemarin.

Calon siswa mengerjakan soal untuk tes jalur mandiri yang berlangsung di SMAN 3 kemarin.

Sulthon, menambahkan, jika memang nantinya ada kursi kosong, maka akan tetap dibiarkan kosong. Hal itu menurutnya agar tidak ada lagi tuduhan miring tentang penjualan kursi atau apa pun. Seluruh kursi untuk para siswa baru tahun ini, ungkap dia, hanya diisi dari dua jalur, yaitu online dan mandiri. ”Tidak benar jika ada transaksi atau penjulaan kursi-kursi kosong. Kami pastikan PPDB kali ini fair, kosong ya kosong, tidak ada jual beli kursi atau apa pun,” tegas sekretaris MKKS SMAN Kota Malang tersebut. Sementara, berdasarkan pantauan Radar di salah satu SMAN Tugu, ada seorang wali murid berinisial MN mengeluhkan penggantian nomor peserta anaknya saat pelaksanaan tes kemarin (3/7). MN kecewa pada kinerja panitia tes mandiri yang tiba-tiba mengganti nomor tes anaknya. Nomor tes yang sebelumnya bernomor 1.700 tiba-tiba diubah menjadi 1.670. Penggantian itu kata dia telah membuat anaknya patah semangat karena dugaan nomor yang baru belum tentu nama sang anak. Begitu mengetahui nomor tes anaknya diubah, dia menemui Tri Suharno untuk mengklarifikasi hal tersebut. ”Tadi saya sudah ke SMAN 5 tempat tes anak saya, tapi disuruh ke sini (SMAN 4, tempat ketua MKKS SMAN),” ujar dia.

MN menjelaskan pada Tri bahwa anaknya yang bernama Gladis Nadya Asmara telah diganti nomor pesertanya oleh panitia tes di SMAN 5. Perubahan itu sangat dikhawatirkan sang anak karena takut nomor tersebut bukan nomornya. Setelah mendengar penuturan dari MN, Tri menegaskan nomor peserta baru yang diberikan panitia pada Gladis benar-benar nomor anaknya. ”Saya sebagai ketua MKKS SMAN menjamin nomor baru itu benar-benar nomor peserta anak bapak,” kata Tri.

pendidikan menengah dinas pendidikan Kota Malang, Suwarjana, mengatakan, seluruh proses penyelenggaraan PPDB dilaksanakan secara fair dan sesuai aturan. Terkait keluhan salah satu wali murid tentang penggantian nomor, Jana-sapaan akrab Suwarjana, menjamin nomor anak tersebut sudah benar dan tidak ada indikasi apa pun terkait penggantian nomor itu. Dia meyakinkan pada masyarakat PPDB tidak pernah ada permainan atau pesanan apa pun. ”Yakinlah tidak ada pesanan kursi atau apa pun dalam PPDB kali ini,” tegas mantan kepala bidang pendidikan dasar itu. Sementara itu, berdasarkan pantauan Radar, secara keseluruhan pelaksanaan tes tulis PPDB mandiri SMP berjalan lancar. Hanya saja, sebagian besar peserta tes PPDB mandiri banyak mengeluhkan soal matematika. (ziq/im/nen)

Sumber:Radar Malang

Keywords: , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar