Targetkan Ijen Carnival Jadi Even Tahunan di Kota Malang
Ratusan penari dan model kemarin menunjukkan penampilan terbaik mereka di sepanjang Jalan Ijen. Dengan mengenakan berbagai kostum penuh warna dan beragam motif, para model dan penari menyuguhkan bermacam aksi dalam Ijen Carnival 2012.
Acara yang digelar dalam rangka ulang tahun Sanggar Tari Budi Ayuga ini menampilkan sekitar 45 kelompok seniman dari Malang maupun luar kota. Tak ada tema khusus dalam even yang baru kali pertama digelar ini. Para seniman bebas berekspresi sesuai kreativitas masing-masing kelompok.
Tampak Githa Ardhilla dari Elfara School bersama enam temannya tengah asyik berlenggak-lenggok dengan kostum daur ulang yang dikenakan. Mahasiswi ilmu komunikasi UMM ini memakai gaun yang terbuat dari rangkaian bungkus minuman.
Bungkus tersebut tersusun rapi dan menyerupai gaun cantik. “Sampah yang biasanya disepelekan ternyata bisa menjadi nilai seni,” katanya.
Selain dari bungkus minuman ada pula gaun yang tersusun dari CD bekas, jerami dan koran.
Tampak kelompok tari asal Kepanjen bernama Chiekiezie membawakan tarian kontemporer. Grup tari yang digawangi enam personel ini menyuguhkan tari modern yang dikolaborasikan dengan tarian khas Bali. Sepanjang melintasi Ijen, satu per satu personel ini menari.
Mereka menggunakan kostum batik yang dipadu dengan sabuk besar. “Kami cuma dua hari latihan dan semoga bisa menghibur masyarakat,” ucap Novita Ratna, anggota Chiekiezie dengan penuh harap.

Mobil Putra Naga menyuguhkan alunan musik tradisional dengan membawa 15 personel. Mereka ikut meramaikan Ijen Carnival 2012
Selain tari, ada pula lima mobil patrol dari berbagai kelompok. Salah satunya bernama Putra Naga yang identik dengan kesenian Bali. Mobil patrol tersebut menyuguhkan alunan musik tradisional dan ditumpangi oleh sekitar 15 orang.
Mobil itu terlihat megah dan kokoh apalagi warna dan ukiran yang menghiasinya tampak serasi dan menarik perhatian. Teriknya sinar matahari yang menyengat kulit tak dirasakan oleh seluruh peserta. Mereka tetap pawai dan menebar senyum kepada penonton yang sudah menanti di pinggir jalan Ijen.
“Kami ingin semua elemen dan unsur seni digabung dalam satu acara seperti ini,” kata Nonon Hobit Ayuga, ketua pelaksana acara. Menurutnya, even ini dibagi dalam tiga kategori meliputi fashion show, tari dan musik.
Nonon menceritakan, sekian tahun belakangan banyak seniman yang merasa tidak diperhatikan. Jadi mereka berkumpul untuk mengadakan acara bersama dan Ijen Carnival ini salah satu wujudnya. “Even ini sebagai wadah ekspresi seniman dalam berkarya. Kami ingin Malang menjadi kota pariwisata,” ujar Nonon.
Dia berharap dari kegiatan ini ada bentuk perhatian dari pemerintah dan menjadikan acara ini sebagai even tahunan. Karena belum ada sebuah acara yang mengumpulkan para seniman menjadi satu. (vic/ziz/radarmalang)
Keywords: event, jalan Ijen, karnaval, kesenian, seni- Berita Lainnya :
- Open Casting Presenter, Uji Talenta Membawa Berita
- Kompas Gramedia Fair, Turut Cerdaskan Bangsa
- Bintang Bimasakti Pulang Kampung Sebelum Ikuti Seleknas
- Tingkat Kelulusan SMA tak Masuk 10 Besar
- Tak Hanya Manusia, Hewan juga Periksa Kesehatan
- Siswa SMKN 1 Kepanjen Masuk 10 Besar se-Jatim
- Kredit Perbankan Rp 50 Miliar, salurkan ke 531 UMKM
















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar