Lolos SNMPTN, Sisihkan Lima Peserta Lain
Hari ini, 28.420 calon mahasiswa memadati Kota Malang. Mereka akan mengikuti tes tulis SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) yang berlangsung hari ini dan besok. Tahun ini persaingan lebih ketat lagi dalam perebutan kursi. Sebab, tiap peserta harus menyisihkan minimal lima peserta lain jika ingin diterima di jalur tes tulis SNMPTN. Jumlah total peserta SNMPTN secara nasional mencapai 618.670 peserta. Sedangkan estimasi kuota yang tersedia tahun ini adalah 119.041 kursi. Dengan demikian, kalau di per bandingkan, peserta minimal bersaing menyingkirkan lima peserta lain
Jumlah peserta di panitia SNMPTN lokal Malang mencapai 28.420 orang. Sedangkan kuota yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) di Malang mencapai 7.744 peserta. Rinciannya Universitas Brawijaya Malang (UB) 4.664 peserta, Universitas Negeri Malang (UM) 2.146, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang 934 peserta. Jika diasumsikan semua yang tes di Malang memilih program studi di PTN Malang, yang lolos minimal harus bisa menyisihkan empat peserta lain.

Seorang calon peserta melihat nomor untuk kelompok IPS di UM.
â€Perebutan kursi di PTN jalur tes tulis tahun ini memang ketat. Jadi, kejujuran harus lebih bisa dijamin. Makanya, kode soalnya dibuat sedemikian rupa,†kata Yahya, ketua koordinator humas SNMPTN panlok (panitia lokal) Malang, kemarin. Menurut Yahya, soal tes dikelompokkan menjadi dua unit. Unit pertama kodenya A, B, C, dan D. Sedangkan unit kedua berkode E, F, G, dan H. Soal kode A tidak sama dengan soal yang berkode B hingga H. Sedangkan pembagian soal dilakukan secara silang. Misalnya kelas A diberi soal unit pertama dan kelas B diberi soal unit kedua. Sedangkan ruang C dan D akan mendapatkan soal unit pertama dan kedua. â€Dengan model soal seperti ini, kami yakin hasil tes peserta benar benar menggambarkan kemampuannya. Sebab, peserta sulit untuk contekan,†ucapnya
Bukan hanya itu. Yahya juga membeberkan jumlah fix pengawas ruangan yang akan mengawal jalanya tes hari ini. Jumlah totalnya mencapai 2.844 pengawas. Rinciannya, IPS 1.130 pengawas, IPA 1.126 pengawas, dan IPC 588 pengawas. â€Sampai saat ini kondisi semua pengawas fit. Jadi, mereka bisa bekerja sesuai dengan tugasnya besok (hari ini),†kata dosen UIN Maliki itu. Selain pengoptimalan jumlah pengawas, panitia juga membuat jarak sekitar 80 sentimeter antar peserta. Tujuannya, peserta tidak bisa melirik jawaban peserta di sampingnya atau sebaliknya. â€Setiap ruang ada dua pengawas dan dua puluh peserta, kecuali satu ruangan di IPA karena menggunakan aula yang jumlah pesertanya mencapai 207,†ungkap Yahya.
Pembagian soal setiap kelas menggunakan dua motode. Yakni, metode depan ke belakang lalu ke samping. â€Pokoknya, kejujuran peserta akan lebih terjamin tahun ini,†ucapnya. â€Kalau masalah soal dan LJU (lembar jawaban ujian) akan didistribuskan besok (hari ini) ke semua sektor beserta berita acaranya. Supaya pengawasannya mudah,†imbuhnya. Yahya mengimbau, semua peserta harap mengecek semua persyaratan untuk mengikuti ujian mulai dari kartu peserta, SKHUN, dan kartu identitas. â€Kalau persyaratan Anda tidak lengkap, pasti tidak nyaman mengerjakan soal. Jangan lupa sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat tes,†tutur dia.
Sementara, H-1 jelang tes tulis SNMPTN kemarin, peserta tampak membanjiri lokasi yang akan digunakan tes. Di UB (IPC), UM (IPS), dan UIN (IPS), mereka memadati pintu ruangan tes. Maklum, ruangan masih terkunci. Jadi, peserta hanya bisa melihat nomor ruangan dan belum bisa melihat posisi duduknya saat tes. Salah satunya peserta adalah Nurul Hasanah, asal Makassar. Dia rela berdesak-desakan dengan peserta lain di depan pintu sebuah ruangan di sektor IPS hanya untuk memastikan ruangan tesnya. â€Yang penting tahu dulu ruangannya. Besok (hari ini) tinggal cari tempat duduk untuk tes,†ucap alumnus MAN 2 Model Makassar itu. (im/yn)
Sumber:Radar Malang
Keywords: kota-malang, Pendidikan, SNMPTN- Berita Lainnya :
- Mobil RC Jadi Tren dan Hobi Semua Kalangan
- Pisah Sambut Kapolresta Undang Artis Ibukota
- Ngebet balik ke Arema, Andalan PBR Cari Perhatian Manajer Arema
- Polisi Tidur Tambah Bikin Celaka
- Tes SBMPTN Membawa Keuntungan
- Geng Motor Bacok Empat Pemuda Sawojajar
- SMAN 3 Suguhkan Tari Topeng di SGGS di Malaysia
















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar