RSSA Perketat Jam Besuk Pasien
Kebiasaan masyarakat yang suka rombongan ketika menjenguk pasien, hendaknya bisa dikurangi. Utamanya, untuk penderita stroke. Sebab, banyaknya penjenguk yang datang ke kamar pasien akan meningkatkan suhu ruangan dan bisa berakibat kurang baik bagi pasien.
“Pasien stroke itu sangat sensitif, kalau suhu ruangan naik, bukan tidak mungkin suhu badan pasien akan naik dan tekanan darah juga ikut naik,” terang dr Eko Arisetijono, koordinator stroke unit RSSA Malang.
Disampaikan Eko, saat ini di RSSA masih sering dijumpai rombongan yang menjenguk pasien. Terutama, pasien yang memiliki pengaruh di masyarakat. Tak jarang yang datang silih berganti seperti tak ada henti. Sehingga, kadang pasien juga susah istirahat. Padahal sebenarnya, ada efek kurang baik dari banyaknya kunjungan. Pasien yang seharusnya bisa istirahat dengan tenang dan nyaman harus menyambut para tamu yang datang.
Disampaikan Eko, tradisi menjenguk orang sakit memang sangat dianjurkan. Namun juga harus melihat kondisi pasien. Jika oleh dokter pasien dilarang dikunjungi, hendaknya keluarga dan kolega pasien tidak memaksakan diri untuk masuk ke ruangan. Sebab tidak hanya saol pe ningkatan suhu rungan yang bisa mempengaruhi pasien, tetapi juga kemungkinan terjangkit virus baru dari pengunjung yang datang. Padahal, orang yang sakit daya tahan tubuhnya lemah dan mudah tertular penyakit baru. “Hal ini seakan sering diabaikan oleh para keluarga pasien. Mereka merasa punya hak untuk menjenguk hingga di dalam kamar,” ungkapnya. Seringkali pihak rumah sakit melarang, tetapi masih ada juga yang melanggar.
Disampaikan Eko, ke depan, RSSA akan memberlakukan aturan jam kunjungan lebih ketat, khususnya untuk pasien yang dirawat di unit stroke. Salah satunya, akan disiapkan pintu otomatis yang hanya bisa dibuka oleh yang berkepentingan.
Konsep ini lagi-lagi meniru Changi General Hospital Singapura. Meski tak secanggih di RS Changi, setidaknya nanti di RSSA bisa mengurangi kunjungan yang tidak tertib. (lid/nen/radarmalang)
Keywords: pengamanan, RSSA, Rumah Sakit















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar