Bupati Batalkan Relokasi Pasar Kepanjen
Bupati Malang Rendra Kresna menghentikan rencana menjadikan Pasar Kepanjen menjadi alun-alun. Pembatalan rencana pembuatan alun-alun di pasar dilakukan setelah bupati mendengarkan keresahan para pedagang.
Pembatalan kebijakan memperindah Kepanjen dengan memindah pasar diungkapkan Rendra usai menghadiri HUT Gerakan Pemuda (GP) Ansor. “Kalau pedagang menolak ya tak apa-apa. Jangan dipaksakan,” ujar Rendra. Hanya saja ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang tersebut meminta pedagang juga memikirkan keindahan Kepanjen.
“Perlu diketahui, betapa perlunya Kepanjen ini diperindah. Dan alun-alun itu untuk memperindah kota,” tambahnya. Sebagaimana diberitakan, sebagai ibu kota Pemkab Malang, Kepanjen memerlukan alun-alun. Dan pemerintah mengang gap loksai yang paling strategis ada lah Pasar kepanjen. Sedang kan pedagang Pasar Kepanjen nan tinya akan dipindah ke Pasar Sumedang.
Nantinya, pemkab akan menganggarkan dana Rp 30 miliar untuk pembangunan Pasar Sumedang dan alun-alun. Dan rencananya pemkab akan memberikan bedak gratis bagi peda gang Pasar Kepanjen yang pin dah ke Sumedang.
Lantaran rencananya untuk me mindah Pasar Kepanjen ditolak, Rendra akan mencari lokasi lain. Hingga kini dia belum me mastikan kawasan mana yang bakal dijadikan alun-alun. “Kalau pedagang mau ya dibangun alun-alun. Kalau tidak mau ya cari lokasi lain,” tandas Rendra.
Dia menduga, keresahan pedagang yang berujung penolakan untuk dipindah ke Sumedang karena mereka khawatir dikenakan biaya. Padahal, pemkab sudah mengantisipasi agar pedagang yang direlokasi tak dik e nakan biaya alias gratis. Termasuk biaya bedak.
Sementara itu, wakil ketua komisi A DPRD Kabupaten Malang Miskari mengkritik rencana Rendra yang akan merelokasi Pasar Kepanjen. Menurut politisi dari PKB tersebut, dirinya setuju ada penataan Kepanjen, tapi penataan tak harus memprio ritaskan pembuatan alunalun. “Dulu perencanaanya ba gai mana. Alun-alun itu penting apa tidak,” tanya Miskari.
Kritikan serupa juga dilontarkan direktur Lingkar Indonesia Khusnul Hakim. Menurut Khusnul, seharusnya pemkab lebih memrioritaskan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. “Semua orang tahu, Kabupaten Malang ini butuh jalan. Saya harap pemkab bisa mem bangun tepat guna. Artinya, apa yang dibutuhkan masyarakat, itu yang diberikan pemerintah,” terang Khusnul. (dan/fir/radarmalang)
Keywords: alun-alun, Kepanjen, pasar, pasar Kepanjen, proyek, relokasi- Berita Lainnya :
- Arema Cronous Semakin Sulit Kejar Juara
- Warga Kabupaten, Ubah Kotoran Sapi Jadi Biogas dan Pupuk Organik
- Wisuda SMKN 1 Turen Ditaburi Prestasi Membanggakan
- Warga Kabupaten Malang, Terima Penghargaan dari Presiden
- Truk Terguling, Jalur Malang-Surabaya Lumpuh
- Terbakar Cemburu, Bakar Istri di Depan Mertua
- Ibu Dibunuh PNS, Pingsan di Pengadilan
















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar