Home » Kota Batu

Pilkada Batu Terancam Dijadwal Ulang

7 Mei 2012 No Comment

Pilkada Kota Batu yang bakal dilangsungkan Oktober mendatang terancam tertunda. Indikasinya, hingga saat ini sikap partai masih tetap wait and see untuk mengumumkan bakal calon wali kota.

Tak hanya itu, pasangan calon independen yang sekarang sedang diverifikasi jumlah dukungannya, yaitu pasangan Abdul Majid- Kustomo dan Sugiarto-Solikin, sepertinya sangat berat bisa memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan KPU Kota Batu.

Berdasarkan data yang masuk ke KPU, sampai saat ini pasangan Abdul Majid-Kustomo, baru mampu menyetor 12 ribu dukungan. Padahal, yang disyaratkan KPU, minimal harus mengumpul kan 13.416 suara. Apalagi, setelah diverifikasi faktual, jumlah dukungan bisa berkurang lagi. Mengingat, bukan tidak mungkin ada temuan yang menyatakan dukungan tidak sah.

Suprianto, anggota KPU Kota Batu, yang menjadi ketua pokja (kelompok kerja) verifikasi data pemilih menyampaikan, jika sampai 8 Juni nanti, ternyata jumlah dukungan belum memenuhi, maka pasangan akan kena penalti. Yakni, harus mengumpulkan dukungan dua kali lipat dari total dukungan yang kurang. ”Misalnya, pasangan masih kurang empat ribu, jika kena penalti, maka harus delapan ribu dukungan,” terang dia. Padahal, lanjutnya, dari jumlah dukungan yang sudah masuk belum memenuhi kuota minimal, sehingga otomatis pasangan harus menambah lagi. Tentu saja hal itu bukan pekerjaan ringan.

Masih kata Supri-sapaan akrab Suprianto, saat akan mendaftar pasangan calon independen tidak banyak yang tahu soal aturan itu, mereka baru tahu setelah datang ke KPU. Ini artinya, tidak gampang bagi pasangan independen bisa lolos. ”Meski peluang masih tetap terbuka, tergan tung tim sukses pasangan, bagaimana kinerjanya,” kata dia.

Bagaimana jika sampai akhir pendaftaran tetap tidak ada yang mendaftar? Supri mengatakan, hal semacam itu sudah diantisipasi oleha KPU Kota Batu. Jika benar tidak ada yang mendaftar atau hanya satu pasang yang mendaftar, maka pemilu akan diundur sampai memenuhi syarat untuk bisa deselenggarakan pilkada (pemilihan kepala daerah). Hal semacam ini pernah terjadi di sejumlah daerah, karena satu pasangan calon yang maju terlalu kuat, sehingga pasangan lain tidak ada yang maju. ”Contohnya di Sampang, Madura, pernah diundur hingga lima kali,” ujar dia.

Dari pantauan koran ini, arah ke sana memang ada. Itu bisa dilihat dari suasana adem ayem di Kota Batu menjelang pilkada tahun ini. Salah satunya, tidak ada baliho gambar calon yang siap maju. Ini jauh berbeda dengan suasana menjelang pilwali lima tahun lalu. Kala itu, meski pilwali kurang setahun lebih, sudah banyak baliho bakal calon yang dipasang di pinggir jalan.

Informasi yang dihimpun Radar, para bakal calon dari sejumlah partai masih menunggu siapa bakal calon wawali yang akan dipasangkan dengan Eddy Rumpoko. Jika hal sudah diketahui, maka pasangan lain baru bisa mengukur kekuatannya.

Sebab, berdasarkan berbagai informasi yang berkembang, saat ini orang paling kuat untuk menjadi wali kota adalah Eddy Rumpoko dan nomor dua adalah Suhadi. Nah, jika dua orang ini menyatu, maka calon lain kemungkinan tidak percaya diri. (lid/nen/radarmalang)

Keywords: , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar