Pedagang Tolak Relokasi Pasar Kepanjen
Rencana Pemkab Malang mengubah Pasar Kepanjen menjadi alun-alun bakal menuai kendala cukup berat. Itu karena maoritas pedagang menolak relokasi pedagang dari Pasar Kepanjen ke Pasar Sumedang. Mereka khawatir kehilangan pelanggan sebab lokasi Pasar Kepanjen sangat strategis.
Seperti diketahui, untuk memu luskan rencananya men jadikan Pasar Kepanjen menjadi alun-alun, pemkab akan me mindah pedagang Kepanjen ke Pasar Sumedang. “Rugi kalau dipindah ke Pasar Sumedang. Saya sudah puluhan tahun ber jualan di sini,” ujar Sri Utami, pe dagang baju dan buku di Pasar Kepanjen.
Menurut perempuan berjilbab tersebut, para pedagang Pasar kepanjen sangat resah begitu mendengar kabar ada rencana relokasi dari pemkab. Janji pemkab yang akan menggratiskan bedak di Pasar Sumedang jika pedagang mau pindah, tak mendapatkan respons positif. Sebab pedagang khawatir janji itu sulit te realisasi. “Halah, tak mungkin gratis,” timpal beberapa pedagang di sekitar Sri.
Sementara itu, ketua Pagu yubang Pedagang Pasar Kabupaten Malang (P3KM) Unit Kepanjen Sukirno secara tegas menolak wacana relokasi yang dilontarkan Bupati Malang Rendra Kresna. Menurutnya, kebijakan bupati itu hanya mengorek luka lama. Menurutnya, setiap relokasi pedagang pasar dipastikan menimbulkan gejolak. Sebab, dampaknya sangat besar.
Keresahan bakal kehilangan pelanggan nyaris dialami semua pedagang usai relokasi. “Usai dipindah pasti sepi. Buka nya pedagang meningkat, malah jatuh. Yang untung hanya seba gian orang saja,” tambahnya.
Apalagi, lokasi pemindahan di Pasar Sumedang yang dinilainya tak sepadan. Dari segi kelas, pedagang sudah dirugikan. Sebab Pasar Sumedang tipe kelas IV, sedangkan Pasar Kepanjen tipe kelas I. Lokasinya juga tak strategis. “Lha wong di kelas I saja sulit nyari pelanggan, apalagi kelas IV,” tandas dia. (dan/fir/radarmalang)
Keywords: alun-alun, Kepanjen, pasar Kepanjen, proyek- Berita Lainnya :
- SBMPTN Lengkap dengan Metal Detector
- Polisi Tidur Tambah Bikin Celaka
- Geng Motor Bacok Empat Pemuda Sawojajar
- Arema Cronous Semakin Sulit Kejar Juara
- Warga Kabupaten, Ubah Kotoran Sapi Jadi Biogas dan Pupuk Organik
- Wisuda SMKN 1 Turen Ditaburi Prestasi Membanggakan
- Warga Kabupaten Malang, Terima Penghargaan dari Presiden
















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar