Home » Kota Malang, Pendidikan, Sorotan

Dua Siswa SMAN 10 Malang Raih Medali Emas IYIPO di Georgia

7 Mei 2012 No Comment

URIN. Mendengar dan membayangkannya pasti benak kita langsung mengarah pada limbah cair manusia yang berbau pesing. Dan siapa yang akan per duli dengan pesingnya urin selain langsung me nyiramnya begitu usai buang air kecil. Tapi, ti dak begitu dengan Nurul dan Nando. Dua siswa SMAN 10 ini malah penasaran dengan limbah urin. “Selama ini urin hanya dibuang, padahal kalau diteliti dengan cermat, kandungannya bisa menjadi bahan bakar ramah lingkungan untuk masa depan,” beber Nurul ketika ditemui di se kolahnya, Jumat (4/5) lalu.

Alasan lain mereka memilih urin karena kepedulian me reka pada lingkungan bersih. “Saat ini, polusi udara begitu hebat. Padahal, pekatnya udara oleh asap kendaraan bermotor bisa berdampak negatif pada kesehatan,” ucap dia.

Dari pemikiran itulah keduanya mulai melakukan penelitian pada urin. Penelitian itu pula yang mereka bawa dalam kompetisi IYIPO (International Young In ventores Project Olympiad) kategori permesinan di Tbilisi, Georgia, 27-29 April lalu. Hasilnya, mereka me nyabet medali emas alias menjadi juara pertama. “Kami tidak menyangka karena saingannya ketat. Total ada 19-20 peserta dari beberapa negara,” kata siswa berjilbab itu.

Nurul Inayah dan Nando Novia Hari Saputra menunjukkan medali emas yang baru saja mereka raih di Georgia.

Nurul Inayah dan Nando Novia Hari Saputra menunjukkan medali emas yang baru saja mereka raih di Georgia.

Siswa yang mendapatkan medali perak di ISPO (Indonesian Science Project) tersebut meng ung kapkan, para juri menyeleksi dengan sangat profesional. Bahkan, salah satu juri ada yang menganggap kar ya siswa SMAN 10 Malang tersebut matang se cara konsep, tapi perhitungan teknis di realita masih belum matang. “Kami memilih urin karena ika tan molekulnya lebih lemah. Sehingga, lebih mudah terpecah dan diurai menjadi hydrogen,” bebernya.

Nah, hydrogen dalam urin itulah yang tugasnya mengalirkan listrik setelah dielektrolisasi. Dia berharap, jika penemuannya tersebut digunakan secara nasional, bisa dibangun sebuah SPBU khusus urin. “Mudahmudahan saja bisa dibangun SPBU urin kalau nanti karya kami jadi digunakan secara na sional,” paparnya. Nurul menjelaskan, prinsip kerja urin sebagai bahan bakar ini dibagi dua. Pertama, bahan bakar dari energi matahari dan kedua bahan bakar urin.

Pada pemanfaatan energi matahari, sinar matahari diserap melalui panel surya yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Sedangkan untuk pemanfaatan urin, diawali dengan pengolahan urin melalui proses elektrolisasi sehingga dihasilkan hydrogen yang kemudian akan melepaskan proton dan elec tron. Electron menghasilkan listrik, sedangkan pro ton yang direaksikan dengan oksigen akan meng hasilkan uap air. “Satu liter urin yang sudah diproses bisa menempuh jarak 17 km,” jelasnya. “Jadi, semuanya memang dirancang berbasis urin yang ditandemi energi matahari, sehingga malam hari pun tetap bisa jalan,” ungkap dia.

Nando menambahkan, sudah mengirim email pada Menteri BUMN, Dahlan Iskan dan LIPI (lembaga ilmu pengetahuan Indonesia) tentang temuan mereka. (masbahur roziqi/nen/radarmalang)

Keywords: , , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar