UN SD 2012 Diikuti 13.997 Siswa, Libatkan 29 ABK dari Sekolah Inklusi Kota Malang
Ujian Nasioal (UN) SD yang akan digelar Senin, 7 Mei nanti, tak hanya diikuti siswa-siswi normal. Tapi juga puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tersebar di sekolah inklusi (sekolah umum yang memang menyediakan kuota ABK).
Data dari Diknas Kota Malang, UN SD bakal diikuti 13.997 siswa. Jumlah tersebut merupakan seluruh jumlah siswa kelas VI pada SDN maupun SD swasta dan MIN-MI swasta di seluruh Kota Malang.
Kasi kurikulum bidang pendidikan Diknas Kota Malang, Rasmanudin, mengatakan, secara rinci ada 196 SD negeri penyelenggara UN. Sedang SD swasta berjumlah 64 sekolah, MI negeri dua sekolah dan MI swasta 46 sekolah penyelenggara. Total semua sekolah penyelenggara UN adalah 308 lembaga. ” 308 sekolah itu yang berhak mengikuti UN tahun ini,” tuturnya.
Sementara, ABK di sekolah inklusi yang ikut UN SD ini ada 29 siswa. Mereka tersebar di 19 SD seluruh Kota Malang. Di antaranya, SDN Dinoyo 3 (3 siswa), SDN Merjosari 3 (2 siswa), SDN Mohammad Hatta (1 siswa), SDN Sumbersari 1 (5 siswa), SDN Muhammadiyah 9 (3 siswa), SD Kristen Charis (2 siswa), SDN Kebonsari 2 (1 siswa), SD Avisiena Kedungkandang (1 siswa), dan SDN Arjosari 3 (2 siswa). Juga SDN Bunulrejo 3 (1 siswa), SDN Tunggulwulung 3 (2 siswa), SDN Merjosari 4 (2 siswa), serta SDN Sumbersari 2 (1 siswa).
Sembilan siswa inklusi lainnya tersebar di tujuh SD. Yakni, SDN Sumbersari 2 (2 siswa), SDN Kidul Dalem (2 siswa), SD Anak Shaleh (1 siswa), SD Laboratorium UM (1 siswa), SDN Sawojajar 1 (1 siswa), SDN Purwantoro 8 (1 siswa), dan SDN Bunulrejo (1 siswa). “Jadi, anak inklusi juga berhak mendapat ujian akhir khusus anak inklusi atau ujian nasional utama,” pungkasnya.
Disinggung soal teknis pengambilan dokumen UN, menurutnya hampir sama dengan pelaksanaan UN SMP maupun SMA. Soal-soal UN SD yang kini diamankan di Mapolres Malang Kota, akan diambil saat hari H pelaksanaan UN. Naskah-naskah tersebut diambil oleh ketua sub rayon masing-masing dan dibawa ke sekolah dengan kawalan polisi. Setelah sampai di sekolah ketua sub rayon, maka kepala-kepala sekolah anggota sub rayon mengambil di sana. “Setiap sekolah juga akan dikawal oleh polisi untuk pengangkutan dokumen UN ke sekolah masing-masing,” terang Rasmanudin.
“Meski UN SD, kami justru berkomitmen untuk selalu jujur dalam pelaksanaan UN,” tambahnya. (ziq/nen/radarmalang)
Keywords: MI, SD, sekolah inklusi, un, UNAS 2012















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar