Daftar di PDIP, Balon Walikota Setor Rp 100 Juta
Bakal calon wali kota yang ingin maju lewat PDIP harus siap merogoh kocek dalam-dalam. Sebab, untuk mendaftar saja mereka harus membayar Rp 100 juta. Jumlah itu merupakan salah satu persyaratan bagi semua bakal calon. Sedangkan pendaftaran sendiri akan dibuka mulai 7 - 13 Mei. “Kami belum menetapkan secara pasti jumlahnya, tetapi kira-kira biaya pendaftarannya sebesar itu,” terang Wijinto, sekretaris DPC PDIP kemarin.
Menurut dia, biaya pendaftaran tersebut juga untuk mengukur keseriusan bakal calon yang akan mendaftar di PDIP. Sebab, PDIP ingin calon yang maju adalah orang yang mampu secara pendanaan dan dikenal baik di masyarakat.
Menurutnya, jika punya uang tapi tidak populer, maka juga akan susah untuk menang. Sebaliknya, populer tapi tidak punya duit, menurutnya, juga akan berat. Apalagi dalam pilwali tahun depan, partainya tidak mau tergusur dalam perebutan kursi wali kota. “Kalau dalam pemilu PDIP pernah kalah, tapi kalau pilwali tidak boleh kalah,” tegas Wijianto sambil tersenyum.
Soal biaya pendaftaran itu, lanjut dia, dinilai sebagai biaya politik. Oleh panitia penjaringan, biaya pendaftaran digunakan untuk berbagai kepentingan bakal calon. Misalnya, survei yang akan dilakukan oleh dua lembaga survei. “Biaya survei itu tidak murah. Lalu untuk kampanye jika bakal calon nantinya lolos. Biaya untuk pilkada itu tidak murah, bisa miliaran,” terang mantan anggota DPRD Kota Malang ini.
Wijianto menambahkan, jika dalam tujuh hari pembukaan pendaftaran itu ada empat pasang bakal calon, maka bisa dilanjutkan dalam tahap veri fi kasi. Namun, jika belum me me nuhi empat pasang nama, maka akan ditunggu satu minggu lagi.
Hal itu sesuai dengan putusan DPP/V/2011 tentang Tata Cara Penjaringan Bakal Calon. “Jika setelah ada perpanjangan tetap tidak memenuhi kuota yang ditetapkan, maka bakal calon yang ada akan diverifikasi,” lanjutnya. Sedangkan ber dasarkan jadwal normal, maka untuk pengembalian formulir pada 14-27 Mei.
Disinggung para bakal calon yang sudah berkomunikasi dengan panitia penjaringan, Wijianto mengaku belum ada. Tetapi, sambung dia, sudah ada kepastian bahwa Heri Puji Utami, istri Peni Suparto, akan mengambil formulir di hari pertama.
Menurut dia, Hari Pudji wajib hukumnya untuk mendaftar karena dia telah mendapat amanat dari DPC PDIP Kota Malang melalui musyawarah anak cabang (musancab) yang digelar pada 30 Januari 2011 lalu dan ditindaklanjuti dengan rakercab pada Desember 2011. “Bu Puji juga telah menyatakan kesiapannya untuk mendaftar,” katanya.
Sementara itu, nama-nama bakal calon yang santer akan bertarung di PDIP, selain Heri Pudji Utami, juga ada Sri Rahayu (anggota DPR RI dari PDIP dan Priyatmoto Oetomo (wakil ketua DPRD). Sedangkan untuk bursa bakal calon wakil wali kota ada nama Arif Darmawan (Ketua DPC Demokrat), Shofwan (Sekkota Malang), Bambang DH Suyono (mantan Sekkota Malang) serta Sofyan Edy Jarwoko (Ketua DPD Golkar). “Memang kami memiliki banyak alternatif untuk bakal calon wakil, tetapi semua masih menunggu survei,” ungkap Wiji.
Sementara itu, Heri Pudji Utami kembali menegaskan bahwa dirinya siap mendaftar pada hari pertama. Disinggung soal biaya pendaftaran Rp 100 juta, dia menilai hal itu tidak masalah. “Saya dengar memang sebesar itu, ya harus taat,” terang wanita berjilbab ini.
Hal senada juga disampaikan Sri Rahayu. Perempuan yang kini duduk di DPR RI itu mengaku akan siap mengikuti semua prosedur pendaftaran bakal calon yang ada di PDIP. Termasuk soal biaya pendaftaran. “Saya akan mengikuti semua prosedur yang ditetapkan,” ujarnya kepada wartawan.
Sementara itu, Shofwan yang ditanya soal peluangnya masuk sebagai salah satu bakal calon hanya tersenyum. Menurut dia, selama ini dirinya masih nyaman di balai kota. “Wes talah jangan bahas soal itu, saya begini saja sudah nyaman,” ujarnya sembari tersenyum.
Sedangkan Bambang DH Suyono menjelaskan bahwa dukungan untuk maju dalam pilwali kali ini cukup besar. Termasuk ada beberapa partai yang mendekatinya. Namun untuk PDIP dia mengatakan bahwa dalam politik segala sesuatu bisa terjadi. “Lihat saja perkembangan yang terjadi,” tandas dia. (lid/ziz/radarmalang)
Keywords: Heri Pudji Utami, PDIP, pilwali, pilwali malang, politik, Sri Rahayu















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar