Home » Kabupaten Malang

Demo Buruh Tidak Kompak

3 Mei 2012 No Comment

Unjuk rasa bu ruh di kantor Pemkab Malang kemarin (1/5) berjalan tak sesuai rencana. Selain terjadi kericuhan antara peserta aksi dengan polisi, buruh terbelah jadi dua kubu. Yakni kubu Solidaritas Per jua ngan Buruh Indonesia (SPBI) yang dikomandoi Lutfi Chafid serta kubu gabungan elemen mahasiswa dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Malang (SBSIM).

Perpecahan itu berawal saat Lutfi memaksa wakil buruh yang berdialog dengan pemkab untuk keluar. Lutfi yang awalnya berorasi tiba-tiba masuk ke ruang dialog dan berbicara lantang agar wakil buruh harus mening gal kan ruangan dialog.

Alasan Lutfi, gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang yang di ja dikan ruang dialog bukan tempat buruh, melainkan tempat pejabat.

Massa buruh dan mahasiswa tertahan ketika ingin memasuki halaman Pemkab Malang dalam demo

Massa buruh dan mahasiswa tertahan ketika ingin memasuki halaman Pemkab Malang dalam demo

Selain itu, sekitar 500 peserta aksi yang datang sejak pukul 10.00 sudah kepanasan wakil buruh menarik diri dan keluar rua ngan. “Mohon izin. Kami sudah tak diterima. Ayo, sebaik nya kita pergi dari sini,” ujar Lutfi sambil mengajak wakil dari SBSIM, IMM, HMI, dan elemen lain.

Namun, ajakan Lutfi ditentang Ketua Umum SBSIM Ratmoko yang saat itu berdialog dengan pem kab. Ratmoko meminta Lutfi me nunggu wakil buruh menyampaikan aspirasi kepada pe jabat pemkab. Setelah itu, mereka bersedia meninggalkan ruang dialog. “Pak Lutfi, ada baik nya biarkan teman-teman menyampaikan aspirasinya dulu. Ini sudah sesuai hasil koordinasi saat persiapan,” ucap Ratmoko.

Setelah cekcok lantaran perbedaan sikap di kalangan buruh, Lutfi keluar ruangan dan menarik anggotanya. Mereka meninggalkan lokasi dan beralih ke kantor Pemkot Malang. Sedang kan kelompok SBSIM dan kalangan mahasiswa masih berada di halaman luar pemkab untuk berorasi.

Bahkan, para mahasiswa yang tak mau dikoordinasi Lutfi nyaris ben trok dengan aparat kepolisian. Mereka terlibat aksi saling dorong karena tak diizinkan ma suk ke halaman pemkab.

Di ruang dialog, Sekda Abdul Malik, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Djaka Ritamtama, dan Kepala Bakesbangpol Adi Satrio yang menerima wakil buruh membiarkan adanya percekcokan di kalangan buruh. Para pejabat pemkab itu tampak diam sambil melihat Lutfi yang emosional saat menyatakan menarik anggotanya.

Usai aksi, koordinator peserta aksi dari SBSIM Syafril M. mengelak adanya perpecahan unjuk rasa buruh menjadi dua kubu. Pria yang kerap disapa Caping itu mengatakan, cekcok di depan pejabat pemkab dan penarikan anggota SPBI merupakan skenario aksi. “Tidak pecah. Memang kami atur demikian,” kata Caping.

Sementara, Sekda Abdul Malik me ngatakan pihaknya menga komodasi aspirasi buruh. Namun, beberapa tuntutan sudah di lakukan pemkab. Misalnya, kenaikan upah buruh sesuai KHL (kebutuhan hidup layak). “Upah sudah sesuai KHL, tapi me reka tak percaya KHL,” ucap dia. (dan/yn/radarmalang)

Keywords: , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar