Linmas Bangun Jalan Ke Pantai Licin, Pecahkan Rekor MURI
Luar biasa semangat anggota satuan linmas (perlindungan masya rakat) se-Kabupaten Malang. Kemarin (28/4) pagi, se kitar 7.000 lin mas mem bangun jalan rusak sepanjang tu juh kilo me ter menuju Pantai Licin di Desa Lebakharjo, Ke camatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Mereka bahu-membahu dengan ribuan partisipan lainnya seperti tentara Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Polres Malang, pramuka, PMI (Palang Merah Indonesia), serta anggota SKPD (satuan kerja perangkat daerah) lainnya di kabupaten.
Sejak Jumat siang sampai malam, para anggota linmas sudah berdatangan dari 33 kecamatan di kabupaten Malang. Mereka menginap di tenda-tenda yang didirikan di bumi per kemahan Comdeca di Le bak harjo. Sebagian lagi menginap di rumah-rumah penduduk.
Pagi pukul 06.00, ribuan peserta kerja bakti dalam rangka HUT emas (50 tahun) linmas itu mulai bergerak menuju kawasan Pantai Licin. Dari Comdeca, titik-titik lokasi kerja bakti masih sekitar delapan kilometer. Di sinilah semangat tinggi para linmas dan peserta kerja bakti lainnya terlihat. Banyak yang memilih berjalan kaki menuju kawasan Pantai Licin karena beratnya medan jalan yang dilalui. Selain menanjak dan menurun, jalannya rusak, berkelok-kelok, dan sempit. Padahal, banyak se kali anggota linmas yang sudah berusia di atas 40 tahun.

Anggota linmas se-Kabupaten Malang bahu-membahu membangun jalan di kawasan Pantai Licin, Lebakharjo, Ampelgading, kemarin
Jalan kaki menuju lokasi kerja bakti dengan medan terjal seperti itu sudah melelahkan. Namun, semangat yang ditunjukkan anggota linmas pantas diacungi jempol. Mereka seperti tak kenal lelah bekerja bakti. Peralatan apa saja dibawa, seperti cangkul, sekop, sabit, linggis, dan timba. Di titik-titik yang telah ditentukan, sudah tersedia material semen, pasir, dan batu untuk mengecor jalan. “Ayo semangat, semangat,” teriak anggota linmas.
Untuk mengefisienkan waktu pengecoran, linmas punya strategi khusus. Jalan sepanjang tujuh kilometer itu dipetak menjadi 33 bagian. Urutan pembagian lahan pengecoran disesuaikan dengan kecamatan.
Personel linmas Kecamatan Lawang mendapatkan petak paling bawah, yakni jalan di perbukitan Dusun Kresek. Sedangkan petak terakhir adalah jatah linmas Kecamatan Ampelgading. Dengan begitu, jatah linmas masing-masing kecamatan sepanjang 212 meter.
Sesuai rencana, kerja bakti berlangsung hanya sekitar tiga jam. Sekitar pukul 11.00, gotongroyong mengecor jalan selesai. Hasilnya, akses jalan menuju Pantai Licin kini lebih mudah ditembus.
Sebelum kerja bakti ini, akses menuju Pantai Licin di Lebakharjo sulit dilalui. Bisa dikatakan, Pantai Licin agak terisolasi karena medannya yang sukar ditembus. Hanya motor trail dan mobil jenis offroad yang berani melintasi. Pe ngunjung malah sering lewat kawasan Tempursari di Lumajang untuk menuju Pantai Licin. Tempursari hanya dipisahkan sungai lebar yang bermuara di Pantai Licin dengan wilayah Ampelgading di Kabupaten Malang. Namun, setelah kerja bakti kemarin, sudah tidak terlalu sulit menembus Pantai Licin.
Bupati Malang Rendra Kresna mengapresiasi tinggi apa yang dilakukan anggota linmas. Rendra sangat berterima kasih atas jasa linmas. Menurut Rendra, kerja bakti linmas itu ikut menyukseskan pengembangan wisata di Kabupaten Malang. Sebab, Pantai Licin merupakan salah satu pantai indah di kabupaten. Tetapi, kunjungan ke sana masih minim karena sulitnya medan. “Terima kasih setinggi-tingginya untuk seluruh anggota linmas,” ucapnya.
Selain membuka akses wisata, pembangunan jalan itu juga memperlancar transportasi penduduk di Lebakharjo. Di kawasan tersebut banyak petani yang ingin menjual hasil buminya ke kawasan lain. Dengan semakin mudahnya akses jalan, perekonomian di sana di ha rapkan juga terangkat.
Rendra menambahkan, saat ini masih banyak warga yang belum bisa menikmati “kemerdekaan”. Khususnya warga di pelosok yang belum dialiri listrik dan mendapatkan akses jalan yang baik. Untuk itu, dia bersama seluruh jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Malang bertekad memeratakan pembangunan.
Sementara, bersamaan dengan kerja bakti bangun jalan, linmas juga membangun jaringan air atau pipanisasi di Dusun Krajan, Desa Lebakharjo. Air dari sumber dialirkan ke tandon-tandon penampungan. Jadi, penduduk di sana semakin mudah menda patkan air bersih.
Langsung Terima Piagam MuRI
PEMBANGUNAN jalan menuju Pantai Licin di Lebakharjo, Ampelgading, kemarin tidak hanya menunjukkan betapa kompaknya linmas bekerja bakti. Kegiatan tersebut juga mengundang lahirnya prestasi baru bagi Kabupaten Malang. Apa itu?
Berkat pembangunan jalan sepanjang tujuh kilometer tersebut, Pemkab Malang mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MuRI). Kategorinya, pembangunan jalan cor terpanjang dengan peserta terbanyak.

Rendra Kresna, bersama Paulus Pangka dari MURI.
Piagam penghargaan itu langsung di serahkan oleh Senior Manager MuRI Pa ulus Pangka kepada Bupati Rendra Kresna di Lebakharjo kemarin. Piagam bernomor 5402/R.MURI/IV/2012 itu me nyebutkan bahwa pemkab sebagai pem prakarsa pembuatan jalan cor ter panjang dengan peserta terbanyak.
“Keterlibatan linmas dalam pengecoran jalan ini belum pernah ada. Kalau pun ada, dulu dipaksakan waktu zaman Belanda,” ujar Paulus sebelum me nyerahkan piagam penghargaan kepada Rendra.
Tiga institusi di lingkungan pemkab juga mendapatkan piagam MuRI. Yakni dinas bina marga, dinas cipta karya dan tata ruang, serta satpol PP dan linmas. Ketiganya berhak menerima piagam penghargaan sebagai penyelenggara pembangunan jalan cor terpanjang dengan jumlah peserta terbanyak. Dalam sambutannya, Paulus mengatakan sudah mengukur panjang jalan yang sudah dicor.
Meski hanya 5.250 meter, pemkab dianggap berhasil menorehkan rekor MuRI. Sisanya 1,6 kilometer tak dihitung karena masih berupa bebatuan. “Bisa menyusul. Artinya, jalan yang belum jadi bisa dilanjutkan. Kalau sudah selesai, bisa disampaikan kepada kami,” kata Paulus.
Memang ada sejumlah titik yang medannya sulit tidak sampai dicor. Bukan karena material tidak ada. Namun, air yang dipakai untuk mencampur material sulit didapatkan. Maklum, medannya di atas gunung.
Paulus menambahkan, pengecoran jalan di pedesaan merupakan bukti pemerataan pembangunan. Kebijakan pemkab itu sekaligus menepis image bahwa pembangunan terpusat di kota-kota. “Dulu, saya menemukan fakta banyak jalan pedesaan yang rusak. Itu artinya pembagunan tak merata. Tapi program ini (kerja bakti linmas) membuktikan adanya pemerataan pembangunan,” kata pria asal Flores itu. Bupati Rendra Kresna mengatakan, keberhasilan pemkab menyabet penghargaan MuRI merupakan prestasi linmas. Untuk itu, Rendra memberikan apresiasi tinggi terhadap peran linmas dalam pembangunan jalan.
“Prestasi linmas itu tak hanya memberikan kebanggaan, tapi juga dicatat MuRI,” tandas Rendra. Rendra mengatakan, di Kabupaten Malang, kondisi infrastruktur di pedesaan masih membutuhkan pembangunan. Khususnya di daerah terpencil.
Sedangkan pembangunan itu bukan hanya tugas pemkab. Perlu keterlibatan masyarakat untuk membangun. “Sangat membanggakan apa yang ditunjuk kan linmas. Saya juga berterima kasih kepada Kodim 0818, Polres Malang, pramuka, dan lain-lain yang mendukung kegiatan ini,” ucap dia.
Usai menerima penghargaan, Rendra bersama Dandim 0818 Letkol Inf Susilo, Kabag Ops Polres Malang Kompol Imam Rofiq, dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan pemkab meninjau lokasi pengecoran jalan. Mereka mengendarai sepeda motor trail ke arah Pantai Licin.
(dan/yn/radarmalang)
Keywords: Ampelgading, Bupati, infrastruktur, kerja-bakti, Linmas, MURI, Pantai Licin, Rendra Kresna















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar