Melihat Keseharian Pemain Metro FC di Barak Yonif Linud 502 Jabung
Bisa jadi Persekam Metro FC meru pakan klub profesional pertama yang menggunakan kompleks TNI AD sebagai markasnya. Karena tim asal Kabupaten Malang tersebut, menggunakan barak Ton Tangkas Yonif Linud 502 Jabung sebagai mess pemain. Tak ada fasilitas mewah. Begitu pula untuk keluar masuk juga tidak bisa leluasa. Seperti apa?
Siang itu seluruh pemain Persekam Metro FC tengah beristirahat sejenak untuk melepas lelah. Karena menu latihan endurance (ketahanan) yang cukup menguras stamina baru dilahapnya. Ada yang masih duduk di depan mess sambil membersihkan sepatu. Ada juga yang langsung masuk ke dalam untuk menyaksikan siaran televisi sambil bersenda gurau.

Pemain dan ofisial beristirahat di depan barak tempat tinggal mereka.
Melongok ke dalam mess yang dulunya digunakan pemusatan latihan atlet TNI AD itu, terlihat pemandangan yang cukup memprihatinkan. Ada 23 pemain Metro FC bersama 4 ofisial (Kustomo, Eko Supriyanto, Didik Harianto dan Siswantoro) harus rela berbagi tempat dalam satu ruangan berukuran 7 x 15 meter. Layaknya barak tentara, ada 16 kasur yang diletakkan berharap-hadapan. Jadi, ada satu kasur yang ditempati oleh dua orang. Meski formasi tempat tidur sama dengan anggota TNI, tapi masalah kerapian para pemain yang rata-rata masih berusia di bawah 23 tahun ini tertinggal jauh
Karena dalam barak itu, setiap pemain tidak memiliki loker. Jaket, kostum dan pakaian pemain banyak yang digantung di tembok. Sedangkan sepatu bola yang biasa dikenakan tersimpan di dalam kardus air mineral. Suasananya hampir mirip tempat pengungsian. â€Seperti ini Mas kondisinya. Cukup sederhana. Pemain hanya dapat sponsor dari air mineral. Jadi lokernya semua merk air mineral itu,†canda pelatih Persekam Metro FC Siswantoro ketika menyambut Radar di mess pemain. Tak lama berselang setelah beristirahat sejenak, beberapa pemain langsung bergegas menuju ke belakang barak. Ada yang membawa pakaian kotor, ada juga yang menenteng perlengkapan mandi. Di belakang barak tersebut ternyata ada satu kamar mandi tanpa atap yang cukup luas.
Ya, hanya satu. Jadi, beberapa pemain harus rela mandi bersama. Untuk mencuci pakaian juga dilakukan di tempat itu. â€Sebenarnya saya kasihan anakanak. Tapi kadang kondisi seperti ini juga buat mereka lebih akrab dan kompak,†paparnya. Sebagai pelatih dan juga penyambung lidah manajemen ke pemain, Siswantoro sebenarnya menginginkan tempat yang lebih baik untuk para pemainnya. Namun apa daya, pelatih yang pernah menjadi pemain Arema era 90- an itu harus menyesuaikan kondisi keuangan tim.
Ketika kali pertama menggunakan mess di Barak Ton Tangkas Yonif Linud 502 Jabung seminggu sebelum Divisi Utama Liga Indonesia dimulai, para pemain sempat kaget. Karena tempat markas baru ini kondisinya tak seperti markas klub sepak bola profesional pada umumnya. Apalagi kini Metro FC ada di Divisi Utama. Yakni, kompetisi yang hanya satu strip di bawah ketatnya kompetisi Indonesia Super League (ISL). Musim sebelumnya, saat Metro FC yang masih ditangani oleh Jonathan menggunakan kompleks Stadion Talok, Turen Kabupaten Malang. Menurut Siswantoro, mess yang memiliki banyak kamar untuk tempat tinggal pemain itu memang lebih layak dibandingkan markas yang sekarang.
Tapi manajemen menginginkan musim ini ada mess yang baru. â€Sebelumnya ada dua pilihan yang saja ajukan. Satu di Lanud Abdulrachman Saleh, Pakis. Sedangkan satunya di sini (Linud 502 Jabung). Tapi karena faktor ketersediaan air lebih bagus di Jabung, ya akhirnya kami pilih di 502,†paparnya. Siswantoro memberikan alternatif mess di markas militer juga bukannya tanpa alasan. Karena pelatih yang pernah menangani tim IKIP Budi Utomo ini menginginkan anak buahnya tertular sikap disiplin ala militer. â€Kalau di barak tentara kan keluar masuknya agak susah. Pemain setiap hari juga berkumpul dengan orang-orang militer yang dikenal disiplin,†imbuhnya.
Kedisiplinan itu sangat jelas terlihat. Salah atu contoh untuk keluar masuk kompleks Yonif Linud 502, pemain Metro FC harus melalui dua penjagaan. Yang pertama adalah pos penjagaan di area tengah dan kemudian pos penjagaan pusat. â€Waktu pertama di sini, anak-anak susah keluar masuk. Meskipun sudah ada data pemain yang saya laporkan kepada komandannya. Karena yang piket kan ganti-ganti, jadi mereka masih belum hafal,†bebernya.
Selain harus laporan atau izin di dua pos sebelum keluar masuk mess, lokasi markas penggawa Macan Kumbang ini juga tergolong jauh dari mal, pertokoan atau tempat hiburan lainnya. Jadi lengkap sudah alasan pemain Metro FC untuk malas keluar dari mess. â€Biasanya kalau libur latihan baru ada yang keluar. Itupun hanya beberapa. Karena banyak yang malas dengan perjalanannya,†beber Siswantoro. Tapi di balik kesederhanaan dan kesusahan tersebut, penggawa memiliki kekompakan di dalam dan luar lapangan yang bagus. Jika di dalam lapangan permainan serius di pertontonkan tim berkostum kuning hitam ini, di luar lapangan hampir setiap jam canda tawa selalu menghiasi mess Metro FC.
Ketika kantong pemain Metro FC sudah menipis karena telat gajian, tempat nongkrong yang dituju adalah KFC. Tapi jangan berpikiran kalau KFC tersebut adalah Kentucky Fried Chicken, tapi Kemantren Food Center yang berjarak sekitar 1 kilometer dari mess Metro FC. Tepatnya ada di daerah Pakis, Kabupaten Malang. â€Kalau uang sudah menipis, tempat nongkrong andalan waktu libur latihan ya, KFC mas. Karena Kemantren Food Cender menunya lebih lengkap. Ada bakso, angsle dan lain-lain wes,†gurau Joko Slamet, salah satu pemain belakang Metro FC.
Selain tempat nongkrong andalan ketika keuangan menipis, pemain tim yang menggunakan Stadion Kanjuruhan untuk pertandingan kandang itu juga senangnya bukan main ketika partai kandang. Karena saat tandang semua pemain bakal menginap di hotel yang memiliki fasilitas lebih bagus di bandingkan mes mereka. Berbeda jika mereka berada di barak, setiap malam harus menghindari serangan udara. â€Kalau pas tandang sudah ndak ada lagi serangan udara (nyamuk, Red) waktu tidur,†lanjut Joko. (*/ziz)
Sumber: Radar Malang
Keywords: Jabung, Metro FC, pelatihan, sepak bola, TNI AD- Berita Lainnya :
- Arema Cronous Semakin Sulit Kejar Juara
- Warga Kabupaten, Ubah Kotoran Sapi Jadi Biogas dan Pupuk Organik
- Wisuda SMKN 1 Turen Ditaburi Prestasi Membanggakan
- Warga Kabupaten Malang, Terima Penghargaan dari Presiden
- Truk Terguling, Jalur Malang-Surabaya Lumpuh
- Terbakar Cemburu, Bakar Istri di Depan Mertua
- Ibu Dibunuh PNS, Pingsan di Pengadilan
















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar