Home » Kota Batu

DAK Bakal Ngendon Lebih Lama

16 April 2012 No Comment

Mengendapnya DAK (dana alokasi khusus) sebesar Rp 5,4 miliar di bagian keuangan Pemkot Batu, bukan tanpa sebab. Sejumlah SKPD (satuan kerja perangkat daerah) Pemkot Batu berdalih belum bisa menyerap kucuran dana segar dari pemerintah pusat itu karena semuanya masih dalam proses. Karenanya, hingga saat ini SKPD belum berani mengajukan SPM (surat perintah membayar) ke bagian keuangan. ”Yang mau kami ajukan belum siap, karena pekerjaannya belum kami mulai,” kata Bambang Kuncoro, kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Batu, sa lah satu penerima dana DAK, kemarin.

BERKELOK: Akses jalan Desa Junggo tak cukup lebar. Dinas pertanian akan memperbaiki jalur angkut hasil pertanian warga ini.

BERKELOK: Akses jalan Desa Junggo tak cukup lebar. Dinas pertanian akan memperbaiki jalur angkut hasil pertanian warga ini.

Menurutnya, saat ini proyek-proyek SKPD masih tahap pelelangan di LPSE (layanan pengadaan secara elektronik) yang dikelola bagian pembangunan Pem kot Batu. Setelah pengumunan dan penetapan pemenang lelang, proyek baru bisa dikerjakan. Dan untuk proses itu, membutuhkan waktu. Paling tidak hingga pertengahan bulan depan. Dia menyebutkan, di tahun anggaran ini, dinas cipta karya dan tata ruang menerima kucuran dana Rp 1,79 miliar. Dana tersebut untuk dua jenis program kegiatan. Rp 994 juta di antaranya untuk jenis sanitasi dan Rp 809 juta untuk jaringan air minum. Hal senada juga diungkapkan Sugeng Pramono, kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemkot Batu. Dia mengatakan,kucuran dana Rp 2,6 miliar dari DAK juga belum bisa diserap. Karena saat ini masih dalam proses lelang untuk selanjutnya memasuki tahap pengerjaan. Se telah pengerjaan tuntas, baru bisa mengajukan SPM.

Sugeng mengungkapkan, kucuran dana yang diterima itu, rencananya digunakan untuk sejumlah kegiatan yang mendukung program-program pertanian. Di antaranya, pembangunan jaringan irigasi di sekitar lahan pertanian. Juga untuk memperbaiki sarana infrastruktur jalan yang diper gunakan akses keluar masuk produk-pro duk pertanian. Apalagi, sampai saat ini masih banyak infrstruktur yang kurang memadai. ”Dengan perbaikan infra struktur itu, diharapkan bisa memperlancar keluar masuknya hasil pertanian,” kata dia. Seperti diketahui, tahun anggaran ini, pemkot mendapat kucuran DAK sebesar Rp 18, 2 miliar. Pada tri wulan pertama, alokasi anggaran tersebut cair Rp 5,4 miliar. Sayang, hingga saat ini belum ada pengajuan pencairan anggaran atas kucuran dana tersebut. Padahal, kucuran dana tahap pertama itu, harus segera diserap untuk proses penyerapan ang garan tahap berikutnya. Ada sembilan SKPD yang menerima jatah DAK. Yaitu, dinas kesehatan, dinas pendidikan, dinas bina marga dan pengairan, dinas pertanian dan kehutanan, dinas cipta karya dan tata ruang, dinas perhubungan, badan pemberdayaan masyarakat, badan lingkungan hidup, dan kantor ketahanan pangan. (yak/nen)

Sumber: Radar Malang

Keywords: ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar