Home » Malang Raya, Pendidikan

Amankan UNAS, Tempat Fotokopi Diawasi Polisi

15 April 2012 No Comment

POLRES Malang all out melakukan pengamanan ujian nasional (UN) yang akan digeber besok. Selain menurunkan petugas pengawalan naskah UN, Polres Malang juga menerjunkan sejumlah polisi berpakaian preman

Polisi ini akan mengawasi sejumlah titik kerawanan kebocoran soal UN. Kapolres Malang AKBP Rinto Djatmono melalui Kasatbinmas Polres Malang AKP Soepary menuturkan, secara teknis akan ada dua anggota kepolisian yang mengawal naskah UN dari polsek ke sekolah-sekolah. Mereka akan didampingi tim pengawas independen.

Pasang nomor ujian di SMAN 1 Kota Batu.

Pasang nomor ujian di SMAN 1 Kota Batu.

Kewenangan dua petugas tersebut hanya sampai mengantarkan naskah UN ke sekolah-sekolah. Mereka harus memastikan naskah tersebut aman di jalan dari gangguan. ”Kewenangan kami hanya sampai mengantarkan. Ketika naskah sudah di dalam sekolah, itu sudah menjadi kewenangan tim pengawas independen dan pihak sekolah,” kata dia. Bukan hanya menerjunkan pengamanan terbuka untuk helatan UN. Mereka juga menerjunkan sejumlah polisi berpakaian preman yang akan mengawasi sejumlah tempat strategis yang memiliki peluang untuk kecurangan UN. Salah satu yang menjadi atensinya adalah tempat fotokopi.

”Kami mengawasi segala kemungkinan yang ada. Paling tidak, kami mengantisipasi kecurangan yang bisa dilakukan semua pihak. Benar, salah satu atensi kami adalah tempat fotokopi. Sangat bahaya jika ada soal yang digandakan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” bebernya. Bukan hanya tempat fotokopi, Soepary juga mengatakan keberadaan joki-joki ujian juga menjadi pengawasan kepolisian. Pihak kepolisian sudah memiliki antisipasi khusus untuk mengetahui keberadaan joki ini. ”Paling penting, kami melakukan deteksi dini jangan sampai ada joki yang bisa bebas berkeliaran,” katanya.

Di sisi lain, kemarin siang, Polres Malang mendistribusikan 276 kardus naskah ujian nasional ke semua jajaran polsek yang ada di wilayah hukum Kabupaten Malang. Naskah tersebut akan menjadi penentu nasib kelulusan bagi setidaknya 5.836 siswa SMA di Kabupaten Malang.Sesampai di Polsek, naskahnaskah tersebut dimasukkan ke ruangan khusus. Ruangan itu disegel dan digembok untuk menghindari kemungkinan kecurangan. ”Secara teknis ada dua gembok yang ada di ruangan. Satu gembok dipegang Kapolsek, satu gembok dipegang tim pengawas independen. Jadi satu gembok saja tidak akan bisa untuk membuka ruangan,” kata dia.

Pantauan Radar Polsek Pakisaji sudah menerima naskah tersebut. Naskah untuk lima sekolah di Pakisaji tersebut disimpan di ruang Bhayangkari yang disulap menjadi ruang penyimpanan naskah UN. Lima sekolah yang ada di Pakisaji adalah SMK PGRI, SMK Budi Multa, SMK Assfiyah, SMK Hasyim Ashari, dan SMK Trimurti. Kapolsek Pakisaji AKP Ni Nyoman Sri Efliandani me nutur kan, ada empat kardus yang disimpan di ruangan penyimpanan tersebut. Nantinya, naskah tersebut akan didisbustrikan tepat pukul 06.00 ke sekolah sekolah dengan pengawalan dua polisi.

Proses distribusi dari Polres Malang ke Polsek Pakisaji sendiri berjalan lancar. ”Tadi disaksikan perwakilan sekolah, pengawas, tim independen, mahasiswa dan jajaran Polsek. Kami akan pastikan semuanya aman,” ucap dia.

Abaikan Kunci Jawaban via SMS

Sementara itu, antisipasi terjadinya kecurangan pada pelaksanaan UN terus ditingkatkan. Siang kemarin, Dinas Pendidikan Pemkot Batu merapatkan barisan dengan Dewan Pendidikan Kota Batu. Salah satunya mengantisipasi penyebaran kunci jawaban soal ujian melalui SMS atau pesan singkat. Antisipasi yang dilakukan adalah dengan memberikan penyadaran kepada peserta ujian supaya tidak mudah percaya dengan kunci-kunci jawaban lewat SMS atau lewat media lainnya. ”Nggak usah dipercaya. Bisa jadi itu (jawaban lewat SMS, Red) malah menyesatkan,” kata Mohammad Zakaria, kepala Dinas Pendidikan Pemkot Batu, siang kemarin

Sebaliknya, Zakaria mengimbau kepada para siswa untuk lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Apalagi, jauh-jauh hari juga sudah melakukan persiapan yang matang. Dengan begitu, juga tidak akan menyesal telah mempercayai hal-hal yang tidak diketahui sumbernya. Dia juga mengatakan, persoalan itu sudah dibicarakan dengan Dewan Pendidikan Kota Batu. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, sejauh ini belum ditemukan adanya kabar penyebaran jawaban lewat SMS. ”Sampai saat ini kami memang belum menemukan. Kami berharap mudah-mudahan tidak ada,” kata mantan kepala bagian umum ini

Sementara itu, persiapan pelaksanaan ujian yang akan diikuti 1.914 siswa tingkat SMA dan SMK terus dimatangkan. Pemasangan nomor ujian untuk peserta juga telah dilakukan. Hal itu seperti halnya di SMAN I Kota Batu. Panitia ujian tengah menyelesaikan pemasangan nomor ujian di bangku-bangku yang akan ditempati siswa. Sedangkan di Kota Malang juga mulai dilakukan pe nempelan nomor ujian di sekolah penyelenggara. ”Hari ini sudah 95 persen persiapan kami. Tinggal naskah UN sama pengawasnya yang belum ada,” kata Achmad Zaini, panitia ujian di SMA 4 Malang.

Menurutnya, pola tempat duduk UN sekarang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Sebab, kata dia, jarak antar peserta yang punya kode sama sangat jauh. Sehingga kejujuran siswa dalam mengerjakan soal lebih terjamin. Apalagi, imbuh dia, siswa nanti masuk kelas hanya boleh membawa alat tulis. ”Kalau UN sebelumnya dengan kode huruf abjad, tapi sekarang dengan angka dan jaraknya lebih jauh,” jelasnya. Tak hanya itu, Zaini juga mengajak Radar ke dalam ruangan yang sudah ditempeli nomor. Dia menunjuk kode soal P 12. Kode soal itu ada di meja paling depan dan satunya lagi berada di pojok paling belakang. (did/yak/cw2/ziz)

Sumber:Radar Malang

Keywords: , , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar