Home » Kota Batu

123 Sopir Datangi Polsek, Korban Sesenggukan

14 April 2012 No Comment

Pengungkapan dugaan penculikan yang dialami Cintia Indah Notafiana, 14, warga Jl Bromo Gang VI, Sisir, Kecamatan Batu masih belum menemui titik terang. Meski korban Cintia mengaku penculikan itu terjadi di dalam angkot jurusan Batu-Selekta (Bumiaji), namun dia belum bisa menunjukkan angkot yang membawanya berputar-putar selama 7 jam itu. Bahkan, untuk memperlancar pengungkapkan kasus ini, kemarin para sopir angkot jurusan Batu-Selekta mendatangi Polsek Bumiaji. Sebanyak 67 angkot dan 123 sopir datang secara sukarela untuk diperiksa. Hal ini dilakukan agar kasus ini bisa terungkap secepatnya dan tidak meresahkan warga, khususnya anak sekolah. Mengingat status korban adalah siswi SMPN 4 Bumiaji.

Selain itu, para sopir ini tidak ingin disudutkan dalam kasus tersebut. Kalaupun ditemukan pelaku penculikan merupakan sopir angkot Batu-Selekta, mereka minta agar ditindak tegas. Tidak itu saja, pelaku akan dikeluarkan dari keanggota paguyuban sopir. ”Ini inisiatif kami sendiri untuk membantu polisi. Harapannya kasus bisa jelas. Apakah itu angkot dari sini atau dari luar Kota Batu,” kata Hari Wibowo, wakil Paguyuban Sopir Batu-Bumiaji saat ditemui di Mapolsek Bumiaji, kemarin. Karena itu, sesampainya di mapolsek, sebanyak 123 sopir berdiri berjajar di depan ma - polsek. Satu per satu wajah para sopir tersebut dilihat oleh korban yang berada di balik jendela. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebanyak dua kali. Hanya saja, korban tidak melihat dari mereka merupakan pelaku penculikan.

Petugas mendokumentasi para pengemudi angkot jalur Batu-Selekta

Petugas mendokumentasi para pengemudi angkot jalur Batu-Selekta

Setelah memeriksa wajah sopir, korban diajak melihat angkot yang diparkir di depan mapolsek. Sebanyak 67 angkot dari 70 angkot dilihat korban. Lagi-lagi, tidak satupun angkot yang memiliki ciri seperti yang membawa korban. ”Semua sopir datang dan membawa KTA. Kami sendiri juga memiliki aturan main di organisasi,” ungkap Ketua Paguyuban Sopir Batu-Selekta Thomas Simanjuntak. Sedangkan terkait tiga angkot yang tidak dibawa ke mapolsek, menurutnya, karena mengalami kerusakan dan sudah satu minggu ini berada di bengkel. Ditambahkan, ada sejumlah aturan yang wajib dipegang sopir. Salah satunya, sopir angkot tidak boleh diwakilkan. Karena itu, hanya yang memiliki KTA yang diperbolehkan membawa angkot. Selain itu, juga sanksi bagi sopir yang nekat memuat penumpang melebihi ketentuan yang berlaku. ”Jika ditemukan ada penumpang yang nggandol di angkot, paguyuban akan memberikan sanksi,” tegas dia. Peristiwa tersebut juga di jadikan inspirasi para sopir. Diantaranya, akan membuat seragam khusus. Sehingga sopir bisa dikenali. Apalagi mereka juga membawa nama baik Kota Batu sebagai kota wisata. ”Banyak angkot yang sama dari luar kota. Itu yang mulai kami antisipasi,” beber Thomas.

Seperti yang diberitakan, dugaan penculikan menimpa siswi SMPN 4 Bumiaji bernama Cintia Indah Notafiana. Cintia dikabarkan diculik oleh sopir angkot berwarna oranye pada Rabu (11/4) -bukan Rabu (18/4) seperti diberitakan kemarin. Saat itu korban naik angkot pukul 06.30. Namun, korban tidak diturunkan di sekolah justru dibawa ke Pacet, Lawang, Singosari hingga akhirnya berhasil melarikan diri saat berada di Pujon sekitar pukul 13.30. Menurut korban, aksi penculikan dilakukan oleh tiga orang pelaku. Salah satunya bercadar dan bersenjata tajam jenis pisau. Dalam aksinya, pelaku meminta tebusan ke orang tua korban sebesar Rp 1 juta. Permintaan itu disampaikan pelaku melalui SMS. Untuk HP yang dipakai pelaku merupakan milik korban.

Sementara itu, orang tua korban mengaku bahwa laporan ke polisi berdasarkan keterangan anaknya. ”Kami juga minta maaf kepada para sopir karena merepoti. Tetapi kami juga tidak mengadaada (kasus ini, Red),” kata Hariono, ayah korban saat ditemui di Mapolsek Bumiaji, kemarin. Sementara itu, kemarin Cintia tampak masih shock. Dia beberapa kali menangis saat diminta melihat para sopir atau memeriksa angkot. Kepada Radar, dia mengaku tidak mengenal jelas ciri angkot yang dinaiki. Dia hanya tahu dalam angkot itu bagian atasnya seperti ada lobang. ”Cuma itu yang saya tahu,” ujarnya sembari menangis. Sementara itu, sejumlah petugas Polsek Bumiaji kemarin masih terus melakukan penyelidikan. Selain itu, juga mencari informasi sopir angkot. Terlebih ada dugaan ada angkot dari luar kota yang masuk ke Kota Batu. Karena itu polisi masih terus mendalaminya. ”Masih didalami anggota. Sejumlah saksi dan korban kami mintai keterangan,” kata Kapolsek Bumiaji AKP Deddy Rohjadi, kemarin. (bb/ziz/radarmalang)

Keywords: , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar