Gaya Hidup Orang Malang Rawan Diabetes
Tren masyarakat Malang yang suka gaya hidup santai (sedentary lifestyle) rawan memicu terjadinya penyakit diabetes melitus. Pasalnya, pola hidup santai membuat gerakan tubuh menjadi minim dan bisa menyebabkan obesitas (kegemukan). â€Orang zaman sekarang kalau melakukan berbagai pekerjaan itu kan dengan mudah dan santai. Misalnya, menyalakan televisi tidak perlu berjalan.
Cukup pakai remote. Begitu juga membuka dan menutup pagar atau menyalakan AC. Tinggal pencet remote,†ungkap dr Dicky Kurniawan SpPD, dokter spesialis penyakit dalam dari Dinas Kesehatan Kota Malang, saat ditemui di Puskesmas Cisadea

Pengunjung menikmati Jalan Ijen dengan bersepeda.
Menurut dia, selain gaya hidup yang santai, masyarakat Malang banyak yang menyukai makanan fastfood. Pecinta makanan fastfood ini tidak hanya didominasi orang berduit. Orang yang pas-pasan pun suka makan fastfood. Padahal, komposisi makanan ini kurang memenuhui standar gizi. Sayangnya, oleh banyak warga Malang, fastfood dipandang sebagai gaya hidup elit. Jadi, jika makan di restoran fastfood yang mewah, mereka seolah memiliki kebanggaan tersendiri.
Faktor penyebab diabetes lainnya juga banyak dijumpai di Malang. Yakni banyaknya polusi dari kendaraan bermotor yang kian hari kian tak terkendali. Juga para perokok yang banyak sekali dijumpai di Malang.
Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) tersebut, diabetes ini bisa menjadi pemicu sejumlah penyakit lain. Misalnya penyakit mata. Sebab, diabetes juga bisa menyebabkan kerusakan saraf mata yang berakibat pada penurunan pandangan, timbulnya penyakit katarak, bahkan kebutaan. Tandatandanya diawali dengan lensa mata yang keruh, lalu tidak bisa melihat. â€Diabetes ini penyakit degeneratif yang bisa menyebabkan timbulnya berbagai penyakit lain,†ungkap dokter yang juga praktik di Klinik Mata Malang ini.
Untuk mencegah diabetes, Dicky menyarankan agar lebih banyak berolahraga dan beraktivitas fisik dalam melakukan pekerjaan. Misalnya, berjalan kaki atau bersepeda pancal. (lid/yn)
Keywords: jalan Ijen, kesehatan, sepeda















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar