Home » Kota Malang, Sorotan

Hari Ini Terakhir Pameran

8 April 2012 No Comment

Pembelian rumah melalui KPR (kredit pemilikan rumah) tahun ini diprediksikan meningkat pesat. Ini dipicu melandainya suku bunga bank pada akhir semester pertama 2012. Adanya penurunan tersebut menjadi keuntungan masyarakat yang ingin membeli rumah. Paling tidak terbukti dari jumlah aplikasi para calon pembeli rumah melalui KPR BRI selama Pameran Sejuta Rumah yang dihelat di hall utama Matos (Malang Town Square). Per hari sejak pameran dibuka tercatat 50-100 aplikasi. Jumlah tersebut terkadang melesat.

Pameran Sejuta Rumah tawarkan harga spesial

Pameran Sejuta Rumah tawarkan harga spesial

”Hingga hari ketiga pameran (kemarin) ada sekitar 250-an lebih calon pembeli rumah yang mengajukan KPR kepada kami,” ucap Pemimpin Cabang BRI Martadinata Agus Irwanto. Pameran yang digelar kerja bareng Ilhami Organize, REI Komisariat Malang, Color Mode Inc dan Matos itu berakhir hari ini. Peserta pameran sekitar 42 pengem bang. Dua di antaranya, Permata Batubara Regency dan Permata Kencana Saxofon. Kedua pengembang tersebut menawarkan rumah dengan lokasi yang strategis dengan konsep rumah minimalis modern.

Agus menambahkan, dari total calon customer KPR BRI tersebut merupakan calon pembeli potensial. ”Penurunan suku bunga KPR berdampak positif terhadap pengajuan KPR. Tapi angka penurunan pada akhir semester satu nanti kami masih belum bisa diprediksikan,” ungkapnya. Beberapa indikator bakal mendorong penurunan suku bunga. Di antaranya, stabilitas ekonomi nasional sampai saat ini mampu terjaga. Kendati ada gonjangganjing kenaikan BBM (bahan bakar minya) namun sektor property khusunya pembiayaan KPR kenyataannya tak banyak terpengaruh.

Sementara itu, BRI melalui salah satu produknya yakni KPR memberikan bunga fixed delapan persen pada tahun pertama. Pemberian suku bunga tersebut Agus optimistis bisa menggenjot pembiayaan di sektor properti sampai Rp Rp 120 miliar selama 2012. Menurut Agus, BRI memberikan suku bunga flat hanya pada satu tahun pertama. Alasannya, tren suku bunga yang diprediksikan bakal menurun. Tentu, BRI tak ingin merugikan para nasasbah. “Jika kami memberi suku bunga fix di atas satu tahun maka nasabah yang malah merugi. Kalau ada penurunan suku bunga kan tidak bisa memanfaatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua REI (Real Estate Indonesia) Ko misariat Malang Raya Heri Mursid Brotosejati menambahkan, antusiasme pengunjung pameran cukup tinggi. Masyarakat cukup cerdik untuk memilih kapan membeli properti. ”Ini menjadi momen pengembang untuk menggenjot penjualan,” ungkap Heri.

Sementara itu, Ketua REI (Real Estate Indonesia) Ko misariat Malang Raya Heri Mursid Brotosejati menambahkan, antusiasme pengunjung pameran cukup tinggi. Masyarakat cukup cerdik untuk memilih kapan membeli properti. ”Ini menjadi momen pengembang untuk menggenjot penjualan,” ungkap Heri.

Ajang pameran, sambung Heri, efektif untuk mempertemukan langsung antara kalangan pengembang dan calon customers. Mereka bisa bertanya sedetil mungkin sebelum membeli. ”Jangan sampai membeli rumah seperti membeli kucing dalam karung. Pastikan dengan bertanya dan melihat langsung ke lokasi,” katanya. Heri mengungkapkan, tahun ini merupakan tahun “emas” untuk di sektor properti. Indikasinya, ba nyak pengembang baru bermunculan dan mena warkan lokasi terbaiknya. Padahal, dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM jelas memberi pengaruh terhadap bahan material bangunan. ”Harga besi saja sudah naik sekitar 15 persen. Tapi, kami optimistis pertumbuhan sektor properti bisa mencapai 20 persen dibandingkan tahun lalu (target sebesar Rp 1,8 triliun),” ujarnya. (an/hap)

Keywords: , , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar