Ganif Trioko Kembangkan Pelanggan dengan Jaringan Pertemanan
Berbekal membantu pekerjaan orang tua, Ganif Trioko, memberanikan diri membuka bengkel. Memulai usaha itu Koko, sapaannya, nyaris tak memegang modal. Modalnya, tekad yang besar. Seperti apa usaha itu sekarang?

Ganif Trioko saat di halaman bengkelnya di kawasan Ki Ageng Gribig
Sehari hari bengkel milik Koko tak pernah sepi. Tiga lahan di sepanjang Jl Ki Ageng Gribig yang menjadi bengkel â€Cat Mobil Koko†penuh dengan mobil-mobil. Sekarang pun Koko tengah menyiapkan membangun lahan lagi untuk memperluas bengkel miliknya. Maklum, mobil yang perlu diperbaiki kian hari kian meningkat. â€Alhamdulillah, modal usaha sandal jepit, trepes, wis kate pedot (sandal jepit, tipis, dan sudah mau putus) tetap eksis sampai sekarang,†kata Koko yang mengawali membuka bengkel sejak tahun 1991 itu.
Koko berkisah, kenal dengan bengkel mobil khususnya cat ketika duduk di bangku SD. Koko kecil terbiasa membantu pekerjaan sang ayah, HM Winardi (almarhum) yang memiliki bengkel pengecatan mobil. Ketika itu, bengkel sang ayahanda berada di kawasan Oro-Oro Dowo, Klojen, Kota Malang. â€Kebetulan saya sekolah di SD Sang Timur yang masuknya pukul 12.15 sampai sore. Sebelum sekolah saya biasanya membantu Bapak dulu,†kenang Koko
Semula Koko tidak memiliki lahan sendiri. Ketika itu dia mengontrak di Jl Danau Singkarak. Karena mengontrak fasilitas yang ada tidak selengkap sekarang. Bengkelnya menggunakan tenda yang didirikan di depan rumah. Pengguna jasanya sebatas temantemannya dekat saja. â€Saya membuka bengkel setelah saya resign dari salah satu perusahaan kontraktor di Surabaya. Saya putuskan untuk menata hidup,†katanya.
Bagi Koko, membuka usaha kecilkecilan tersebut modal utamanya adalah jaringan dan relasi alias gaul. Kebetulan, selama ia berjuang mencari uang kuliah sudah terbiasa dengan dunia mobil dan jual beli alias makelar mobil. â€Doktrin orang tua agar memperluas pergaulan, membuat saya luwes untuk mendapatkan teman. Itung-itung cari pelanggan,†kelakarnya. Usaha Koko yang berjalan sekarang boleh dibilang sukses. Bertempat di atas lahan seluas 4.000 meter persegi, setiap bulannya ada ratusan mobil yang ditangani. Dalam penanganan tersebut ada masing-masing bagian yang mengerjakan. Mulai bagian checklist, ruang bodi pengecatan, ruang dempul, hingga ruang finishing sebelum akhirnya diserahkan kepada pemilik.
â€Segmen bengkel saya dari kelas perseorangan sampai perusahaan. Sebagian besar malah kalangan corporate,†jelasnya. Beberapa pelanggan yang sudah loyal, perusahaan rokok se-Malang Raya, tiga instansi lingkup Pemda Malang Raya yakni Pemkot Malang, Pemkot Batu, dan Pemkab Malang. Ditambah lagi beberapa perguruan tinggi, seperti UB (Universitas Brawijaya), UMM (Universitas Muhammadiyah Malang), dan Universitas Kanjuruhan. â€Belum lagi para pejabat-pejabat yang secara pribadi memanfaatkan jasa bengkelnya. Saya ini sebenarnya bukan siapa-siapa, hanya tukang cat mobil. Tapi, setiap harinya bisa leluasa bertemu dengan orang-orang penting,†ujarnya merendah. (happy dy/lia)
Sumber:Radar Malang
Keywords: bisnis, ekonomi, komunikasi- Berita Lainnya :
- Oneng Sugiarta, Menjadi Langganan Artis Terkenal
- Minim Variasi Serangan, Arema Gagal Raih Kemenangan
- SBMPTN Lengkap dengan Metal Detector
- Club Lamborghini Ikut Ramaikan “Malang AutoFest 2013”
- Terkikis Air, Rumah Ambruk
- Mobil RC Jadi Tren dan Hobi Semua Kalangan
- Bocah 7 Tahun, Lihai Melatih Anjing
















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar