Hatta coba mobil Esemka karya SMKN 6
MENTERI Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menunjukkan apresiasinya terhadap karya anak bangsa. Usai menutup Muktamar XI Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah, Hatta menyempatkan diri mengendarai mobil Esemka jenis SUV rakitan siswa SMKN 6 Kota Malang.
Para kiai dan rombongan pejabat yang datang bersama Hatta pun turut mendampingi Ketua Umum DPP PAN itu mengendarai mobil. Di antaranya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Pengasuh PP Al Munawwariyah KH Maftuh Said.

Usai Jajal Esemka, Hatta Acungkan Jempol
Keduanya turut masuk dalam mobil bernopol SMKN 6 itu. Bahkan, Wagub Jatim Saifullah Yusuf yang ingin masuk sudah tak kebagian tempat. Sebab, beberapa rombongan kiai sudah berada di dalam mobil lebih dulu.
Usai menjajal mengendari mobil sejauh 10 meter di area muktamar, Hatta memuji mobil karya anak bangsa itu. ”Kelembutan mesinnya tak kalah dengan mobil saya. Padahal, mobil saya buatan Eropa,”
kata Hatta sambil mengacungkan jempolnya sebagai tanda puas usai mengendara mobil Esemka.
Sepertinya, Hatta akan mengikuti pejabat lain yang sebelumnya telah membeli mobil Esemka.
Seperti Ketua Umum DPP Muhammadiyah Din Syamsudin dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Hatta sudah mengungkapkan keinginannya untuk membeli mobil yang diproduksi siswa SMKN 6 Malang. Namun, Hatta belum menjabarkan kapan pembelian dan berapa harga yang diberikan. ”Iya. Ada rencana beli mobil satu unit,” ujar pejabat yang disebut-sebut bakal meramaikan bursa Capres 2014 mendatang itu.
Sebelumnya, dalam sambutan penutupan, Hatta mengungkapkan pentingnya penguasaan pengetahuan dan teknologi. Bangsa Indonesia, termasuk siswa-siswi harus menguasai teknologi. Sebab, kejayaan Islam dikarenakan pemeluknya menguasai teknologi. ”Sejarah mencatat kejayaan Islam di abad VII. Apakah kita bisa membangun kejayaan kembali? Insyaallah,” kata Hatta dalam sambutannya. (dan/ziz/radarmalang)
Keywords: Hatta Rajasa, mobil Esemka, muktamar, SMKN 6- Berita Lainnya :
- Diknas Janji 2014 Tak Ada Lagi Kelas Rusak
- 4 Tahun Didanai Rp 272 M, Masih Banyak Ruang Kelas Rusak
- Sri Sultan Ajak Pemimpin Belajar dari Candi
- Sri Sayekti, Aktivis Forum Masyarakat Peduli Pendidikan di Kabupaten Malang
- Ruwetnya Penataan Reklame di Kota Malang
- Izin Praktik Dokter Makin Sulit
- Hari Pertama, Pendaftaran SNMPTN Malang Sepi Peminat















Leave your response!