Terobos Ring 2 SBY, Pengendara Nekat Tersungkur
Insiden tak mengenakkan kem bali terjadi dalam momen kunjungan Pre siden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Malang. Setelah tabrakan beruntun delapan mobil pengantar Rabu (12/1) siang, malamnya sekitar pukul 20.00, dua pengen dara sepeda motor tersungkur karena me nerobos zona steril di Jalan Tanimbar, se belah Lanal (Pangkalan Angkatan Laut) Malang yang menjadi tempat menginap SBY. Mereka terseret di aspal setelah menero bos barikade petugas yang menjaga kawasan ring 2.
Kawasan Jalan Tanimbar dan sekitarnya malam itu dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI. Kawasan Tanimbar dan sekitarnya masuk zona steril. ”Itu zona steril. Tidak boleh ada yang masuk,” kata Kapenrem 083 Baladhika Jaya Mayor Arwan.
Ada dua versi penyebab pengendara sepeda motor Satria N 2275 AA itu mencium as pal. Versi korban, mereka tersungkur karena ada beberapa petugas yang me ngayunkan rambu larangan masuk ke wajah pengemudi. ”Saya dipukul rambu dilarang masuk. Setelah itu, saya jatuh dan pingsan,” kata Sulung Hadi Sukmawan di RSSA.
Pria 25 tahun, warga Jodipan Wetan I RT 16 RW 7, Blimbing, tersebut saat itu membonceng Slamet, 18, rekan kerjanya di bengkel mebeler kawasan Mergan. Slamet menambahkan, dia sudah sempat dicegat polisi yang menggunakan stick light (sejenis lampu senter berwarna merah). Namun, Sulung terus melaju menerobos zona steril.
Slamet hanya tahu ada yang mengayunkan rambu di depan sepeda motor dan dia langsung menunduk. Setelah itu, dia jatuh terseret kendaraan bersama Sulung. ”Teman saya pingsan dan dinaikkan pikap ke RKZ (Rumah Sakit Panti Waluya),” tutur Slamet.
Versi kedua adalah versi polisi dan TNI yang melakukan pengamanan. Menurut polisi, keduanya tersungkur karena ngebut dan tidak bisa mengendalikan kendaraan ketika dihalang-halangi petugas. Apalagi, mereka diindikasikan takut kepada petugas karena mengendarai sepeda motor tanpa surat-surat kendaraan. Petugas mengambil tindakan menghalangi karena Jalan Tanimbar termasuk zona steril.
Menurut Kasubag Humas Polres Malang Kota Abdul Hadi, kedua pengendara melaju dari Jalan Sulawesi. Mereka sudah dicegat di Jalan Tanimbar. Namun, kedua pengendara itu tetap menerobos dan ngebut. Mereka kembali dicegat polisi dan TNI di pertigaan Jalan Tanimbar-Jalan Yos Sudarso. Saat itulah pengendara motor meliuk tajam menghindari barikade. Keduanya jatuh dan menabrak barikade kursi dan sepeda motor di sebelah timur.
Keterangan Abdul Hadi itu dikuatkan Kanit Laka Polres Malang Kota Ipda I Gusti A. Ananta. Menurut Gusti, kejadian itu masuk kecelakaan tunggal. Sebab, olah TKP di lokasi menguatkan kejadian kecelakaan. ”Kalau soal ada penganiayaan atau tidak, itu bukan ranah kami,” ujar Gusti.
Hingga kemarin sore, Sulung dan kuasa hukumnya dari LBH Surabaya Pos Malang Ronny Dwi Sulistyawan belum melaporkan kasus dugaan penganiyaan secara resmi kepada polisi. (yos/yn/radarmlg)
Keywords: kecelakaan, polisi, presiden, RSSA, SBY, TNI- Berita Lainnya :
- Bongkaran Gedung Dewan Ditawar Rp 306 Juta
- Salah Satu Korban Kecelakaan Sukhoi Superjet 100 Warga Jalan Lahor
- Ruwetnya Penataan Reklame di Kota Malang
- Reklame Semrawut Kurangi Keindahan Kota
- Perbanyak Peta Wisata Malang untuk Turis Asing
- Klub Motor-Backpacker Siap Ngecat dan Nyapu di Kayutangan
- Pemkot Kirim Data Pegawai Honorer ke BKN















Leave your response!