Home » Kabupaten Malang, Sorotan

Makan Empat Hari Habis Rp 2,2 Miliar

14 Januari 2012 No Comment

MILIARAN rupiah dikeluarkan untuk biaya Muk tamar XI Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh an-Nahdliyyah di Ponpes Al Munawwariyah, Bululawang. Anggaran makan selama empat hari, 11 sampai 14 Januari, pelak sanaan muktamar saja habis Rp 2,2 miliar. Biaya sebesar itu untuk makan sepuluh ribu lebih peserta.

Dana itu digunakan membeli beras, lauk-pauk, dan kebutuhan lainnya. Total beras yang disediakan panitia mencapai 16,5 ton beras. Setiap hari, panitia harus memasak sekitar empat ton beras.

”Peserta mendapat jatah makan tiga kali sehari,” ujar sekretaris umum panitia lokal Abdul Mudjib Syadzily di sela-sela muktamar kemarin Untuk kebutuhan lauk-pauk, panitia menyembelih lima ekor sapi per hari. Lantaran muktamar diselenggarakan selama empat hari, jatah sapi mencapai 20 ekor. ”Kemarin kami mendapat bantuan delapan ekor sapi dari orang tua santri,” tutur pria yang kerap disapa Gus Mudjib itu. Anggaran Rp 2,2 miliar itu di luar snack dan kopi. Untuk snack atau kopi peserta, panitia menyediakan 18 ribu kotak per hari. Rinciannya, sembilan ribu kotak snack dihidangkan siang hari dan sembilan ribu kotak lagi dihidangkan malam hari.

Tentara dari Yon Bekang memasak lauk di Ponpes Al Munawwariyah, Bululawang

Tentara dari Yon Bekang memasak lauk di Ponpes Al Munawwariyah, Bululawang

Jika dikalkulasi harga satu kotak snack sekitar Rp 3.000, berarti panitia per hari mengeluarkan uang Rp 54 juta. ”Anggaran snack peserta ya sekitar Rp 270 juta,” kata mantan kasek SMKN NU Miftahul Huda, Kepanjen, itu. Untuk menyiapkan makan sepuluh ribu lebih peserta tersebut, panitia mendapatkan bantuan tenaga memasak dua peleton – sekitar 60 personel– dari Yon Bekang (Batalyon Perbekalan Angkutan). Personel dari Yon Bekang itu dibantu 40 orang dari Muslimat Kabupaten Malang.

Personel Yon Bekang ber tugas memasak nasi, menyembelih sapi, dan sebagian lagi mengangkut makanan yang sudah matang. Untuk penghidang makanan, panitia juga mengerahkan 80 tenaga santri Al Munawwariyah, Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang. ”Untuk pengawasan, tenaganya juga dari pondok pesantren (Al Munawwariyah),” kata Gus Mudjib.

Dari mana semua biaya pelaksanaan muktamar? Dia juga enggan membeberkan berapa total biaya pelaksanaan muktamar. Namun, jatah makan peserta dan kebutuhan lain selama muktamar berasal dari sumber yang beragam. Peserta muktamar juga memberikan bantuan. Namun, Gus Mudjib tak men je laskan lebih detail berapa iuran setiap peserta. Selain itu, panitia menyediakan dana secara patungan. ”Kami ini sudah bekerja, ma sih dimintai,” canda Gus Mudjib soal sumbangan delapan ekor sapi. Gus Mudjib berharap pelaksanaan muktamar berjalan lancar. Panitia berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada peserta. (dan/yn/radarmlg)

Keywords: , , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar