Bapak-Anak Lawan Perampok Bergolok, Berhasil Rebut Kembali Tas Berisi Uang Rp 20 Juta
Aksi perampokan di siang bolong kemarin menggegerkan warga Jl. Ihwan Hadi, Kota Batu. Bagaimana tidak, dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.30 itu diwarnai duel perampok dengan dua korban, Sukarto Pengestu, 65, dan Robby Irawan, 32. Keduanya warga Jl. Ihwan Hadi 4.Duel antara perampok-korban itu berlangsung hingga beberapa menit dan mengakibatkan Robby roboh berdarah-darah.
Saat ditemui di rumahnya, Sukarto menyampaikan, sekitar pukul 09.30, dia mengambil uang tunai Rp 20 juta di Bank BCA Kota Batu. Setelah itu, dia pulang naik mobil KIA Picanto warna hijau ke rumahnya bersama Robby dan cucunya, Richard yang baru berusia 2,5 tahun. Sebelum masuk pagar halaman rumahnya yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari bank BCA, Sukarto turun dengan maksud membuka pintu.”Tiba-tiba ada yang mendorong saya dari belakang, orang itu juga memutus tas saya yang beisi uang. Pas saya berdiri orangnya sudah mengacungkan golok,” terang pria yang memiliki toko sembako dan toko bangunan ini.
Maka, saat itu diapun tidak melakukan perlawanan karena ketakutan. Namun, anaknya yang berada di dalam mobil tak terima, dan langsung turun melawan perampok tersebut. Saat itu, Sukarto mengingatkan agar anaknya melepaskan saja uanganya. Karena dia khawatir anaknya dibunuh perampok nekat itu.”Pikiran saya kehilangan uang tidak masalah masih bisa dicari, yang penting kami selamat,” ungkap Sukarto.
Namun, Robby tidak mengindahkan teriakan ayahnya, laki-laki bertubuh tinggi besar itu terus melawan perampok yang kebetulan bertubuh jauh lebih kecil. Rupanya, perlawanan Robby tidak sia-sia, meski perampok membawa golok dan melukai tangan kanan, kepala, jari telunjuk, dan ibu jari tangan kirinya, tetapi dia berhasil merebut kembali tas berisi uang puluhan juta tersebut.
Yang tragis, saat terjadi perkelahian itu, anak Robby, Richard, ikut turun sambil menangis. Anak itu berteriak-teriak karena katakutan. ”Dia bilang, Papa ada darah, kepala Papa berdarah, Papa kenapa,” tiru Sukarto.
Melihat anaknya terluka, Sukarto yang awalnya ketakutan pun seperti tersengat jiwa pemberaninya. Diapun membantu anaknya melawan seorang perampok itu dan berhasil merebut golok yang dibawa perampok.
Sukarto sebenarnya hendak balik membacok perampok yang terlihat sudah terseok-seok. Namun dia khawatir melanggar hukum dan membuat dirinya dipenjara. ”Jadi saya hanya berteriak-teriak saja, awas tak bacok, awas tak bacok sambil mengacung-acungkan golok, tapi saya tidak berani membacok, padahal perampoknya juga sudah kesakitan setelah berkelahi,” terang dia.
Menurut dia, perampok yang berjalan setengah merangkak itu lalu keluar pagar dan menuju jalan raya. Saat itu dia melihat ada dua temannya yang menunggu di atas sepeda motor. Salah satu di antaranya juga mengacungkan golok kepada korban. Ketika itu, sebenarnya banyak warga yang melihat, tetapi mereka diam saja.
Pelaku Belum Berpengalaman
SALAH satu tetangga korban, Irul, mengaku mendengar keributan di rumah Jl. Ihwan Hadi 4, Kota Batu itu. Namun, dia menduga hanya pertengkaran biasa. Termasuk saat perampoknya berjalan terseok-seok menuju teman-temannya, saat itu Irul juga berada di dekat pelaku. ”Saya tidak tahu kalau itu perampok, jadi ya diam saja,” terang warga yang tinggal persis di sebelah selatan rumah korban.
Awalnya Irul mengira, per kelahian tersebut pertengkaran antara keluara atau pertengkaran dengan karyawan korban. Selain itu, dia juga sempat menduga ada perkelahian warga di kampung sebelah. Karena dulu, pernah beberapa kali terjadi per kelahian di depan rumahnya.
”Tapi, kalau tahu itu rampok, saya bisa menangkapnya, wong dia dekat sekali dengan saya dan banyak orang,” ungkap pemilik usaha makanan ini. Dia juga mengakui baru tahu kalau yang terjadi adalah perampokan setelah polisi datang.

Kapolsek Batu, AKP Slamet Riadi SH
Kapolsek Batu, AKP Slamet Riadi SH, menyampaikan, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga membuntuti korban mulai dari bank. Hal itu seperti yang terekam di kamera CCTV Bank BCA dan keterangan korban yang membenarkan rekaman CCTV tersebut. Dalam rekaman kamera pengintai itu, pelaku sudah menguntit korban sejak antrean mengambil uang cash di depan teller. ”Dari rekaman itu, pelaku ikut antre di belakang korban, lalu setelah korban menerima uang, pelaku berbalik keluar dari bank sambil pura-pura mengangkat telepon,” terang dia.
Perilaku ganjil perampok sempat dipertanyakan oleh bank, karena telanjur antre tetapi tidak jadi mengambil uang. Dugaan ini juga dikuatkan dengan kesaksian Sukarto yang melihat korban secara langsung. Saat itu, pelaku mengenakan baju kuning kecoklatan atau krem dan bercelana hitam. Rekaman CCTV sudah diamankan polisi bersama barang bukti yang lain. Yaitu, dua buah tas berisi buku, topi, dan dua sarung golok.
(lid/nen/radarmalang)
Keywords: bank, kriminal, perampokan- Berita Lainnya :
- Fraksi DPRD Telusuri Piutang Pemkot, BNS Juga Nunggak Pajak Rp 1,1 Miliar
- Tunggu Verifikasi, Tunjangan Sertifikasi 1.351 Guru Ditahan
- Pemkot Batu Siap Hadapi Gugatan Th e Rayja
- Telusuri Kantung Air, Pemkot Siapkan Rp 100 Juta
- Tlekung Promosikan Goa Jepang dan Coban Putri
- Wali Kota Hentikan The Rayja
- Pilkada Batu Terancam Dijadwal Ulang















Leave your response!