Tingkatkan Kualitas Lingkungan dengan Tanaman Tegakan
Tingkat erosi di Kota Batu cukup tinggi. Setiap tahun, diperkirakan 5 ribu meter kubik tanah di wilayah pegunungannya jatuh ke bendungan Karangkates, Malang. Pemicunya hampir 40 persen luas lahan hutan di wilayah pegunungan ditanami tanaman semusim.
Beberapa wilayah yang banyak beralih fungsi dari tanaman semusim menjadi tanaman tegakan ini seperti 500 hektar lahan di Sumber Brantas. Di Sumbergondo sekitar 5.000 hektar, dan di Torongrejo ribuan hektar lahan hutan desa telah beralih fungsi.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (DPK) Kota Batu, Hendro Prasetyo mengatakan agar kerusakan lingkungan tak semakin parah Pemkot Batu menggandeng Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk sosialisasi penggunaan tanaman tegakan.
“Ini penting untuk meningkatkan kembali kualitas lingkungan di Kota Batu. Terutama banyaknya lahan hutan desa yang kini beralih fungsi,” ujar Hendro, Selasa 10 Nopember kemarin.
Di wilayah yang rawan tersebut, kata Hendro, setidaknya terdapat 12 ribu masyarakat yang kini menjadi anggota LMDH. Sementara dari beberapa LMDH juga ada yang sedang berkonflik dengan Perhutani terkait dengan status kepemilikan tanah.
Sementara hutan desa di Kota Batu sendiri sejak 1998 lalu. Hingga tahun ini 60 % digunakan tanaman tegakan kayu. Sedangkan 40 % sisanya digunakan untuk tanaman semusim seperti wortel, kol, dan sayur-mayur. Ditargetkan pada tahun depan, sisa lahan 40 persen ini diganti menjadi tanaman produktif seperti tanaman tegakan buah-buahan jeruk, duren, kopi, dan lainnya.
Pengembalian peruntukan lahan hutan ini sendiri sebagai salah satu solusi untuk mencegah kerusakan lingkungan. Bila memang disepakati secara bersama-sama oleh seluruh LMDH maka Pemkot berupaya mencarikan bibit tanaman tegakan, mulai dari bibit kopi, bibit buah-buahan berpohon tegak.
(zar/surabayapost)
- Berita Lainnya :
- Dukung FFI, PHRI Diskon Tarif Hotel 50%
- Baru Dilantik, 12 Anggota Dewan Gadaikan SK
- Dispartabud Pastikan FFI di Batu Digelar 6 Desember
- Realisasi PJU 2009 Baru Bisa 10 Desa
- Warga Temas Terbelah Sikapi Sumur Museum Satwa
- Berkat Tukar Guling Pemkab-Perhutani, Aset Tanah Kota Batu Bertambah
- Dewan Rekomendasikan Penutupan Permanen Sumur Bor Museum Satwa

















waduh gak bisa dibiarkan erosi yang tinggi, semoga solusi menanam tanaman tegakan lancar dan sukses.
Leave your response!