Home » Kabupaten Malang, Sorotan

Diusir Pemilik Lahan Sekolahan, 195 siswa SDN Sumberkerto 1 telantar

9 Nopember 2009 One Comment

Persoalan sengketa tanah yang di atasnya berdiri bangunan sekolah di Kabupaten Malang terus bertambah. Kali ini yang menjadi sasaran adalah SDN Sumberkerto 1, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.

Kini anak-anak yang biasa menimba ilmu di sekolah itu harus telantar, setelah gedung SDN Sumberkerto I, dibongkar pemilik lahan.

Alasannya, warga yang mengklaim sebagai ahli waris meminta kembali lahan yang sebelumnya dihibahkan kepada Pemkab Malang itu.

Ahli waris bangunan, Hariadi, mengatakan selama 10 tahun bekerja sebagai penjaga sekolah, dirinya hanya berstatus sebagai tenaga honorer.

Janji pemkab, lima tahun sebelumnya akan mengangkat dirinya menjadi PNS belum terealisasi juga. “ Abah (kakek) saya minta lahan diambil alih, karena status saya hingga saat ini tidak jelas,” terang dia, kemarin.

Pembongkaran ini, mengakibatkan sekitar 195 siswa yang masih tersisa, terpaksa dipindahkan ke sekolah lainnya yang berjarak 3 km dari sekolah awal.

“Seluruh siswa telah dipindahkan ke sekolah terdekat,” ujar Kepala Desa Sumberkerto, Ahmad Rido’i yang mengaku telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan camat setempat mengenai pemindahan siswa ini.

Dia mengimbuhkan, pemindahan sudah dikoordinasikan sebelumnya, sehingga tidak merugikan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara usai dibongkar, rencananya lahan seluas 450 meter persegi ini akan dijadikan lahan pertanian jagung.
(n mai/dutamasyarakat)

Keywords: , , , ,

One Comment »

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.