Dewan Rekomendasikan Penutupan Permanen Sumur Bor Museum Satwa
Tidak yakin sumur ABT (Air Bawah Tanah) milik proyek pembangunan Museum Satwa, sejumlah warga dan anggota dewan mendatangi lokasi pembangunan, Jumat (6/11). Kedatangan mereka untuk memastikan bahwa sumur ini benar-benar telah ditutup oleh Museum Satwa.
“Beberapa hari yang lalu ada warga yang mendatangi kantor dewan mengadukan masalah ini, akhirnya kita putuskan untuk turun ke lokasi,” jelas Wito Argo, anggota dewan dari Fraksi PDIP.
Anggota dewan yang datang ke lokasi adalah Usman, Wito Argo, Simon Purwoali, Agus Haryanto, Hari Purwanto, Sunardi, Katrin, Saudah dan Nurjayanti. Sebagai tindaklanjut dari kunjungan ini, anggota dewan akan memanggil eksekutif untuk memberikan penjelasan.

Lokasi pembangunan Museum Satwa (dok. pemkotbatu)
“Laporan yang kita terima, sumur bor ini belum ada ijinnya, karena itu fraksi PDIP mendesak agar sumur bor ini ditutup permanen,” ujar Wito. Terlebih eksekutif sudah mengatakan akan menutup sumur bor tersebut. “Eksekutif harus konsisten,” terangnya.
Sementara itu, Parno Muttaqien, salah satu tokoh masyarakat yang menentang pembangunan sumur bor, mendesak agar Satpol PP segera menyegel sumur bor ini. “Bukti penutupan secara fisik apa?,” kata Parno.
Prosedur perijinan sama sekali tidak dijalani oleh pengelola Museum Satwa. Dokumen Amdal belum selesai, pembangunan sumur bor sudah berjalan. “Sudah melanggar aturan seperti itu, Satpol PP tidak ada action,” kata Parno.
Sementara itu, H Sudaryono, juru bicara PT SAS Saritama, induk perusahaan Museum Satwa, menjelaskan pihaknya sudah tidak menggunakan lagi sumur bor tersebut. “Kita konsisten, sudah tidak kita gunakan lagi,” katanya.
Malah, kata Sudaryono, pihaknya sudah memberhentikan 100 pegawainya karena air di proyek pembangunan ini tidak mencukupi lagi pasca penutupan sumur bor. Sebagai gantinya, mereka membeli air dari PDAM lewat tangki air.
Ia menegaskan, Museum Satwa memiliki komitmen pelestarian lingkungan. Museum akan menghijaukan 11 hektar lahan dari 14 hektar lahan Museum Satwa. “Harapannya, hujan yang turun, bisa kita tangkap dan dikembalikan ke bumi,” ujarnya.
(n ned/surabayapagi)
- Berita Lainnya :
- Dukung FFI, PHRI Diskon Tarif Hotel 50%
- Baru Dilantik, 12 Anggota Dewan Gadaikan SK
- Dispartabud Pastikan FFI di Batu Digelar 6 Desember
- Realisasi PJU 2009 Baru Bisa 10 Desa
- Tingkatkan Kualitas Lingkungan dengan Tanaman Tegakan
- Warga Temas Terbelah Sikapi Sumur Museum Satwa
- Berkat Tukar Guling Pemkab-Perhutani, Aset Tanah Kota Batu Bertambah



















Wah lokasinya keren banget..
Leave your response!