Buah Apel Jadi Motif Batik Khas Batu
JAUH hari sebelum United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) menetapkan batik sebagai warisan budaya milik Indonesia, Kota Batu telah menggalakkan masyarakat berbusana batik. Bahkan di kota paling barat di Malang Raya ini memiliki batik dengan motif khusus sesuai ikon Kota Batu sebagai Kota Apel.
Motifnya sangat khas identitas Kota Batu. Gambar apel ditengah lengkap dengan kawung-motif batik klasik-berupa corak daun apel berjejer melingkar gambar apel. Diatas warna dasar krem, motif apel jenis rome beauty diberi warna hijau dengan semburat warna merah diatasnya. Sengaja apel varietas Rome Beauty yang dijadikan simbol utama karena merupakan apel varietas asli Batu.
Inilah motif khas Batu yang sedang populer. Motif batik serupa tidak hanya dikenakan masyarakat umum dan PNS Pemkot Batu saja. Tapi, Persiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengenakan motif khas Batu saat berkunjung ke Jawa Timur, bulan Februari lalu.
Tidak semua orang bisa mendesain motif batik yang sarat identitas itu. Olive Batik, adalah satu-satunya pendesain batik khas Batu. “Kami diberi order oleh Pemkot Batu untuk mendesainnya, tahun 2008 lalu,” terang Marketing Olive Batik, Ahmad Yusuf.
Begitu mendapat order, pengelola Olive Batik langsung putar otak. Sebab desainnya harus menggambarkan Kota Batu.
Mendesainnya ternyata tidak sulit bagi para ahli batik di Olive Batik walau mungkin sulit bagi kebanyakan orang. “Kami lakukan hanya sebulan saja, mulai proses awal hingga berupa kain batik,” kata Yusuf. Mengalirnya ide membuat desain motif khusus itu karena temanya datang dari lingkungan terdekat. Yakni Apel.
Setahun lalu didisain, kini ramai-ramai berbusana dengan bahan batik Khas Batu. Ingin melihat batik khas Batu itu mewarnai aktifitas masyarakat, tengok saja pada hari Jumat. 4000 PNS dan 800 orang pegawai honorer di Pemkot Batu wajib mengenakannya pada setiap Jumat.
“Usaha melestarikan batik sudah lama dilakukan di Kota Batu. Sebelum ramai-ramai pakai batik pada 2 Oktober lalu, kami sudah menggalakannya sejak tahun lalu,” kata Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Batu, Eko Suhartono.
Mengenakan batik khas dengan identitas Kota Batu memiliki banyak manfaat. Tujuan utama memang melestarikan budaya. Tujuan lainnya yakni memperkenalkan potensi yang dimiliki daerah. “Jadi selain mempromosikan apel sebagai salah satu produk pertanian unggulan, juga menambah daya tarik wisata,” terangnya. Menambah daya tarik wisata dilakukan melalui batik karena ketika melihat batik apel, orang pun tertarik melihat budidaya dan berwisata apel di Batu. (vandri/nug/malangpost)
Keywords: batik, fashion, PNS- Berita Lainnya :
- Pasar Batu Akik di Jalan Majapahit Tetap Eksis Puluhan Tahun
- Dukung FFI, PHRI Diskon Tarif Hotel 50%
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Baru Dilantik, 12 Anggota Dewan Gadaikan SK
- Dispartabud Pastikan FFI di Batu Digelar 6 Desember
- Realisasi PJU 2009 Baru Bisa 10 Desa
- Tingkatkan Kualitas Lingkungan dengan Tanaman Tegakan











Kota Batu memang kreatif.
Lebih Bagus lagi bila dibagikan secara gratis pada masyarakat….
^_^
Cayo…..
teruslah berkarya kota batu…
Wah keren banget itu, sungguh.
Leave your response!
Advertorial
Kurs Dollar-Rupiah BI
Harga Emas US$ per-gram
Ads
Blogroll
Berita Teranyar
Tanggapan
Tag Terpopuler
APBD biaya pendidikan bisnis CPNS demo DPRD guru hukum infrastruktur Jatim kejaksaan kesehatan korupsi KPUD kriminal Lebaran lingkungan lomba pangan parpol pasar PDAM pemilu perda Pertanahan pertanian PKL PNS polisi ponsel proyek PSB rokok RSSA Satpol PP SD sekolah Singosari SMA SMK SMP transportasi UB UM UMMMost Commented