Segera Dilaunching, Batik Khas Batu Dipakai Seragam Wajib PNS Pemkot
PENGAKUAN lembaga dunia, UNESCO terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia membuat identitas bangsa ini kembali diakui dunia. Batik kaya akan ragam sesuai dengan motifnya yang dipengaruhi setiap daerahnya. Meski Kota Batu bukanlah kota batik, tapi kota wisata ini mempunyai batik yang khas.
Bukan hanya Solo, Pekalongan, Jogyakarta dan Madura saja yang memiliki corak motif batik tersendiri. Kota Batu sendiri bakal memperkenalkan batik khas Batu pada 17 Oktober, yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Batu yang ke 8. Untuk mendapatkan motif batik Batu itu sendiri tidak mudah. Tidak sedikit para perajin atau seniman batik dari kota wisata ini ditantang untuk memperoleh hasil batik yang khas.
Salah satunya, Iwan A Irawan, yang harus berjuang keras untuk menciptakan desain dan corak batik khas dari Batu. Hingga hasilnya terwujud dan dipakai sebagai seragam batik yang akan digunakan para pegawai di Pemkot Batu setiap hari Jumat.
Batik dari Batu itu terdiri dari beberapa komponen corak. Komponen pertama adalah tanahan atau dasar. Komponen kedua adalah motif pokok atau kerap disebut hias isian. Yang ketiga adalah motif hias untuk tumpal atau pinggiran plus motif isen-isen. Tanahan terdiri atas tiga motif, hias buah apel, segi empat, dan hias padma. Unsur ini diambil dari motif sebagai kota pariwisata dan pertanian. Salah satu pertanian yang sangat khas dan spesifik yaitu buah apel.
Motif pokok atau hias isian diisi dengan gambar berbagai corak pada sisi kanan dan kirinya. Motif hias untuk tumpal plus motif isen-isen diisi dengan tiga sulur yang membentuk semacam rantai. Di setiap ujung sulur ada bunga yang mencerminkan Batu sebagai kota wisata dan penghasil apel.
Sayangnya, sampai saat ini batik dari hasil karya warga Batu ini belum dipatenkan. “Mungkin masih perlu waktu untuk mematenkan hasil karya yang satu ini,”kata Iwan ketika dihubungi Surabaya Pagi distudionya jalan Imam Bonjol Batu.
Iwan juga terangkan batik yang dibuatnya untuk seragam para pegawai Pemkot Batu itu tidak semuanya hasil batik tulis. Melainkan perpaduan antara batik tulis dengan batik cap.
“Tapi kita membuat yang khusus untuk batik tulis full. Yakni untuk walikota,” ujarnya seraya menerangkan, untuk mengatakan kain batik dan motif batik itu sangatlah berbeda.
Sementara itu menurut Aris Igna, Kasi Humas Pemkot Batu pendaftaran paten batik khas Batu ini sedang dalam proses pematenan. Meski sudah diajukan hak patennya, tapi batik khas Batu sendiri harus mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak, baik sejarawan, ahli batik dan lainnya.
Selama ini, batik Batu sendiri masih mencari identitasnya. Banyak corak dan motif yang dapat digali untuk melambangkan Batu, mulai dari panorama alam, gunung, bunga, relief candi, buah dan lainnya. Semuanya itu harus memiliki runtutan sejarah yang terkait dengan Kota Wisata Batu.
“Kami juga terus mencari motif batik Batu, ada motif bunga mawar, bunga anggrek, apel, kopi, kesemek sampai dengan relief yang ada di Candi Songgoriti. Kami kesulitan untuk memadukkan itu semua,” ujar Aris yang sangat paham berbagai corak batik ini.
Soal batik Batu yang akan dilaunching Pemkot, Aris mengakuinya. “Moment
yang tepat dan gampang diingat yaitu pas hari jadi. Sehingga pilihan melaunching saat ini (HUT Batu) sangatlah tepat,” pungkasnya.
(surabayapagi)
- Berita Lainnya :
- Pasar Batu Akik di Jalan Majapahit Tetap Eksis Puluhan Tahun
- Dukung FFI, PHRI Diskon Tarif Hotel 50%
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Baru Dilantik, 12 Anggota Dewan Gadaikan SK
- Dispartabud Pastikan FFI di Batu Digelar 6 Desember
- Realisasi PJU 2009 Baru Bisa 10 Desa
- Tingkatkan Kualitas Lingkungan dengan Tanaman Tegakan

















Leave your response!