Pemprov Alokasikan Kredit Mikro Rp 196 Triliun
Penyaluran kredit ke sektor mikro perlu terus diperkuat. Kalangan perbankan harus memiliki kepedulian terhadap sektor ini. Karena, sektor ini menjadi penopang sendi perekonomian nasional. Apalagi sektor ini sudah mampu membuktikan ketahanannya. Di saat suku bunga mencekik, kenyataannya mereka juga mampu membayar cicilan.
Itulah yang dikatakan Wagub (wakil gubernur) Jatim Saifullah Yusuf saat membuka Kanwil (kantor wilayah) BRI yang menempati di lokasi De Panorama Square Arjosari. Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Utama BRI Sofyan Basir, kalangan perbankan Malang, Pemimpin Cabang Malang BRI Martadinata Handayani Wibowo, dan jajaran BI Malang.
“Banyak bank titil yang beroperasi. Bunga kreditnya tinggi, ada yang sampai 60 persen selama satu tahun. Maka, saya mengetuk perhatian rekan-rekan perbankan. Bantu kalangan arus bawah ini. Buat masyarakat sejahtera,” ucap Saifullah.
Dia mengingatkan, akses kredit agar diperluas. Dana kredit juga lebih diperbesar. Bila perlu tambah instrumen di bawah, sehingga memudahkan kalangan tersebut bisa mengakses dana perbankan. “Harapan kami tentunya kepada BRI yang sudah tahan banting terhadap segmen mikro ini,” ucapnya. Saat ini Pemprov Jatim telah mengalokasikan kredit mikro senilai Rp 196 triliun untuk seluruh wilayah di Jawa Timur.
Semua sektor seharusnya mendapatkan porsi yang sama. Seperti halnya sektor pertanian, kendati memiliki risiko tinggi. Namun, dia cukup optimistis, terhadap kalangan perbankan untuk menggarap segmen yang sebenarnya potensial ini.
Dalam kesempatan tersebut, Saifullah juga menyinggung komitmen Pemprov Jatim untuk menyejahterakan sektor mikro. Di antaranya, penggelontoran dana untuk koperasi wanita yang ada di ada 3.750 desa. Masing-masing nanti akan mendapatkan Rp 20 juta per koperasi. Dipilihnya koperasi wanita dengan harapan bisa memberikan karya kepada para wanita.
Malang Raya tentunya menjadi kantong koperasi yang potensial untuk penyaluran dana tersebut. Targetnya tahun depan, 2010, sudah selesai. Selain itu pemprov berjanji, akan merealisasikan pembangunan infrastruktur di dukuh-dukuh terpencil. “Bantuan bank sangat membantu program ini,” tambahanya.
Dalam pembukaan tersebut juga diserahkan bantuan yang merupakan bagian program CSR. Yakni, bantuan program gerakan 1.000 kaki palsu untuk penyandang cacat kaki, bekerja sama dengan Yayasan Kick Andy dibantu relawan dan pembuat kaki palsu.
Selain itu, bantuan 30 set Al-Quran braile untuk penderita tuna netra, bantuan peralatan medik kepada Yayasan Penderita Anak Cacat Malang berupa satu unit Vari Tractraction System dan satu unit deluxe preston erborthem short wave diathermy type 3406. Dan, bantuan relokasi gedung Pondok Pesantren Ibnu Malik, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. (hap/lia/radarmalang)
Keywords: BRI, kredit, Pemprov, Syaifullah Yusuf, UMKM- Berita Lainnya :
- Banjir Mengancam 22 Desa di Kabupaten
- Pemkab Jual Sumber Air ke PDAM Pasuruan
- Pemprop Bakal Membentuk 8 Ribu Kopwan
- Pemkab Alokasikan 400 Juta untuk POR-SD Se-Jatim
- Kawasan Tretes tak Peduli Ramadhan demi Mengejar Lebaran
- Tirukan Suara Kapolresta, Menipu Lewat Telepon
- Berkedok Pengobatan Tradisional, Kakek-kakek Cabuli 50 Wanita











Bagus…. majukan terus perekonomian rakyat
Bagus.. majukan terus perekonomian rakyat kecil…
angin segar untuk usaha mikro
semoga ini bermanfaat bagi pengusaha kecil.
Leave your response!
Advertorial
Kurs Dollar-Rupiah BI
Harga Emas US$ per-gram
Ads
Blogroll
Berita Teranyar
Tanggapan
Tag Terpopuler
APBD biaya pendidikan bisnis CPNS demo DPRD guru hukum infrastruktur Jatim kejaksaan kesehatan korupsi KPUD kriminal Lebaran lingkungan lomba pangan parpol pasar PDAM pemilu perda Pertanahan pertanian PKL PNS polisi ponsel proyek PSB rokok RSSA Satpol PP SD sekolah Singosari SMA SMK SMP transportasi UB UM UMMMost Commented