Empat Bulan 10 Gempa, Kawasan Pantai Malang Raya Waspada Tsunami
Kawasan Malang Raya termasuk daerah yang rawan gempa. Itu karena di kawasan ini secara geologis memang daerah yang mempunyai aktivitas gempa cukup tinggi. Tingginya aktivitas gempa dikarenakan ada dua tumbukan tektonik, yakni lempeng Eurasia dan Indo Australia.
“Jika ada lempeng tektonik yang melampaui batas, maka lempeng tersebut akan mengeluarkan energinya dengan sebuah getaran. Sehingga bisa timbul gempa. Ini terjadi tidak hanya di Malang raya, tetapi daerah yang berada di wilayah selatan Jatim,” kata Adi Supriyanto, kepala Stasiun Geofisika Karangkates, Malang.
Berdasarkan data yang ada di stasiun Geofisika Karangkates, pada 2009 ini Malang sudah merasakan gempa sebanyak 10 kali. Dari Januari hingga Mei, tak ada satu pun gempa yang dirasakan masyarakat.

Pantai Bajulmati
Pada Juli, gempa yang dirasakan masyarakat juga dua kali, yakni 13 Juli dengan gempa 4,9 SR dan 28 Juli dengan kekuatan 5,4 SR. Intensitas gempa yang dirasakan masyarakat pada Agustus naik menjadi tiga kali. Tepat pada 1 Agustus terjadi gempa dengan 4,5 SR, selanjutnya pada 14 Agustus terjadi gempa 4,8 SR, dan pada 28 Agustus gempa dengan 6,9 SR.
Sama halnya dengan Agustus, pada September juga terjadi gempa tiga kali. Pada September, gempa yang dirasakan masyarakat Malang cukup kuat. Pada 2 September gempa dengan daya 7,3 SR, kemudian 7 September terjadi gempa dengan kekuatan 6,8 SR, dan pada 19 September terjadi gempa dengan 6,4 SR.
Untuk sementara, sepuluh gempa yang dirasakan pada 2009 ini volumenya sama dengan yang terjadi pada 2008 lalu. Sedangkan untuk volume gempa pada 2006 dan 2007 silam, masing-masing terdapat 13 gempa yang dirasakan masyarakat Malang.
Sedangkan secara keseluruhan yang tercatat di stasiun Karangkates sudah ada 196 gempa. Pada Januari ada 28 gempa, Februari 39, Maret 17, dan April 16. Selanjutnya pada Mei terdapat 14 gempa, Juni 20, Juli tercatat 18, Agustus 23, dan pada September lalu tercatat 21 gempa. “Untuk gempa yang terjadi di Padang (30/9) tak bisa dirasakan masyarakat Malang, tapi tercatat di stasiun,” jelas Adi.
Dia menambahkan, kendati mempunyai data lengkap mengenai peristiwa gempa, namun mereka tak bisa memprediksi kapan gempa bisa terjadi. “Sampai sejauh ini masih belum ada alat yang bisa memprediksi kapan akan ada gempa. Data statistik tak bisa dijadikan acuan untuk memprediksi gempa yang akan terjadi,” tambahnya. (fir/ziz/radarmalang)
Keywords: BMKG, gempa, geologi, pantai, Tsunami- Berita Lainnya :
- Banjir Mengancam 22 Desa di Kabupaten
- Potensi Wisata Pemandian Sumberringin di Tumpang
- 300 Penambang Tak Berijin
- Baru Dilantik, 12 Anggota Dewan Gadaikan SK
- Diusir Pemilik Lahan Sekolahan, 195 siswa SDN Sumberkerto 1 telantar
- Berkat Tukar Guling Pemkab-Perhutani, Aset Tanah Kota Batu Bertambah
- Kembangkan Metode SRI Pada Petani











Tidak ada salahnya jika kita selalu waspada, karena lempeng2 benua sedang dalam masa beraktivitas
Perlu ada kewaspadaan untuk mengatisipasi dari kondisi terburuk jika terjadi bencana gempa. Kita perlu belajar dari pengalaman Jogja dan kota-kota lain dalam mengatasi jika terjadi bencana gempa. Tetapi, semoga Malang Raya tetap aman dan jauh dari musibah bencana tersebut.
mungkin benar lantunan lagu dari Ebiet
“mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu bangga dengan dosa-dosa…”
Jadi disamping waspada yang terbaik adalah memperbanyak ibadah serta dzikir kepada Allah karena ini adalah kekuatan dahsyat yang dapat meredam segala macam bencana.
Leave your response!
Advertorial
Kurs Dollar-Rupiah BI
Harga Emas US$ per-gram
Ads
Blogroll
Berita Teranyar
Tanggapan
Tag Terpopuler
APBD biaya pendidikan bisnis CPNS demo DPRD guru hukum infrastruktur Jatim kejaksaan kesehatan korupsi KPUD kriminal Lebaran lingkungan lomba pangan parpol pasar PDAM pemilu perda Pertanahan pertanian PKL PNS polisi ponsel proyek PSB rokok RSSA Satpol PP SD sekolah Singosari SMA SMK SMP transportasi UB UM UMMMost Commented