Home » Kabupaten Malang

10 Kecamatan Rawan Kekurangan Air

1 Oktober 2009 3 Comments

10 Kecamatan di Kabupaten rawan kekurangan air bersih memasuki musim kemarau ini. Meliputi Kecamatan Pagak, Sumberpucung, Kromengan, Wonosari, Kasembon, Wagir, Wajak, Tirtoyudo, Pagelaran, Kalipare dan Kromengan. Patut diwaspadai, seluruh kecamatan itu belum terdapat jaringan air Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Malang.

Kabag Umum sekaligus Humas PDAM Kabupaten Syamsul Hadi mengatakan hal itu kemarin. Menurut Syamsul, sapaan akrabnya sepuluh Kecamatan tersebut akan dipasok air bersih sesuai dengan prosedur. Yakni, Kepala Desa mengajukan permohonan kepada PDAM dengan diketahui Camat setempat.
“Kita siapkan tiga tangki air bersih, satu tangki berisi 5000 liter air, gratis,” aku Syamsul.

Sebelum lebaran lalu, menurut Syamsul, PDAM sudah memasok air bersih ke Desa Sumberejo Kecamatan Pagak. Pengiriman air bersih tersebut sesuai dengan permohonan yang diajukan oleh Kades dan Camat setempat. Sampai kapan bantuan tersebut berlangsung, Syamsul Hadi juga belum bisa menjawab.

“Yang jelas, kebutuhan air bersih warga desa tiap hari sebanyak 60 liter, kalau warga perkotaan 100 liter per hari. Sebelum lebaran lalu Desa Sumberejo kita pasok terus tiga tangki air bersih,” pungkasnya.
Sementara itu, kesulitan air bersih tak hanya melanda warga Desa Sumberejo Kecamatan Pagak saja. Kepala Desa Tegalgondo Kecamatan Karangploso Djamil mengaku kondisi air sudah mulai keruh. Padahal, sebelumnya, wilayahnya tak pernah kekurangan air bersih sama sekali.
“Airnya keruh kecoklatan,” katanya.

Catatan Malang Post, pada akhir Agustus tahun lalu, memasuki kemarau dua sumber air di dua kecamatan yakni Pagak dan Sumbermanjing Wetan mulai mengering. Direktur Utama PDAM Kabupaten Malang Drs M Hasan MSi mengatakan, kebutuhan air bersih di dua kecamatan tersebut masih bisa dicover 42 sumber air lain. Selain itu, kebutuhan air bersih juga diback up sekitar 18 pompa ABT (air bawah tanah) yang dikelola PDAM Kabupaten Malang disana.

“Bulan ini ada dua sumber air yang mati, yakni di Pagak dan Sumbermanjing Wetan, tapi masih masih mencukupi kok,” ujar Hasan saat itu.(ary/eno/malangpost)

Keywords: , , , , , , , , , , , ,

& Komentar »

  1. Kita harus bekerja membuat lubang biopori (lubang berdiameter 15 cm dengan kedalaman 1 meter) untuk menampung sampah dan menjadi sumur peresan air. Pengalaman saya, lubang biopori sangat menyerap air pada musim hujan, pohon bertambah rimbun sehingga dan tanah tidak terlalu kering pada musim kemarau.

    Komentar oleh Johanis Rampisela — 1 Oktober 2009 @ 20:47

  2. Harus segera dilakukan tindakan, agar kondisi tidak senakain parah

    Komentar oleh reez — 2 Oktober 2009 @ 05:49

  3. memang sekarang ini musim kemarau lebih panjang dari pada musim hujan. tapi semua itu kembali kepada kita sendiri, banyak yang tak menyadari bahwa kita kurang memperhatikan lingkungan sekitar, hutan digundulin, banyak tumbuh ruko2 yang mengenyampingkan penghijauannya jadi wahana untuk menyimpan air tidak ada. jadi suhu dimalang sekarang udah panas, beda ama 10-15 tahun yang lalu. untuk itu marilah kita kembali menggalakkan penghijauan agar malang kembali dingin serta sumber air di malang akan kembali normal/melimpah kembali.

    Komentar oleh khalid — 2 Oktober 2009 @ 13:04

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar