Batu Alokasikan Rp 10,8 M untuk Agrobisnis
Sokongan dana Pemkot Batu pada keberlangsungan hidup petani tak hanya dalam berbentuk bibit tanaman, tapi juga dalam pembangunan infrastruktur. Bahkan, untuk perbaikan infrastruktur tersebut, Pemkot mengucurkan cukup banyak anggaran. Tahun anggaran ini, pemkot telah mengalokasikan dana sebesar Rp 10,8 miliar.
“Kucuran dana ini untuk pengembangan agrobisnis dan agroindustri,” kata Hendro Prasetyo, kepala Dinas Pertanian dan Perkebuan Pemkot Batu, siang kemarin.
Hendro menyebutkan, kucuran dana perbaikan infrastruktur itu untuk pembangunan tiga jaringan. Di antaranya, terbangunnya sarana Jitut (jaringan irigasi tingkat usaha tani), Jides (jaringan usaha tani desa) dan Jud (jalan usaha desa). Dengan perbaikan maupun pembangunan jaringan tersebut diharapkan bisa menjadikan para petani kian berdaya.
Terlebih lagi, dengan banyaknya pembangunan tersebut bukan hanya mendukung kelancaran saluran irigasi air, tapi, juga akses ke jalan lahan pertanian. Dengan pembangunan tersebut, air irigasi yang mengaliri persawahan tidak lagi banyak hilang karena bocor. “Mobilisasi pupuk dan hasil panen juga bisa berjalan dengan lancar. Petani bisa lebih cepat menjual hasil pertanian mereka,” katanya.
Hendro lantas menjelaskan program tersebut merupakan tindaklanjut dari program pemerintah pusat Dirjen Perluasan Lahan dan Air Departemen Pertanian. Program itu baru bagi Pemkot Batu, tapi, sudah lama dilaksanakan di beberapa daerah lain dengan kucuran dari pemerintah pusat. “Bisa kami katakan, persoalan pertanian dalam hal ini tidak pernah tersentuh selama ini,” kata dosen pasca sarjana program studi pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan Universitas Brawijaya ini.
Rencananya, perbaikan maupun pembangunan jaringan tersebut akan dilakukan pada sejumlah titik di kawasan pertanian di Kota Batu. Pengerjaannya akan segera dilaksanakan setelah adanya persetujuan gubernur pada perubahan anggaran keuangan. (yak/lia/radarmalang)
Keywords: anggaran, APBD, PAK, Pemkot, pertanian















ssiipp… Tingkatkan terus usaha-usaha di daerah…
Komentar oleh reez — 28 September 2009 @ 12:52
dana cukup besar….ngurusnya yang benar ya…. nanti malah terbuang sia-sia tanpa hasil yang memuaskan… sukses ya…!!
Komentar oleh khalid — 28 September 2009 @ 13:32
Yang lebih penting lagi adalah reboisasi alias penghijauan di bukit-bukit dan lahan-lahan kosong karena tempat itu yang akan menyimpan air dalam tanah.
Komentar oleh Suryono — 28 September 2009 @ 13:40
setuju banget karena batu mempunyai prospek kedepannya.
Komentar oleh didik — 28 September 2009 @ 13:54
Maju terus batu!
Komentar oleh software.um.ac.id — 28 September 2009 @ 15:17
BAtu harus bisa menjadi kota industri pertanian dan pariwisata… semangat P.Edy R, bangun Batu…
Komentar oleh reez — 29 September 2009 @ 14:17