Home » Jatim

Kawasan Tretes tak Peduli Ramadhan demi Mengejar Lebaran

18 September 2009 2 Comments

Rabu (16/9) jarum menunjukkan pukul 22.00, suasana di Kawasan Wisata Tretes Pasuruan yang terletak di kaki Gunung Welirang dan Arjuno itu tampak sepi. Puluhan warung kopi dan jagung bakar yang biasanya dijejali orang, malam itu tampak lengang.

Tampak dua pemuda singgah di salah satu warung kopi. Sambil menyeruput kopi panas, keduanya menggali informasi tentang dunia malam di sana. “Bu, di Tretes Ramadan begini apa tetap buka ya,” kata Tomy, nama salah satu pemuda tadi.

Seolah menangkap maksud pertanyaan kedua pemuda itu, sang penjual kopi, Bu Tinah membenarkan masih ada PSK (pekerja seks komersial) menjajakan diri. Dia menyebut dua gang yang menjadi pusat prostitusi di kawasan ini, yakni Gang Bakwan dan Gang Sono. “Di kedua lokasi itu aktivitas tak berkurang sama sekali selama Ramadan. Kalau mau ke sana aja,” katanya.

Di mulut Gang Sono, beberapa tukang ojek tampak mengobrol santai di atas motor mereka. Salah seorang tukang ojek langsung menghampiri setiap tamu yang datang, lainnya memandangi dengan tatapan penuh selidik. Maklumlah, mereka pasang kuda-kuda seandainya yang datang adalah aparat yang menyamar. “Cari cewek mas?,” tanya sang tukang ojek yang akrab disapa Cak Di.

Ada banyak rumah yang difungsikan sebagai wisma di gang itu. Di sebuah rumah bercat putih, sekilas tak ada tanda kehidupan. Lampu ruang tamu padam, korden ditutup rapat. Seorang lelaki mengintip di balik korden ketika ada tamu mengetuk pintu. Setelah mengamati wajah tamunya, penjaga wisma baru mau membukakan pintu.

Meski dari luar tampak sepi, setelah masuk ke dalam ternyata kehidupan masih berjalan. Beberapa gadis nampak hilir mudik dengan pandangan menggoda, sebagian menemani para tamu ngobrol. Ada tujuh orang wanita penjaja cinta di wisma itu. “Beberapa sudah di-booking, tinggal empat orang saja,” ujar sang empunya wisma, sebut saja Toyib.

Pada hari biasa para PSK “dipajang” di kursi sofa, tapi selama Ramadan mereka berdiam di kamar sambil menunggu pelanggan. Para tamulah yang jemput bola masuk ke kamar-kamar PSK, ditemani pemilik wisma tentunya.

Jika cocok dengan wanita di sana, negosiasi harga pun dimulai. Di kawasan ini, ada dua tarif yang dipakai, untuk short time, rata-rata tarif yang ditawarkan Rp 200-350 ribu tiap tiga jam tergantung wanita yang diminta. Sedangkan tarif menginap rata-rata Rp 300-500 ribu semalam. Yang menarik, untuk setiap wanita yang di-booking di kawasan Tretes, bisa dikencani beberapa orang sekaligus. Dan setelah kesepakatan tercapai, PSK bisa dibawa keluar wisma, misalnya menginap di vila yang jumlahnya ratusan di kawasan ini.

Lia, nama salah satu PSK mulai bercerita mengenai aktivitas dirinya dan teman-temannya sesama penjaja cinta. Wanita asal Pasuruan ini mengatakan kalau di bulan Ramadan seperti ini, pekerjaannya jadi semakin sulit. “Setiap dua atau tiga hari sekali pasti ada razia. Pendapatan berkurang,” keluh wanita berparas manis yang mengaku sudah mempunyai tiga anak ini.

Kenapa nekat beroperasi? Lia mengatakan kalau dirinya tak “berjualan”, dapurnya tak bisa ngebul apalagi sebentar lagi mau Lebaran. “Kalau nggak jualan gini, riyoyo mau makan apa,” katanya.

Bukan hanya PSK yang mengeluh pendapatan mereka tergerus selama bulan Ramadan. Pemilik vila dan tukang ojek mengalami hal yang sama. “Kalau puasa seperti ini penghasilan minim. Para penyewa takut duluan karena sering dirazia polisi,” ucap Marini, pemilik vila di kawasan Desa Pesanggrahan.

Denny Sagita
SurabayaPost

Keywords: , , , , ,

2 Comments »

  • software.um.ac.id said:

    Sudah saatnya tempat hiburan seperti ini ditertibkan secara menyeluruh.

  • nida said:

    belum pernah ke tretes, pengen jalan-jalan ah….

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.