Home » Kota Malang

Tolak Klaim UB atas Persetujuan Warga, Bentuk Tim Khusus

17 September 2009 One Comment

Klaim Universitas Brawijaya (UB) yang telah mendapat peresetujuan warga untuk pembangunan rumah sakit, dibantah oleh warga Perumahana Griya Shanta Grand Eksekutif RT 10 RW IV Kelurahana Jatimulyo. Alih-alih setuju, warga malah membentuk tim 10 untuk menolak rencana UB itu.

Ketua RT 10/RW IV Ari Sutikno mengatakan, warga telah menuangkan semua uneg-unegnya dalam surat pernyataan nomor SP-06/GSGE/10/IV/2009 yang dibuat 10 September lalu. Inti dari surat itu, sebanyak 109 warga di sana, menolak tanpa syarat rencana pembangunan UB itu. Penolakan warga dibubuhkan berupa tanda tangan dalam surat yang dikirimkan ke berbagai pihak.

Menurut dia, surat pernyataan dari warga itu dikirim ke 14 instansi. Mulai dari rektor UB, pimpinan PT Bumi Perkasa, pengembangan di perumahan itu, Gubernur Jatim, DPRD Kota Malang, DPRD Jatim, Menteri Kesehatan, Dinkes Jatim, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang, Badan Lingkungan Hidup Kota Malang, Bappeda Kota Malang, Dinas PU Kota Malang, Camat Lowokwaru, Lurah Jatimulyo dan ketua RW IV Kelurahan Jatimulyo.

Dalam surat itu, waga juga memberikan pandangan dan analisis masalah tentang rencana pembangunan RSAUB itu. Yang isinya, komplek itu berdasarkan komitmen pengembang, tidak didirikan bangunan seperti rumah sakit. Warga membeli rumah di sana karena jaminan nilai ekonomis dan kenyamanan yang ditawarkan. Tetapi, rencana pembangunan RSAUB itu mengubah pandangan warga. “Untuk itu dalam keputusannya warga menolak tanpa syarat apapun, seperti kompensasi atau sejenisnya,” jelas dia.

Menurut Ari, warga akan terus berupaya melakukan penolakan secara sistematis melalui tim khusus yang telah dibentuk. Tim ini akan melakukan berbagai upaya mulai pengkajian dampak, dasar hukum dan sebagainya. Selain itu, warga juga meminta, agar Pemkot Malang tidak memberikan izin pembangunan RSAUB yang kini sedang diajukan oleh UB.

Sementara, hingga saat ini warga masih akan terus melakukan pertemuan untuk mengatur langkah strategis penolakan itu. Kemungkinan sehabis Lebaran, warga akan bergerak lebih taktis lagi.

Sementara, Lurah Jatimulyo Agus Sunarhadi berharap, masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dia meminta warga bisa berpikir dengan jernih dan mempertimbangkan manfaat dan dampak negatif RSAUB itu.

“Saya hanya berharap, semua persoalan ini bsia diselesaikan dengan baik,” katanya. (lid/abm/radarmalang)

Keywords: , ,

One Comment »

  • software.um.ac.id said:

    Pemerintah harus ikut juga menangani ini supaya transparan…

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.