Home » Kota Malang

Nurudin Merasa Diincar KPPBC

13 September 2009 No Comment

Pemilik PR Dolar Prima Utama, H Nurudin Huda membantah ribuan rokok merk DL Super yang diproduksi PR Dolar yang ditangkap KPPBC Madya Cukai Malang sebagai miliknya. Sejak Agustus 2007 lalu, PR Dolar sudah disewakan secara penuh kepada H Suryadi. Semua manajemen dan pengelolaan sudah berada di tangan Suryadi.

Karena telah berpindah tangan, sejak 2007 lalu, Nurudin tidak lagi campur tangan terhadap keberlangsungan PR Dolar yang berlokasi hanya beberapa meter dari rumahnya di Jalan Mayjen Sungkono Buring itu.

Sepenuhnya, Nurudin berkonsentrasi di pabrik rokok lainnya yang juga dikelola olehnya di PR Dolar Prima Utama yang berlokasi di jalan Mayjen Sungkono 14 RT. 5 RW. 1 Kelurahan Buring.

‘’PR Dolar bukan lagi menjadi tanggung jawab saya. Karena sudah saya sewakan kepada S sejak Agustus 2007 lalu. Bukti sewa penuh terhadap pabrik itu sudah dilakukan di depan notaris pada saat itu,’’ kata Nurudin kepada Malang Post, kemarin.

Sesuai dengan perjanjian sewa yang ditandatangani bersama di hadapan notaris, dalam pasal lima disebutkan segala sesuatu yang menyangkut tindakan dan berakibat pengaduan yang mengakibatkan permasalahan hukum yang berlaku ditanggung penyewa. Pihak yang menyewakan dalam hal ini Nurudin tidak menanggung segala akibatnya.

Meski pabrik itu telah disewakan, tapi masih tetap menggunakan nama Nurudin sebagai NPPBKC yang tercatat di KPPB Malang. Karena merk rokok DL Super masih digunakan PR Dolar.

Sedangkan, PR Dolar Prima Utama yang saat ini dikelola Nurudin bersama keluarganya, memiliki beberapa merk antara lain, D1, Why Mild serta XXX. Rokok merk DL Super yang kemasannya berwarna merah diproduksi PR Dolar.

‘’Mengetahui seperti ini, secepatnya NPPBKC atas nama saya untuk PR Dolar akan saya cabut. Perjanjian sewa menyewa juga akan segera saya akhiri. Pabriknya akan saya jadikan pabrik tepung dari singkong. Para pekerjanya akan tetap bekerja di pabrik tepung nantinya,’’ ungkap anggota FPDIP DPRD Kota Malang itu, sambil mengajak Malang Post untuk melihat langsung PR Dolar Prima Utama yang jaraknya cukup jauh dari PR Dolar yang disewakan Nurudin kepada S.

Nurudin mensinyalir, KPPBC Malang sengaja membidiknya untuk menjadi target sasaran operasi yang akan dilakukannya. Pasalnya, empat hari lalu, pemilik Cinemax Café itu sempat memprotes atas kinerja KPPBC di kantornya di Jalan Surabaya Malang.

Sebab, pita cukai yang dipesannya sudah hampir lima bulan tidak kunjung tiba. Padahal, pabriknya perlu segera melakukan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Begitu juga dengan izin merk baru, hingga kali beberapa mendatangi KPPBC belum juga selesai.

‘’Saya yakin, KPPBC menjadikan saya target dalam operasinya. Perlu diketahui, selama ini pabrik yang saya kelola selalu menggunakan pita cukai resmi dari KPPBC. Tapi, mengapa pesan pita cukai begitu lama dengan berbagai alasan,’’ terangnya.

Nurudin juga mendesak KPPBC jangan tebang pilih dalam melakukan pengawasan dan penertiban terhadap PR yang ada di Malang Raya. Penegakan aturan hukum tidak boleh memandang bulu. ‘’Kalau mau melakukan penindakan jangan setengah-setengah dan jangan tebang pilih,’’ pungkasnya. (aim/avi/malangpost)

Keywords: , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.