Home » Kabupaten Malang

Ajukan 165 ton gula, Pemprov hanya memberi 30 ton

11 September 2009 No Comment

Bantuan gula dari Pemprov Jatim yang akan digunakan untuk operasi pasar (OP) di Kabupaten Malang sangat minim. Dari 165 ton gula yang diajukan, pemprov hanya memberi 30 ton.

Namun bantuan itu dianggap sangat minim oleh Bupati Sujud Pribadi. “Sudah dibantu tentunya kami berterima kasih. Tetapi masih sangat jauh dari perkiraan kami,” kata Sujud di pendapa kemarin.

Kecilnya jumlah bantuan itu menurut Sujud tidak sebanding dengan potensi lahan tebu yang ada di kabupaten. Sebab kabupaten memiliki lahan tebu yang sangat luas. Ada dua pabrik yang beroperasi setiap harinya dan buruh tebang yang siap membantu proses pemanenan. Namun bantuan yang didapat untuk OP tergolong sangat kecil.

Sujud pun berencana minta tambahan 100 ton gula lagi ke pemprov. Sebab saat mengajukan usulan, pemkab sudah mengusulkan 165 ton. Dengan asumsi, setiap kecamatan akan mendapatkan 5 ton gula murah. Dengan pertimbangan masyarakat miskin dan buruh tebang tebu bisa membeli gula dengan harga murah.

Untuk OP sendiri, harga gula yang normalnya Rp 9.300 akan dijual Rp 7.500 setiap kilogramnya. Bagi warga miskin akan mendapatkan jatah 2-5 kilogram setiap KK. Tergantung jumlah masyarakat yang terdaftar di kecamatan maupun desa. Bagi yang tidak masuk daftar tidak diperbolehkan membeli.

“Nanti akan ada kupon hasil pendataan pihak kecamatan dan desa,” kata Syakur Kullu, kepala Disperindag Pasar Pemkab Malang.

Karena bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan pengajuan, Syakur akan melakukan OP di 10 kecamatan. Di antaranya, sektor Malang Utara di Lawang dan Singosari, Malang Barat (Dau, Pujon), serta Malang Timur (Pakis, Tumpang), Malang Selatan (Pakisaji, Turen, Sumberpucung dan Ampelgading). OP sendiri akan dilakukan di dua tempat. Yaitu di kantor kecamatan dan salah satu desa. Setiap kecamatan akan didistribusikan tiga ton gula pasar.

Untuk membuat lebih efisien, Syakur juga membuat jadwal kegiatan OP. Untuk Lawang dan Singosari akan digelar Hari Jumat (11/9) pukul 08.00. Selanjutnya, hari Sabtu (12/9) di Kecamatan Pakis dan Tumpang. Hari Senin (14/9) di Kecamatan Dau dan Pujon. Selasa (14/9) Kecamatan Pakisaji dan Turen. Hari Rabu (15/9) Kecamatan Sumberpucung dan Ampelgading. “Nanti saya sendiri yang akan pantau,” kata pria asal Makassar ini. (bb/war/radarmalang)

Keywords: , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.