Gempa Tasikmalaya Terpantau di Malang
Warga yang bermukim di pesisir pantai Malang Selatan diminta untuk tetap waspada jika sewaktu-waktu terjadi gempa susulan menyusul terjadinya gempa yang berpusat di titik 142 km Barat Daya Tasikmalaya.
Kepala Stasiun Geofisika Karangkates, Adi Supriyanto mengatakan sesaat setelah terjadinya gempa berkedalaman 30 km dan berpotensi tsunami itu, seluruh masyarakat pesisir pantai diminta untuk waspada.
“Setelah diamati terus menerus kurang lebih selama satu jam ternyata gempa di Tasikmalaya tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan, sehingga potensi tsunami langsung dicabut. Namun, masyarakat khususnya yang berada di pesisir pantai termasuk di wilayah Malang Selatan harus tetap waspada,” tegasnya, Rabu (3/9).

(grafis:SurabayaPost)
Adi mengakui, menyusul gempa di Tasikmalaya, juga terjadi gempa di titik 567 km Barat Karangkates atau di lokasi 8,24 Lintang Selatan (LS)-107,32 Bujur Timur (BT). Namun gempa ini tidak berpengaruh besar terhadap masyarakat di wilayah Malang Raya khususnya yang bermukim di pesisir pantai. Namun, tidak sedikit masyarakat yang berhamburan keluar rumah.
Menurut dia, gempa tersebut dirasakan di Karangkates sekitar 3-4 MMI. Namun, bagi yang sedang beraktivitas atau berkendaraan tidak begitu terasa getarannya, walaupun 20 menit setelah gempa pertama yang berkekuatan 7,3 SR itu juga terjadi gempa susulan dengan kekuatan lebih rendah yakni 5,1 SR.
Lebih lanjut Adi mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan terjadi kerusakan yang menimpa warga pesisir pantai Malang Selatan sebagai dampak dari gempa yang berpusat di Barat Daya Tasikmalaya tersebut.
“Kami minta masyarakat tetap berjaga-jaga dan waspada terutama yang berada di pesisir pantai termasuk di Malang Selatan, apalagi warga yang berada di sekitar pusat gempa agar tidak masuk rumah dulu,” katanya.
Sementara warga Malang Raya (Kota dan Kabupaten Malang serta Batu) rata-rata tidak merasakan adanya gempa sama sekali.”Saya tidak merasakan adanya getaran gempa sama sekali dan saya tetap beraktivitas seperti biasa,” kata Aida, warga Jl Bima Sakti Kota Malang.
(ant/surabayapost)
- Berita Lainnya :
- Pasar Batu Akik di Jalan Majapahit Tetap Eksis Puluhan Tahun
- Lima Reklame Besar Dibongkar Satpol PP
- Tingkat Persaingan CPNS Teknis 1:41, Guru 1:15
- KPPU Sinyalir Malang Berpotensi Pelanggaran Tender
- Dukung FFI, PHRI Diskon Tarif Hotel 50%
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Penghuni Wisma Tumapel Resah, Rektor Buka Komunikasi

















Leave your response!