Home » Kota Batu, Sorotan

Mawar Candy Bisa Bertahan Sampai 15 Hari

1 September 2009 No Comment

Udara sejuk dan semilir hembusan angin terasa segar menerpa tubuh. Aneka warna bunga segar, lengkap dengan aroma wanginya menjadi pemandangan khas begitu memasuki Desa Sidomulyo, Kec Batu ini.

Untuk menjangkau desa ini tidak sulit, hanya sekitar 8 kilometer dari pusat kota. Desa ini terkenal dengan agrowisata bunga atau lebih populer lagi dengan sebutan desa bunga. Di kiri dan kanan jalan, dipenuhi aneka tanaman bunga.

Tak hanya mata dimanjakan oleh aneka warna bunga-bunga segar, lengkap dengan aroma wanginya saja, namun deretan Gunung Banyak hingga Gunung Panderman menjadi panorama indah yang menyertai wisatawan berkunjung kesana.

Mawar Candy

Mawar Candy

Lebih dari seribu jenis bunga dibudidayakan di desa yang mempunyai tiga dusun yakni Tinjumoyo, Tonggolari dan Sukorembug. Sekitar 50 persennya adalah bunga mawar. Ada beberapa jenis mawar yang cukup populer di kalangan pecinta bunga, seperti mawar Holland, mawar lokal dan mawar Candy. Namun mawar Candy merupakan jenis mawar yang paling dicari jika dibandingkan mawar jenis lain.

“Mawar Candy bagaikan batik, dengan warna dasar mawar merah, ada bercak-bercak warna-warni. Aneka motif warna inilah yang membuatnya mahal,” kata Mustakim, salah seorang petani mawar di Desa Sidomulyo pada Surabaya Post, Selasa (1/9).

Mawar Candy ini sebenarnya hasil persilangan mawar biasa, namun berbeda warna. Misalnya persilangan antara mawar merah, dengan mawar hitam sekaligus juga mawar putih. Hasilnya akan memperlihatkan sebuah mawar dengan warna yang relatif penuh motif. Yang diibaratkan oleh para pecinta mawar, seperti motif batik itu.

Keunggulan lain mawar Candy adalah daya tahannya. Bunga yang dibudidayakan selama enam bulan itu bisa bertahan 15 hari. “Bunga ini memang tahan rontok. Karena itu disukai untuk dekorasi-dekorasi hajatan,” tambah Mustakim.

Hal senada disampaikan oleh Krisnawati, salah seorang petani bunga lainnya dari Dusun Sidomulyo, Desa Sidomulyo. Menurutnya, pesona warna mawar Candy ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta mawar. Imbasnya, harga jualnya bisa melambung tinggi di daerah tujuan pemasaran bungan mawar tersebut.

Misalnya, mawar Candy yang dibeli di Sidomulyo harganya bisa sama dengan jenis mawar lainnya yakni seharga Rp 1.200 per tangkai. Tapi jika sudah di daerah tujuanpemasarannya, harganya bisa melambung tinggi. Seperti di Medan, harganya bisa mencapai Rp 10.000 per tangkai. Di Papua malah harganya bisa menembus Rp 25.000. “Bahkan bisa sampai Rp 75.000 per tangkai. Ini karena ditambah ongkos pesawat untuk pengiriman,” jelas Krisnawati.

Fasilitas lainnya yang bisa kita temui di Desa Wisata Bunga Sidomulyo, yakni tersedianya etalase bunga untuk mengetahui jenis bunga apa saja yang ada di Sidomulyo, yang berada di Sub Terminal Agribisnis (STA) yang ada di desa itu.

Di STA, sudah tersedia contoh aneka jenis bunga yang ditanami petani bunga. Capek keliling dusun melihat bunga, bisa istirahat di pasar bunga yang berhadapan dengan STA. Di pasar itu, ada 13 stan yang menyediakan bunga sebagai etalase raksasa dari kebun bunga.

“Kalau mau beli dalam jumlah sedikit, bisa di pasar. Tapi kalau dalam jumlah yang banyak, bisa diambil ke lahan pertanian yang ada di belakang,” terang Darmanto, Ketua Seksi Pemasaran Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bunga Kota Batu yang juga sekaligus menjadi pemandu wisata gratis bila kita berkunjung ke STA.

Harga bunga di tempat ini sangat murah. Satu tanaman bunga dalam polybag, seharga sekitar Rp 200 sampai Rp 1.000. Harga ditentukan dari jenis bunga. Deretan jenis bunga yang dibudidayakan petani di antaranya, mawar, agape, bambu air, lavender, wali songo, ceplok piring, cemara, beringin putih, sakura, anggrek, nusa indah. Bahkan bonsai pun tersedia di rumah-rumah penduduk.

(Zainul Arifin/surabayapost)

Keywords: , , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.